22 November 2005

Ubuntu Breezy 5.10: Notebook Touch Pad Synaptics

Cara modifikasi /etc/X11/xorg.conf agar touchpad tidak sensitif;
ubah MaxTapTime dan MaxTapMove menjadi 0.

Section "InputDevice"
Identifier "Synaptics Touchpad"
Driver "synaptics"
Option "SendCoreEvents" "true"
Option "Device" "/dev/psaux"
Option "Protocol" "auto-dev"
Option "HorizScrollDelta" "0"
Option "MaxTapTime" "0"
Option "MaxTapMove" "0"
EndSection

revisi 10.10.11-01

16 November 2005

Fiasco "Permintaan UTS Susulan"

Beberapa waktu yang lalu, saya menerima permintaan untuk menyelenggarakan UTS susulan. Mahasiswa yang bersangkutan mengklaim sakit, yang dibuktikan dengan surat dokter. Ternyata terjadi kekeliruan, yaitu nama yang mengajukan ujian susulan, tertukar dengan nama lain.

"Membuat kesalahan" merupakan hal yang wajar-wajar saja. Namun setiap kekeliruan tersebut, seharusnya diikuti dengan sebuah analisa (sederhana): "Kesalahan Terjadi Dimana?". Dengan demikian, pada masa mendatang (diharapkan) akan mengurangi atau pun menghilangkan terjadinya jenis kesalahan serupa.

Yang perlu ditekankan di sini ialah PENTINGNYA penggunaan PROSEDUR YANG BAKU (Standard Procedure). Seharusnya setiap kegiatan dalam sebuah organisasi dibuatkan prosedur bakunya. Berikut merupakan beberapa usulan yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

Pengajuan ujian susulan agar dilakukan secara tertulis, umpama menggunakan email atau menggunakan buku log. Permintaan tersebut agar dilampirkan bukti-bukti secukupnya (umpama surat dokter). Jika permintaan diterima, petugas menghubungi Dosen secara TERTULIS. Demikian selanjutnya, semua aktifitas agar ada arsipnya. Jika terjadi kekeliruan dikemudian hari, penelurusan balik dapat dilakuan secara lebih mudah. Keputusan penerimaan dan penolakan pengajuan ujian susulan harus dilakukan secara terpusat oleh bagian "administrasi". Jika keputusan ini didelegasikan kepada dosen, akan ada potensi pembuatan keputusan yang tidak seragam. Lagi pula, mahasiswa yang mengajukan ujian susulan tidak perlu pontang-panting mengejar SEMUA dosen penyelenggara ujian.

Pembuatan prosedur baku biasanya tidak dapat diselesaikan dalam satu iterasi. Sangat mustahil jika mengharapkan proses pembuatan prosedur ini terselesaikan dalam satu kali "rapat staf". Terakhir, perlu juga dipersiapkan prosedur baku untuk mengajukan keberatan. "Appeal Procedure" yang baku dan adil akan diperlukan untuk mengantisipasi penyelesaian kasus jika ada pihak yang merasa dirugikan.

revisi 10.10.11-01