28 April 1995

JIX: Jakarta Internet Exchange -- 1995

Perkembangan Internet di Indonesia belakangan ini sangat menggembirakan, kalau dilihat dari jumlah penyelenggara (ISP, Internet Service Provider), dan populasinya.

Namun, yang memprihatinkan ialah kondisi interkoneksi dalam negeri, terutama antar para ISP. Dewasa ini, hampir semua interkoneksi terjadi di USA. Sebagai contoh, paket dari IPTEKnet dengan tujuan RADnet, harus melalui gedung BPPT (Thamrin), lalu ke gedung Indosat (Merdeka Barat), lalu ke USA, kembali lagi ke gedung Indosat, dan baru ke RADnet. Hal ini, seharusnya ditanggulangi dengan tersedianya sebuah tempat untuk bertukar paket IP di dalam negeri, yang untuk seterusnya disebut dengan JIX (Jakarta Internet eXchange).

Secara fisik, JIX merupakan sebuah ruangan 'netral' (sekitar 9 meter persegi), dengan sekurangnya sebuah 'stackable' UTP Hub. Ruangan dan hub tersebut, seharusnya dikelola bersama oleh sebuah konsorsium dengan overhead yang sangat minim. Anggota konsersium JIX tersebut, merupakan para ISP. Diperkirakan, anggota JIX tidak akan lebih dari 50. JIX seharusnya bukan merupakan wadah tunggal, sehingga terbuka peluang tumbuhnya IX yang lain. Demikian pula anggota JIX dapat pula merangkap di IX yang lain.

Skema

untuk pembesaran, silakan klik foto di atas

Beberapa Komentar

M. Samawi Samadikun (Fri, 28 Apr 1995 22:27 WIB)

Saya sangat setuju karena hal ini akan mengurangi beban traffic yang lewat Indosat. Sekarang siapa yang akan mengkoordinasikan?


P. Suryono Adisoemarta (Fri, 28 Apr 1995 08:55 CDT)

Setuju 100%

Moko Darjatmoko (Fri, 28 Apr 1995 09:45 -0500)

Situasi yang sama terjadi di tempat saya (Madison, Wisconsin). [...] JIX mungkin bisa disebut 'good idea whose time has come', terutama karena biaya international connection yang sangat tinggi itu - sehingga tujuan utamanya memang 'to keep local traffic lokal'. Meskipun logikanya kedengarannya simple kita harus pikirkan masak-masak (baca: with VISION) supaya jangan berkembang seperti Commercial Internet Exchange (CIX) yang akhirnya malah jadi butt-of-joke dikalangan ISP.

Iskandar Alisyahbana (Sun, 30 Apr 1995 15:55 WIB)

Memang betul, tetapi persoalan ini dengan sendirinya akan terselesaikan oleh munculnya banyak ISP di Indonesia. Lalu mau tidak mau JIX akan muncul.

Ucok/Lintasarta (May 2 16:45 1995 WIB)

Lintasarta juga bersedia jadi JIX switching dgn lokasi di Sentel Gambir.

Henri Soemartono (Tue, 2 May 1995 19:02 WIB)

Saya sangat setuju sekali dengan ide di atas, karena salah satu dapak positif ke arah ISP adalah dapat mengurangi traffic internationalnya. Mesin-mesin di atas dapat diletakan dalam 1 rack cabinet yang menyediakan kemungkinan penambahan router dengan semakin berkembangnya / tumbuhnya ISP di Indonesia. Dan kalau boleh usul, mengingat tampaknya pertumbuhan ISP ini akab selalu dimulai dari Jakarta, bagaimana kalau exchange ini disebut IIX (Indonesian Internet Exchange).

RADnet, siap untuk membantu perkembangan Internet di Indonesia. Dalam hal ini RADnet bersedia menyediakan space 9 meter persegi dan memaintain mesin-mesinnya demi keberlangsungan IIX.

Disklaimer

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.