28 Agustus 2008

Diambang Ramadan

''Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.'' (Q2:183)

Ramadan hampir datang, marhaban! Secara tradisional, akan ada edaran ''standar'' dari para bos seperti berikut:
(1) "Atas nama Ramadan", jam kerja kantor diperpendek. Padahal ayatnya berbunyi, bahwa kita disuruh puasa, dan bukan untuk merengek meminta keringanan.
(2) ''Atas nama Ramadan'', yang tidak berpuasa diminta untuk menghormati yang berpuasa. Apa tidak terbalik? Kasihan mereka yang tidak puasa: banyak tempat makan yang tutup, dan kalau buka, mesti sembunyi-sembunyi.
(3) ''Atas nama Ramadan'', ada acara buka bersama, plus ceramah kyai kondang, menggunakan anggaran kantor lagi.
[...]
Belum lagi, banyak tempat maksiat ditutup sementara ''Atas nama Ramadan''.

revisi 10.10.28-01

12 Agustus 2008

Pamulangians Mengenang Pemilu 7 Juni 1999

Masih ingat gegap gempita Pemilu pertama setelah reformasi 1998? Yang berikut ini mencoba untuk merekam bagaimana Pamulangians (warga Pamulang) menyongsong pelaksanaan pesta demokrasi 1999 tersebut. Bagian pertama akan memperlihatkan persiapan pembangunan TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang anggarannya hanya Rp. 40.000 saja! Ya: 40.000 sudah segala macam termasuk ATK, bilik, tenda, dst.

[URL1: http://www.youtube.com/watch?v=VdQYNqijnMA ]



Bagian kedua ini memperlihatkan suasana di TPS 14 dan 15 Pamulang. Mestinya acara dimulai jam 08:00 tepat. Namun karena panitia baru pertama kali melaksanakan ''pemilu demokratis'', Pemilu baru dimulai sejam kemudian! Pada sore harinya, langsung dilaksanakan perhitungan suara di tempat. Setiap kali berkumandang nama ''partai gurem'', justru mendapatkan tepuk tangan yang meriah. Sebaliknya setiap disebutkan sebuah ''partai besar'', terdengar ''cemoohan'' dari penonton.

[URL2: http://www.youtube.com/watch?v=DuRKg2tigNE ]



revisi 10.10.25-02

11 Agustus 2008

Awas Tikus!

Akhir pekan lalu, menjelang tengah malam -- ketika akan pulang -- saya ''berpapasan'' di tangga dengan seekor tikus (betulan). Hebatnya, tikus tersebut tenang-tenang saja, tidak lari, seakan yakin bahwa tidak ada yang perduli akan kehadirannya.
Hm... rupanya kucing-kucing di tempat tersebut sudah tua-tua dan malas-malas, sehingga lupa akan kewajibannya untuk menjaga lingkungan bebas dari tikus-tikus! Sudah saatnya diganti dengan kucing gesit mengejar tikus...
Catatan: bukan eleksi, namun seleksi!

revisi 10.10.25-01

08 Agustus 2008

Happy Feet

Saya habis nonton Happy Feet, neh! Namun masih bertanya-tanya pada diri sendiri, mengapa tertarik menonton film tersebut?! Pertama-tama, apakah eada hubungannya dengan para pemain yaitu Penguin (GNU/Linux)? Apakah saya akan tetap menonton film tersebut, jika peranan diganti dengan kunyuk?
Kedua, apakah karena juga merupakan film yang mengenang musik abad XX? Ketiga, apakah karena merupakan film dengan tema pelestarian lingkungan? Keempat, apakah karena film ini menekankan perihal penanganan ''perbedaan'' dasar antar sesama? Hm... bagaimana pendapat penonton?
Silakan mengisi Poll disamping kanan ini!

revisi 10.10.25-01

06 Agustus 2008

Heil Hitler!

Pemimpin negara yang paling bertanggung-jawab atas malapetaka Perang Dunia II (PDII) adalah Dul Hitler. Jika kurang kenal siapa dia, silakan mengkaji sendiri kelakuannya. So what? Pelajaran sejarah apa yang kita dapatkan?
Pada dasarnya -- apa pun yang terjadi -- seorang pemimpin yang paling bertanggung-jawab atas segala hal yang terjadi. Sang pemimpinlah yang harus membuat keputusan-keputusan, sedangkan para anak buah bertanggung-jawab untuk memberikan masukan-masukan agar pemimpin dapat membuat keputusan yang tepat. Kalau keputusan tetap dibuat tanpa mempertimbangkan masukan, sudah seharusnya anak buah tersebut mengundurkan diri.
Begitulah Hitler... memilih (memutuskan) untuk menghancurkan Jerman sebelum yang bersangkutan membunuh dirinya sendiri.

revisi 10.10.25-02