22 Januari 2008

Partisi Server Miror

Berikut merupakan usulan pembakuan pembuatan partisi disk untuk keperluan server mirror (umpama si Komo). Untuk meningkatkan kehandalan sistem, sebaiknya disk selalu dibagi menjadi empat (4) partisi. Pada tulisan ini akan digunakan contoh disk /dev/sdd.
  1. Partisi pertama (/dev/sdd1) digunakan untuk alokasi SYSTEM lengkap. System tersebut merupakan duplikasi sistem utama (/dev/sda1) yang disalin secara berkala (3-6 bulan sekali). Dengan demikian, secara cepat, disk server yang mana pun dapat sewaktu-waktu dijadikan disk sistem utama. Ukuran partisi ini sekurangnya harus dapat menampung sistem plus beberapa ruang tambahan, yaitu sekitar 5-10 GB.
  2. Partisi kedua (/dev/sdd2) digunakan untuk semua data sistem - terutama log - yaitu /var. Ukuran partisi ini sekurangnya dapat menampung log beberapa bulan (atau tahun?), yaitu sekitar 3-6 GB.
  3. Partisi ketiga (/dev/sdd3) digunakan untuk SWAP. Ukuran partisi sekurangnya sama dengan ukuran memori sistem
  4. Partisi keempat (/dev/sdd4) digunakan untuk repositori (sisanya, ratusan GB).
Beberapa hal lainnya yang harus mendapatkan perhatian:
  1. Untuk mengurangi waktu down, disk baru sebaiknya dipersiapkan di luar server. Jadi untuk sementara, disk dipasang pada komputer lain.
  2. Disk tersebut dipartisi sesuai dengan ketententuan ukuran di atas.
  3. Keempat partisi difomat cek baca/tulis, dengan perintah seperti [X=1,2,3,4]:
    • mke2fs -c -c -j /dev/sddX
  4. Partisi 3 diformat ulang untuk SWAP
    • mkswap /dev/sdd3
  5. Jika ini merupakan disk pengganti, jangan lupa menyalin isi disk lama (pada server) ke partisi 4 disk baru tersebut.
  6. Setelah semua siap, baru mirror server di-shut-down, serta disknya diganti.
  7. Setelah UP kembali, jangan lupa mengisi /dev/sdd1 dan /dev/sdd2 dengan data yang sesuai, serta set mounting /dev/sdd4 yang sesuai.
revisi 10.10.21-01