29 April 2011

Omong Kosong PREMIUM

(untuk pembesaran, silakan klik foto di atas)

Lama-lama kesal juga dengan terror/kampanye hitam perihal bahan bakar Premium. Pertama-tama, mengapa tidak dibuatkan aturan yang jelas perihal peruntukan Premium "Subsidi" tersebut?
Kedua, pihak yang dinyatakan "tidak mampu" tersebut akan menggunakan Premium untuk apa? Aha, ternyata mereka "mampu" memiliki kendaraan?! Bukan untuk kendaraan? Mengapa dijual bebas di SPBU?!
Semoga 2014 lebih baik!

revisi 11.04.29-00

28 April 2011

Android, the Memo

URLs

Android Applications List

  • Installed: PackageManager.getInstalledApplications()
  • Running: ActivityManager.RunningTaskInfo()
  • Services: ActivityManager.RunningServiceInfo()
Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :).


23 April 2011

Ubuntu 11.04 dan F%$#king Unity

Sekali lagi, kenapa sih mesti migrasi ke F%$#king Unity??? Sebenarnya sih, saya memang tidak pernah menjadi penggemar Gnome. Beberapa waktu lalu terpaksa migrasi dari Kubuntu (KDE) ke Ubuntu (Gnome) gara-gara versi awal dari KDE4 yang busuk luar biasa. Namun, mengapa harus migrasi lagi, sih?!

Sambil mendumel, terpaksa mencari informasi sana-sini perihal Unity:
  • http://unity.ubuntu.com/  merupakan situs untuk mulai berkenalan dengan unity. Uh-oh, ternyata Unity merupakan proyek Nazi, karena "Founded in 2010, the Unity project started by Mark Shuttleworth and Canonical has gone on to deliver a consistent user experience for desktop and netbook users alike."
  • http://askubuntu.com/questions/tagged/unity?sort=faq untuk memulai TILIL (Tanya Itu Lagi Itu Lagi/FAQ).
Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi".

revisi 11.04.23-00

18 April 2011

Wacana: SBF/ CGT

Computers Get Together (CGT) merupakan sebuah acara ajang apresiasi seni dan kreasi, silaturahmi sekali gus reuni dari alumni seluruh angkatan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI). Berdasarkan pengamatan lapangan, CGT lebih menjadi sarana "refreshing" para mahasiswa Fasilkom setelah pelaksanaan Ujian Tengah Semester Genap tahun berjalan (UTS bulan April). Dari tahun ke tahun, CGT dapat dikatakan kurang berhasil menarik perhatian dari para alumni. Tulisan ini merupakan sebuah wacana untuk lebih menarik perhatian untuk berkunjung/ mampir di Depok, baik para alumni Fasilkom, mau pun para mantan pekerja Fasilkom dan Pusat Ilmu Komputer (PUSILKOM) UI.

Pertama-tama, informasi perihal CGT harus lebih jelas dan dipersiapkan dengan lebih matang. Pemilihan Facebook Page sebetulnya sudah tepat. Lebih baik lagi, jika ditonjolkan bukan CGT tahun berjalan (2012), namun seluruh CGT terutama yang akan datang. Dengan demikian, akan ada halaman yang dengan mudah "ditemukan" melalui "Google". Sayang sekali pada halaman CGT yang sekarang, sama sekali tidak ada informasi perihal KAPAN penyelenggaraan CGT, mau pun APA yang akan menjadi acara CGT. Lebih menyedihkan lagi, tidak ada informasi/link perihal CGT pada situs BEM mau pun FASILKOM UI.

Kedua, berdasar butir pertama di atas, sudah seharusnya semua pihak untuk lebih menggalang kerja-sama. BEM seharusnya bertanggung-jawab untuk "melestarian pengalaman" dari panitia CGT tahun sebelumnya sehingga sampai pada panitia tahun berikutnya. Pihak Fakultas diharapkan secepat mungkin menetapan jadwal UTS, sehingga dapat ditentukan tanggal penyelenggaraan CGT. Humas dari semua pihak agar memastikan bahwa informasi tersebar dengan jelas, termasuk "cross-link" pada situs web masing-masing.

Ketiga, panitia CGT seharusnya memahami bahwa, selera para alumni tidak dapat dapat dipukul rata, serta mungkin saja sangat berbeda dengan selera para mahasiswa "dewasa muda". Untuk itu, perlu dipertimbangkan, bahwa alumni mungkin tidak tertarik untuk mengikuti sebuah "dress code" tertentu, atau mungkin juga tidak tertarik untuk menonton suara sumbang dari band musik yang dipersiapkan sekedarnya.

Oleh sebab maka dari itu, justru dengan ini diusulkan sebuah acara untuk alumni Fasilkom serta mantan pegawai Fasilkom/PUSILKOM, yang diselenggarakan pada hari yang sama dengan puncak kegiatan CGT. Untuk sementara, kegiatan ini diberi nama "SPRING BREAK FASILKOM" (SBF).

Berikut ini merupakan wacana SBF yang masih akan berubah/ bertambah/ berkurang berdasarkan usulan-usulan yang masuk.

1) SBF bukan merupakan kegiatan independen. SBF diselenggarakan bersamaan dengan CGT, sekitar jam 15:30 (setelah Ashar) hingga 17:30 (sebelum Magrib). Setelah itu, para peserta SBF dipersilakan bergabung dengan kegiatan puncak CGT (atau silakan pulang duluan).

2) SBF berbasis RSVP; artinya diharapkan konfirmasi jika ingin hadir. Dengan demikian, jumlah peserta dapat diantisipasi sejak awal.

3) SBF mengutamakan kualitas/ keakraban dari kuantitas/ masal. Pada tahun-tahun pertama, yang diharapkan hadir cukup antara 5 hingga 25 peserta.

4) SBF bersifat BYOS (Bring Your Own Snack). Dengan demikian, tidak perlu biaya/anggaran khusus, kecuali untuk penyediaan ruangan.

5) SBF dapat dimanfaatkan oleh Fakultas untuk "melacak"/ trace keberadaan para alumni.

6) Para alumni tidak diharapkan untuk hadir/ mampir pada acara SBF setiap tahun! Walau pun hadir SBF sekali seumur hidup sudah cukup, para alumni diharapkan berpartisipasi pada acara SBF setiap 5-10 tahun. Satu-satunya yang diwajibkan hadir ialah ketua ikatan Alumni Fasilkom (atau yang mewakilkan).

Berhubung kurang mendapatkan tanggapan, wacana ini dibekukan, dan penulis tidak lagi bersedia untuk membahasnya.
 


15 April 2011

Review: AHAtouch CDMA

(untuk pembesaran, silakan klik foto di atas)
Produk AHAtouch ini merupakan versi CDMA (AHA/Esia) untuk Huawei IDEOS U8150: murah-meriah, hanya 1.5 jeti sudah bisa bermain Andriod Froyo 2.2.
Dapat dibeli di agen Esia jalan Margonda Depok, seberang UI, sehingga tidak usah jauh-jauh ke "Trade Center". Hm... memang mulai ada Android dibawah 1 jeti. Namun, masih was-was karena mungkin nasib mereka serupa kasus banjir sepeda motor murah beberapa tahun lalu...
Secara umum, produk ini dapat dikatakan MEMUASKAN. Alamat kontak mereka, "AHAcare@aha.co.id" -- pun cukup responsive. Tentu saja, janganlah membandingkan produk ini dengan yang harganya jauh lebih mahal, dong!

Problem

Tentu saja, ada beberapa kekurangan dari produk ini:
Pertama, tidak dilengkapi "User Manual" yang memadai. Mungkin Bakrie Con berasumsi, bahwa yang beli HaPe dengan harga segitu tidak bisa membaca manual, hah?! Untung, ini Froyo 2.2 tulen, sehingga bisa download "Android User's Guide" yang versi generik.
Kedua, jarak antara "tombol" kebod virtual-nya sangat sempit, sehingga sangat tidak nyaman. Pada saat awal penggunaan, tingkat kegagalan/nyasar bisa mencapai 50%!
Ketiga, ketika mencoba fesbuk, semua "temen-temen" secara otomatis masuk ke dalam "contact". Padahal, sebagian besar dari mereka tidak mencantumkan nomor telepon. Sepertinya ini masalah "salah pencet saat konfigurasi", dan bukan masalah spesifik dari AHA Touch.
Keempat, walau pun kamera 3.15 Mpixel, namun hasilnya burem banget. Nggak level, kalau sudah terbiasa dengan produk Sony Ericsson, walau pun hanya 2 Mpixel!

Setting Awal

  • Mengubah dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris
    • PELUNCUR --> Pengaturan --> Bahasa & Papan Tombol --> Pilih Bahasa --> English
    • BACK
  • Short Cut "Settings"
    • LAUNCHER --> tekan lama "Settings" --> lepaskan di halaman muka.
  • Mematikan Fitur-fitur Pemakan Batere
    • Settings --> Display --> Brightness --> minimum
    • Settings --> Display --> Animation --> No Animation
    • Settings --> Display --> Screen Time Out --> 15 seconds
    • Settings --> Wireless & Networks --> WiFi --> OFF
    • Settings --> Wireless & Networks --> Bluetooth --> OFF
    • Settings --> Wireless & Networks --> Tethering --> USB --> OFF
    • Settings --> Wireless & Networks --> Tethering --> HotSpot --> OFF
    • Settings --> Accounts & Sync --> Background Data --> OFF
    • Settings --> Accounts & Sync --> Auto Sync --> OFF
    • Settings --> Location & Security --> Wireless Network --> OFF
    • Settings --> Location & Security --> GPS --> OFF
Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :).
revisi 11.05.10-05

08 April 2011

Ubuntu Unity No -- Gnome Yes!

Bagi penggemar Andriod, atau smart-smartan yang laen, Unity mungkin sesuatu yang mantap.  Namun bagi yang sudah terbiasa Gnome Classic (setelah sebel dengan KDE4), nggak langsung terbiasa menggunakan interfes baru ini.
Dewasa ini, Ubuntu beralih ke Unity. Nah, bagemanakah caranya mengubah balik ke Gnome Classic?
Percobaan #1 (cara barbar): 
   /bin/rm -rf /home/myhomedir/
   mkdir /home/myhomedir/
Nggak bisa, gan! Dia tetap saja masih jadi unity.
Percobaan #2 (config):
   sudo apt-get install compizconfig-settings-manager
   ccsm
   (ngoprak-ngoprek)
Wah, ribet. Unitynya memang mati namun nggak balik jadi Gnome Classic.
Percobaan #3 (setup gdm):
Untuk Ubuntu 11.04, saat login, kita bisa milih "Ubuntu Classic" yang merupakan Gnome Asli. Tidak repot-repot sama sekale!
(untuk pembesaran, silakan klik foto di atas)
Percobaan #4 (gnome-shell)
Untuk Ubuntu 11.11, kita harus install "gnome-shell" agar ada pilihan GNOME Classic.
sudo apt-get install gnome-shell

Hanya saja belum ketemu tombol "show desktop". Untuk sementara, terpaksa menggunakan "CTRL-ALT-D".

Catatan
OK-OK, unity sekarang sudah lebih matang sehingga dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Saya beralih ke unity mulai versi 13.04... :)

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :).


07 April 2011

Ubuntu: Tombol Volume Hilang

Entah karena klik apa, kadang-kadang tombol volume dapat hilang dari panel. Untuk memunculkan kembali, klik kanan pada panel tersebut, lalu pilih "Add to Panel..."
(untuk pembesaran, silakan klik foto di atas) 
Selanjutnya, pilih "Indicator Applet", sehingga tombol volume akan muncul kembali di panel.
 (untuk pembesaran, silakan klik foto di atas)
(untuk pembesaran, silakan klik foto di atas)
Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :).

revisi 11.05.06-01