02 April 2009

Pengakuan Bersalah...

Hari ini saya membaca berita dengan judul kurang lebih "Polisi selidiki jebolnya Situ Gintung". Beberapa waktu lalu, ada berita tentang para pelaku seperti "Pilot", "Penjaga Pintu Kereta Api", "Pengemudi", dan sejenisnya menjadi pesakit di pengadilan. Hm, selalu saja tanggung jawab disalurkan ke ujung tombak. Ternyata para pembuat kebijaksanaan serta para pelaksana (eksekutif) tidak pernah tersentuh dan tidak pernah salah?!

Saat membayar pajak di Bank, ternyata hanya dilayani hingga jam 11:00 dengan syarat sistemnya sedang tidak down. Pelayanan publik macam apa, ini???

OK... OK... saya mengaku bersalah: Ternyata salah memilih saat Pemilu 1999, 2004 dan 2009 yang lalu. Mudah-mudahan pemilu 2014 lebih baik? Duh!

revisi 10.11.02-01

5 komentar:

  1. Ngga mungkin, Pak. Sama aja. Mana ada negara multi partai yg beres :)
    Apalagi indonesia bukannya tambah dikit malah tambah banyak partainya.

    BalasHapus
  2. mengapa yang salah "multi partai"?

    BalasHapus
  3. Ini menunjukkan kalau semua orang, bahkan yg ngga kompeten pun, ingin jadi bos.
    Mereka pikir kalo udah jadi bos bisa enak2an, dilayani. Padahal kan kalau ada sesuatu yg salah, si bos yg harusnya bunuh diri duluan.
    Sayangnya disini orang kecil selalu jadi kambing hitam para bos.

    BalasHapus
  4. Sogokan, uang pelicin, amplonya
    kurang Pak.

    Perlu digede-in lagi tuh..
    dengan begitu semuanya lancar.

    BalasHapus
  5. hmmm ..
    Tapi tetap harus "milih" kan Pak!
    dan kayaknya,
    kemungkinan besar ... Aku akan salah lagi nih!
    duuuuhhhh .... gimana ya ?
    :)

    BalasHapus