21 Maret 2016

McD Drive Thru: Beberapa Masalah

  1. Kenapa sih kontak langsung diganti dengan "speaker"? Lebih nyaman kalau order langsung!
  2. Tempilan Menu: Tampilan menu tidak lengkap. Terdapat
    beberapa tampilan yang tidak terlihat dari sudut pandang supir/
    pemesan.
  3. Lingkungan Bising: Saat pemesanan terkadang harus sampai berteriak. Seharusnya McD menggunakan teknologi penghapus bising (noise cancelling) yang biasanya digunakan pada ponsel.
  4. Bahasa Inggris: Mengapa harus memesan dalam bahasa Inggris di Negara Kesatuan Republik Indonesia? Mengapa tidak diterjemahkan? 
  5. Nama Sederhana: "Menu Satu" lebih mudah diucapkan dari pada nama panjang seperti: "Sausage McMuffin with Egg". Mengapa harus memesan dengan nama panjang? Terkadang mesti teriak lagi!
  6. Istilah: Apakah para pengunjung harus menghafal perbedaan antara "ala carte" dan "paket"? 
  7. Display Terminal tidak selalu hidup sehingga pengunjung tidak
    dapat memeriksa apakah ordernya sudah sesuai.
  8. "Mode Manual/ Closing". Dahulu, ketika penggantian hari berlangsung jam 24; timbul masalah sebab masih banyak outlet McD yang masih sibuk melayani pelanggan. Sekarang sepertinya telah beralih ke jam 3-4 pagi. Sayang sekali, ada outlet "malas" seperti Bintaro sering masih manual saat jam 06:00 pagi!
  9. "Struk/ Tax Invoice". Seharusnya, struk pembayaran diberikan saat pembayaran. Kenyataaannya, struk (yang kurang hiegenis!) dimasukkan ke dalam kantong bercampur dengan

    pesanan seperti "french fries" dst. Malah, outlet "malas" seperti Bintaro sering sekali TIDAK memberikan struk saat "mode manual/ closing". Jangan-jangan, ngemplang pajak, neh! 
  10. Selain masalah "Drive Thru" ada masalah kelengkapan
    personal; yaitu "Manager In Charge". Apakah McD Simatupang dibiarkan beroperasi tanpa MiC?
  11. WC Pria di McD Simatupang terlalu sempit. Seharusnya, pintu
    bmembuka ke arah luar. Bagai mana nih?

DISKLAIMER

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.



Kantong Plastik: 4 Tahun Kemudian

Sejak 16 Maret 2012 lalu, saya menempelkan sebuah kantong plastik "hijau" pada papan dinding di ruang kerja. Empat tahun kemudian, kantong tersebut masih "terlihat utuh", padahal sudah sangat rapuh. Saat dilepas dari papan dinding, bagian atas kantong langsung remuk menjadi serpihan. Setelah diabadikan, dengan sekali kerumus, seluruh kantong berubah menjadi serpihan-serpihah kecil.

Saat empat tahun lalu, kampanye "hijau" baru dimulai. Kini, telah dipertegas dengan ketentuan bahwa kantong plasik tidak lagi gratis (Rp. 200). Menurut saya, terlalu murah! Seharusnya, gunakan kembali bongsang dengan harga Rp. 2000.-!

untuk pembesaran, silakan klik foto ini

DISKLAIMER

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


07 Maret 2016

UU no 24/2013 ps 1:14 perihal masa laku eKTP

Kita sering mendengar bahwa berdasarkan aturan baru, eKTP berlaku seumur hidup. Namun jarang sekali yang menyampaikan bahwa perubahan ini ada dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2013, pasal 1 ayat 14 perihal perubahan pasal 64 ayat 7 (UU no 23 tahun 2006):

untuk pembesaran, silakan klik TULISAN ini

DISKLAIMER

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.