23 Februari 2011

CLONE Ke HardDisk Lebih Besar

Dari waktu ke waktu, terjadi peng-upgrade-an perangkat keras PC. Biasanya menjadi lebih canggih dengan DISK yang lebih besar. Catatan berikut ini ialah bagaimana caranya memindahkan isi DISK LAMA ke DISK BARU dengan sekalian memperbesar partisinya, tanpa harus install ulang.

1) Langkah pertama ialah mencopot disk BARU (KOSONG) serta dipasangkan ke PC LAMA. Apabila perangkat keras PC LAMA tidak memungkinkan untuk dua buah DISK, lakukan sebaliknya dengan mencopot disk LAMA untuk dipasangkan ke PC BARU.

2) Boot PC dengan dua DISK tersebut ke GNU/Linux. Lakukan penyesuaian isi /etc/fstab (jika diperlukan).

3) Umpama DISK LAMA terdiri dari tiga partisi: NTFS/Windows (/dev/sda1), Swap Linux (/dev/sda2), dan EXT4 (/dev/sda3). Kemudian, DISK BARU ialah /dev/sdb. Buatlah partisi DISK BARU dengan jumlah SAMA DENGAN atau lebih banyak dari pada DISK LAMA (Umpama, /dev/sdb1, /dev/sdb2, dan /dev/sdb3). Ukuran partisi sekurangnya SAMA atau lebih besar daripada partisi DISK LAMA. Silakan saja membuat partisi yang lebih kecil, asalkan memahami apa yang sedang diperbuat.

3) Format partisi /dev/sdb3 ke EXT4:
    # mkfs -t ext4 /dev/sdb3

4) Buat sistem swap /dev/sdb2:
    # mkswap /dev/sdb2

5) Mount /dev/sdb3:
    # mount /dev/sdb3 /mnt

6) Duplikasi isi /dev/sda3 ke /dev/sdb3:
    # nice -19 rsync -avx --delete / /mnt/

7) Perkenalkan partisi boot DISK BARU ke GRUB:
   # update-grub

8) Reboot ke mode Windows (DISK LAMA)

9) Download, lalu Install dan Jalankan  "EASEUS HOME EDITION" dari http://www.easeus.com/.

10) Lakukan "Partition Clone" sesuai dengan petunjuk gambar-gambar berikut ini. Jangan lupa memperbesar partisinya (lihat panah merah).


(untuk pembesaran, silakan klik foto di atas)
11) Reboot kembali ke GNU/Linux (DISK LAMA).

12) Supaya aman, jalankan:
    # grub-install /dev/sda
    # grub-install /dev/sdb

13) Copot kedua DISK serta pasangkan ke PC BARU. Atur BIOS agar BOOT mencari DISK BARU. Jika gagal, gunakan disk LAMA.

14) Coba BOOT ke WINDOWS mau pun GNU/Linux. Periksa apakah /etc/fstab dan swap sudah benar.

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi".
revisi 11.03.24-02

Gnome/Ubuntu: Desktop Berantakan

Secara "default", desktop Gnome/Ubuntu menayangkan isi dari folder "Desktop/". Namun entah karena glitch apa, tiba-tiba desktop dipenuhi isi seluruh Home Directory!Cara memperbaikinya ialah dengan membenahi isi dari berkas:
~/.config/user-dirs.dirs:
Nilai berikut ini harus dikembalikan menjadi:
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME/Desktop"

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanya".

revisi 11.03.24-01

22 Februari 2011

Ethernet: Non Auto Negotiation

(untuk pembesaran, silakan klik foto di atas)
Walau pun HUB dan Ethernet card sudah GigaBit, namun ternyata dapat saja infrastruktur (kabel data) masih belum mendukung, terutama saat padat traffic. Terpaksa, dilakukan modifikasi agar ethernet-nya tidak nego secara otomatis (non auto-negotiation) serta diganti menjadi permanen "100MBps Full Duplex".

Untuk Sistem Windows XP (lihat gambar di atas)

START --> CONTROL PANEL --> (Pick a category) Network and Internet Connections --> (Pick a Control Panel icon) Network Connections --> (KLIK KANAN) Local Area Connections --> Properties --> Configure --> Advanced:
Property: Speed & Duplex
Value: 100Mbps Full Duplex

Untuk Sistem Ubuntu
Tambahkan "mii-tool -F 100baseTx-FD" pada berkas /etc/rc.local.

Mungkin juga, ada cara yang lebih praktis?
Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanya".

revisi 11.03.24-02

19 Februari 2011

Cara Backup Blogger Blogspot

Sudah beberapa tahun ini, saya hepi-hepi saja dengan Blogger Blogspot. Namun, sesuai dengan syarat dan ketentuan GOOGLE, layanan mereka dapat dihentikan secara sepihak sesuka-suka mereka. Untuk itu -- sebaiknya "sedia payung sebelum hujan" -- dengan cara memiliki backup dari layanan tersebut.
Untung cara membackup Blogspot sangat mudah:
Settings --> Other --> Export blog --> Download Blog
akan menghasilkan berkas blog--BB-HH-TTTT.xml (BB: Bulan; HH: Tanggal; TTTT: Tahun). Berkas tersebut tinggal di kompres dengan bzip2 (umpamanya).
Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :).


Cara Backup GMAIL

Sudah beberapa tahun ini, saya hepi-hepi saja dengan GMAIL, terutama pengendalian SPAM-nya. Namun, sesuai dengan syarat dan ketentuan GOOGLE, layanan mereka dapat dihentikan secara sepihak sesuka-suka mereka. Untuk itu -- sebaiknya "sedia payung sebelum hujan" -- dengan cara memiliki backup dari layanan tersebut.
Terdapat 1001 cara mem-backup GMAIL; yang saya pilih ialah dengan secara berkala menyedot GMAIL ke Thunderbird Mail lokal dengan menggunakan IMAP (atau POP3).
Proses ini akan memakan waktu berhari-hari, terutama jika kita sudah kepalang menimbun GMAIL ber-giga-giga. Untuk itu, mungkin saja anda sebelumnya membuat filter yang mengelompokkan semua mail yang dengan attachment (lalu dihapus).

revisi 11.01.19-01

Solusi Darurat Generator Random Virtual Machine (gpg --gen-key)

AWAS: JANGAN TIRU TIPS BERIKUT INI
KALAU TIDAK MENGERTI
Grrr... setiap kali ingin menggunakan, sering lupa nama perintahnya. Maklum, perintah ini jarang digunakan. Karena itu, perlu dibuat memo dalam blog ini.
Permasalahannya ialah: perintah seperti "gpg --gen-key" membutuhkan banyak sekali entropi. Namun, sulit sekali menghasilkannya jika menjadi virtual guest. Penyelesaiannya ialah dengan membangkitkan entropi BOONGAN dengan menggunakan "rng-tools".
Pertama-tama, kita install paket tersebut:
# apt-get install rng-tools
Kedua-dua, kita tetapkan /dev/urandom sebagai penadah "rng" boongan tersebut:
# vi /etc/default/rng-tools
Ketiga-tiga, tambahkan:
HRNGDEVICE=/dev/urandom
Keempat-empat, dihidupkan:
# /etc/init.d/rng-tools start
Kelima-lima, silakan menikmati entropi extra, tapi boongan. Namun, cukup untuk tutorial (kelas) pembangkitan "gpg --key-gen" secara masal.
Tentu saja ada banyak tips yang lebih baik daripada ini. Waktu dan tempat kami persilakan...

revisi 11.02.19-01

15 Februari 2011

Daftar Propinsi Indonesia

Salah satu tugas koordinator Linux Counter Indonesia, ialah memelihara daftar nama propinsi di Indonesia. Dari waktu ke waktu, biasanya terjadi beberapa perubahan minor. Umpamanya, propinsi Nangroe Aceh Darussalam berdasarkan keputusan Gubenur di tahun 2009, memperpendek namanya menjadi Propinsi Aceh saja. Lalu, Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, juga diperpendek menjadi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Berikut, daftar propinsi di Indonesia:
  • Aceh
  • Bali
  • Banten
  • Bengkulu
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • Gorontalo
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Kepulauan Riau
  • Lampung
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Papua
  • Papua Barat
  • Riau
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Utara
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Sumatera Utara
11.02.15-00

02 Februari 2011

Format Flat XML Open Document OO.o (.fodt) Masih Bermasalah

Format Flat XML Open Document (.fodt) OpenOffice.org masih bermasalah. Tadinya, ingin digunakan agar dapat menggunakan revisi Subversion (SVN). Untuk sementara, saya masih menggunakan format .odt biasa.
revisi 11.02.02-00

01 Februari 2011

Melenyapkan Password Berkas PDF

AWAS: paket xpdf-utils konflik dengan paket-paket printer (cups) anda!

Terkadang mengganggu sekale, kalau berkas PDF dilindungi dengan password. Setiap membaca dengan "acroread", terpaksa memasukkan password, duh! Untung ada "evince" yang dapat mengingat password tersebut.
Cara lainnya ialah dengan melakukan konversi. Hasil konversi tersebut, dibalikkan kembali ke bentuk PDF:
$ pdftops -upw password berkas.pdf
$ ps2pdf berkas.ps
Sayang sekali, cara ini terkadang menghilangkan beberapa hal yang khusus untuk berkas PDF. Ada yang punya ide laen?

revisi 11.02.01-02