Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

26 Juli 2022

Teknologi Informasi Indonesia 2020-2030

Teknologi Informasi Indonesia 2020-2030

Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia
2020-2030.
Langkah awalnya, posting judulnya saja. 
Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!




DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

21 Oktober 2020

Teknologi Informasi Indonesia 2010-2020

Teknologi Informasi Indonesia 2010-2020

Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia 2010-2020. Langkah awalnya, posting judulnya saja.

Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Teknologi Informasi Indonesia 1990-2000

Teknologi Informasi Indonesia 1990-2000

Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia 1990-2000.

 

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Teknologi Informasi Indonesia 1980-1990

Teknologi Informasi Indonesia 1980-1990


Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia 1980-1990. Langkah awalnya, posting judulnya saja.

Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!


Peristiwa 1980-an yang jarang dibahas:
* AUSEAnet
* CoSy
* Dial Up BBSs
* Email/Pesan/Mikas/Lodan
* Ethernet
* Fidonet
* KA9Q
* Novell Netware
* PackSatNet
* Program Pendidikan Jarak Jauh Indonesia Timur
* Uninet
* UUCP
* TCP/IP
* X.25 SKDP
* WordStar (MicroPro Corp.) merupakan Word Processor perintis.  Secara sangat perlahan digunakan di Indonesia mulai pertengahan tahun 1980an. Perangkat lunak berjalan diatas CP/M (Apple), dan DOS (PC).



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Teknologi Informasi Indonesia 1970-1980

Teknologi Informasi Indonesia 1970-1980


Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia 1970-1980. Langkah awalnya, posting judulnya saja.

Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!


MEMO

  • Pada tahun 1970an, sistem utama di PUSKOM ITB ialah keluarga IBM 140X.
  • Kapasitas maksimum CPU IBM 1401 ialah 16000 words.
  • Mahasiswa membawa program bahasa Fortran IV dalam bentuk "punch card" (Hollerith Card). Sebuah "punch card" dapat berisi satu baris maksimum 80 karakter.
  • Ukuran record basis data mahasiswa ITB pada saat itu ialah 80 karakter (= 1 punch card).
  • Kalau "kursus" komputer di akhir tahun 1970an, makan akan belajar bahwa komputer "kecil" memorinya hingga 16kB. Komputer "sedang" memorinya antara 16-64kB. Dan komputer "besar" memorinya diatas 64 kB.
  • Biaya sewa komputer Comodore PET ialah Rp. 2000 per jam.
  • Nilai US$ 1 sebelum 1978 setara Rp. 415. Setelah KNOP-15, US$ 1 = Rp. 630.







DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Teknologi Informasi Indonesia Sebelum 1970

Teknologi Informasi Indonesia Sebelum 1970 Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia Sebelum 1970. Langkah awalnya, posting judulnya saja. Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

02 Mei 2020

Perbandingan Luas Indonesia

Berapa luas Indonesia? Mari kita bandingkan dengan beberapa wilayah lain di dunia!


Luas Indonesia dibandingkan dengan Eropa

 
Luas Indonesia dibandingkan dengan Amerika Serikat.


Luas Indonesia dibandingkan dengan Amerika Selatan.


Luas Indonesia dibandingkan dengan Afrika Utara.


Luas Indonesia dibandingkan dengan Republik Rakyat Cina.

RUJUKAN


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

27 April 2018

8 Mei 1992: Paguyuban Network Indonesia

Pendahuluan

Tulisan ini mencoba menghimpun informasi perihal Paguyuban Network Indonesia, atau juga hanya Paguyuban: asal-usul, mengapa namanya demikian, serta apa saja yang pernah terjadi. Paguyuban ini merupakan sebuah sebuah OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) seputar awal 1990an.

Batasan tulisan ini ialah seputar pertemuan 8 Mei 1992; keadaan sebelum pertemuan tersebut, asal-usul istilah "Paguyuban", serta sekilas keadaan setelah pertemuan tersebut. Hampir tidak ada catatan resmi perihal paguyuban ini. Apa lagi, ini terjadi puluhan tahun yang lalu. Karena itu, mungkin tidak pernah akan ada informasi yang lengkap. Dari pada tidak ada sama sekali, berikut ini beberapa catatan yang berhasil dikumpulkan.

PAKTO 1988

Semuanya bermula dari Paket Kebijaksanaan Oktober 1988 atau lebih dikenal dengan PAKTO 88. Berdasarkan PAKTO 88 tersebut, siapa pun dapat mendirikan sebuah bank baru dengan mudah dan murah. Sejarah kemudian mencatat bahwa sepuluh tahun kemudian, sebagian bank-bank baru tersebut (dan juga bank-bank lama) menjadi berantakan pada sebuah peristiwa yang disebut Krisis Moneter (KrisMon) 1997-1998.

Tulisan ini tentunya bukan perihal dunia perbankan. Hanya saja, salah satu efek samping PAKTO 88 ialah keperluan Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi (SDM TI) yang luar biasa. Untuk memenuhi keperluan SDM TI tersebut, terjadilah exosdus SDM TI yang ada, termasuk dari instansi pemerintahan dan perguruan tinggi! Terjadilah perjuangan melawan "brain drain" SDM TI yang terjadi pada awal 1990an di instansi pemerintahan dan perguruan tinggi.

Teknologi Informasi Indonesia di Awal 1990an

Pada awal 1990an, perangkat Teknologi Informasi masih didominasi komputer raksasa seperti "MainFrame" dan "SuperMini". Ukuran perangkat komputer raksasa tersebut... ya besar sekali. Setiap perangkat seperti CPU, DISK, CONTROLLER, biasanya sebesar lemari pakaian!

Bentuk fisik LAN (Local Area Network) didominasi kabel koaksial yang rawan sambaran petir! WAN (Wide Area Network) yang banyak menggunakan  teknologi seperti X.25 dan sirkit sewa (leased line) PTP (Point to Point).

Beberapa LAN mulai menggunakan TCP/IP. Umpamanya, LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) menggunakan alamat IP 141.103/16 sejak 10 Juli 1990. Universitas Indonesia memiliki alamat IP 192.41.206/24 sejak 24 Juni 1988 dan 152.118/16 sejak 15 Agustus 1991.

Beberapa pihak mulai bereksperimen dengan link Radio. Radio link LAPAN yang pertama merupakan kerja sama antara LAPAN dan DLR (Deutsches Zentrum fuer Luft-und-Raumfahrt). Kontak DLR ialah Prof. Carl-Herbert Rokitansky. Pihak LAPAN ialah Rakhim Yuba, Joko, Harmono, Purwanto, Hendi dan M. Ichsan. Pemasangan link radio HF oleh Rakhim Yuba, Joko, Kholik, Purwanto. Terdapat link BPPT (Thamrin) - LAPAN (Pemuda) dan BPPT (Thamrin) - LAPAN (Ranca Bungur). Antenna Yagi VHF/UHF di BPPT dipasang oleh M. Ichsan di atap gedung 1 BPPT. Antenna tersebut dipasang paling tinggi di atas tower air dengan antenna oleh pasang Majid, Eko, M. Ichsan dan Edwin Winarno. Tahun 1993/1994, M. Ichsan mengalihkan coax dari lantai 14 ke lantai 20.

Untuk email -- umpamanya di Universitas Indonesia -- dimanfaatkan teknologi "orang miskin" yaitu "UUCP" (Unix to Unix Copy) dengan komunikasi dial-up.

Pengelolaan Teknologi Informasi di Awal 1990an

Berkecimpung dalam dunia Pengelolaan Teknologi Informasi di awal 1990an merupakan sebuah penderitaan! Para pengguna (users) -- terutama yang baru pulang dari luar negeri -- menuntut hal-hal yang seperti "di sana". Di pihak lain, hampir tidak ada bantuan, karena semua pihak "TIDAK TAHU SAMA TIDAK TAHU"!

Saat tersebut merupakan era sebelum "GOOGLE-SANA-GOOGLE-SINI"! WWW baru lepas landas sekitar tahun 1994, serta Google baru muncul tahun 1996! Pada awal tahun 1990an, kontributor TERBESAR untuk dukungan TEKNIS berasal dari sebuah MILIS (Mailing List) yang bernama PAU-MIKRO. Pada awalnya, milis ini merupakan medium komunikasi para staf Pusat Antar Universitas (PAU) Mikro-Elektronika (MIKRO) di Institut Teknologi Bandung. Sebagian besar anggota milis tersebut sedang tugas belajar di luar negeri. Sayang sekali, hingga penulisan ini, belum ditemukan arsip dari milis PAU-MIKRO tersebut.

Hampir semua institusi dapat dikatakan menghadapi permasalahan yang sama. Karena itu, timbullah wacana untuk mengadakan pertemuan untuk membahas bagaimana caranya mengatasi permasalahan bersama. Sayang sekali, tidak ditemukan informasi lebih lanjut bagaimana sampai akhir terjadi pertemuan darat.

Pertemuan 8 Mei 1992

Pada hari Jumat, tanggal 8 Mei 1992 sore, berlangsung sebuah pertemuan informal di ruang rapat gedung A, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Kelompok pertemuan ini,  kemudian lebih dikenal dengan nama Paguyuban Network Indonesia.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh peserta (namun TIDAK mewakili) dari BPPT (3 peserta), Fakutas Teknik UI (1 peserta), LAPAN (7 peserta), STT TELKOM (3 peserta). Beberapa dari peserta telah almarhum (RIP). Saya TIDAK memiliki daftar lengkap peserta pertemuan tersebut. Umpamanya peserta dari LAPAN: apakah yang hadir pak Harmono atau pak Hendi G? Apakah ada yang ingat?
  • Abdul Muthalib (Fasilkom UI, RIP)
  • Adrianti (LAPAN)
  • Bagio Budiardjo (atau Arman) (?) (Fakultas Teknik UI)
  • Cholik (LAPAN)
  • Imam Sudarwo (BPPT)
  • Firman Siregar (BPPT, RIP)
  • Harmono (atau Hendi Gunawan) (?) (LAPAN)
  • Haydin Syafrudin (Fasilkom UI)
  • Joko (LAPAN)
  • M. Ichsan (LAPAN)
  • M. Sahry Ramadhan (BPPT)
  • Purwanto (LAPAN, RIP)
  • Rahmat M. Samik-Ibrahim (Fasilkom UI)
  • R. Toto Santoso (BPPT)
  • Rakhim Yuba (LAPAN, RIP)
  • [?] (STT Telkom)
  • [?] (STT Telkom)
  • [?] (STT Telkom)

Hasil langsung dari pertemuan Paguyuban tersebut ialah dibukanya:
  • link UUCP antara BPPT dan UI (Salemba)
  • link radio 407 MHz antara UI (Depok) dan LAPAN (Rancabungur - Bogor),
  • serta kemudian disambung link radio 139 MHz antara LAPAN (Rancabungur) dan ITB.
Apa saja yang dibahas pada pertemuan tersebut, dan apa kesepakatannya? Konon, jaringan yang ada pada masing masing institusi saat tersebut umumnya   (kecuali STT Telkom) telah memakai protokol TCP/IP.

Pasca Pertemuan (fixme)

Pertemuan 8 Mei 1992 hanya menghasilkan sesuatu yang tidak resmi (informal) tanpa payung hukum yang jelas. Karena kegiatan tidak resmi,  maka timbullah istilah "Paguyuban". Selanjutnya, istilah "Paguyuban" menjadi identik dengan kerja sama informal antar pelaku Network secara umum, link radio secara khusus.

Epilog (fixme)

Batasan tulisan ini ialah seputar pertemuan 8 Mei 1992; keadaan sebelum pertemuan tersebut, asal-usul istilah "Paguyuban", serta sekilas keadaan setelah pertemuan tersebut. Tentu saja, sama sekali TIDAK mencerminkan seluruh kegiatan seputar jaringan di Indonesia, karena bukan merupakan tujuan tulisan ini. Mungkin perlu dibuat tulisan terpisah yaitu "30 Tahun Jaringan Internet" di Indonesia, atau semacamnya? Silakan saja, dan penulis percaya bahwa banyak pihak lain yang lebih mengetahui dan kompeten dalam topik tersebut.

Rujukan (fixme)

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terimakasih, terutama untuk:
  • Adrianti (1992: LAPAN)
  • Hendi Gunawan (1992: LAPAN)
  • M. Ichsan (1992: LAPAN)
  • M. Sahry Ramadhan (1992: BPPT)
  • R. Toto Santoso (1992: BPPT)
atas masukannya.


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

04 Februari 2018

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Internet

Entah bagaimana jawabannya, namun berikut merupakan pertanyaannya:
  • Bagaimana gambaran teknologi Internet di Indonesia saat kali pertama hadir?
  • Seperti apa infrastuktur internet di Indonesia kala itu?
  • Siapa saja yang menggunakan internet di Indonesia kala itu?
  • Internet saat itu digunakan untuk apa saja?
  • Dengan teknologi internet yang ada saat itu, kira-kira berkirim email ke luar negeri, membutuhkan waktu berapa lama?
  • Tantangan utama kala pertama kali memperkenalkan internet di Indonesia?
  • Berapa lama proses edukasi perkenalan internet di Indonesia kala itu?
  • Adakah momen atau peristiwa tertentu, yang menjadi titik balik, bagi perkembangan internet di Indonesia? 
  • Siapakah tokoh sentral, yang menurut bapak menjadi sosok utama dalam masuknya internet di Indonesia.
  • Perubahan apa saja yang bapak lihat, antara sejarah awal Internet di Indonesia dengan penetrasi saat ini? 
  • Menurut bapak, apakah perkembangan serta maksimalisasi penggunaan internet saat ini sudah sesuai jalurnya?
  • Bagaimana dukungan pemerintah dalam perkembangan internet di indonesia, baik dari awal hingga saat ini?

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

21 Desember 2017

Diskusi Sejarah Internet Indonesia


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

19 November 2015

Investigasi Tempo: Jejak Suap Resep Obat
















DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

23 Oktober 2012

Kesetaraan (Equal)

Apakah di wilayah "Timur" ini, terdapat  pemahaman tentang konsep "kesetaraan" (equal)? Kelihatannya, konsep yang paling dekat yang ada ialah "adil" dan "beradab". Namun, adil itu belum tentu setara, dan demikian juga beradab. Tanpa kesetaraan ini, berakibat kebiasaan bertindak yang menghasilkan kebijaksanaan diskriminatif.

Dalam sistem kepegawaian yang diskriminatif, gaji seseorang tidak ditentukan berdasarkan kinerja, namun berdasarkan jenis ijazah yang dimiliki. Ijazah pun sering digunakan sebagai "prasyarat" kedudukan tertentu, walau pun Ijazah tersebut didapatkan puluhan tahun sebelumnya, sehingga sebetulnya tidak relevan. Bahkan perguruan tinggi menganut sistem diskriminatif "dobel": "ijazah" dan golongan "dosen/non-dosen". Sistem ini sangat merugikan pihak yang bukan dosen dan berijazah rendah. Belakangan ini, bahkan mulai diterapkan sistem diskriminatif "triple". Jenis pekerjaan tertentu dianggap terlalu "rendah" sehingga formasi pekerjaan tersebut dihapus serta diganti dengan sistem "out source". Dari pengamatan, nasib pekerja "out source" sering lebih buruk dari pada pegawai tetap.

Masih banyak hal lain yang diskriminatif selain dari sistem kepegawaian. Para dosen menolak mahasiswa bersandal-jepit, karena menganggap sandal-jepit tidak setara dengan sepatu. Para mahasiswa senior memperlakukan mahasiswa baru sesukanya, karena mereka tidak dianggap setara. Dan-lain-lain, dan seterusnya.

Semoga 2014 lebih baik (Nyatanya Tidak) !
Semoga 2019 lebih baik (Nyatanya Tidak) !
Semoga 2024 lebih baik (Duh) !


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

20 Juli 2012

Kisah Sirene Ngaheong

Alkisah sebuah bangunan Fabrik tua, yang telah berdiri sudah lama sekali. Kalau penduduk sekitar ditanyai perihal Fabrik tersebut, biasanya akan menjawab "Fabrik itu sudah berdiri sebelum aku lahir, bahkan sebelum orang tuaku lahir..." Jika pada awalnya sekeliling Fabrik merupakan tanah dan ladang kosong, kini telah berkembang beberapa perkampungan.  Setiap pukul 7:00 pagi tepat, sirene Fabrik berbunyi kencang, menandakan akan dimulainya sebuah shift baru. Suara sirena terdengar nyaring  hingga puluhan kilometer dari Fabrik: "Ngaheong" menurut istilah penduduk setempat.

Para pendatang pun berkembang-biak memenuhi perkampungan sekeliling Fabrik tersebut. Perkampungan pun berkembang, dengan didirikan fasilitas seperti balai desa, pasar, puskesmas, dan sekolah. Ada sebuah tradisi yang unik yang berkembang sekeliling Fabrik: semua sekolah memulai pengajaran setelah sirene pagi "Ngaheong".

Secara turun temurun, damai dan tenteram, setiap pagi sekolah dimulai setelah terdengar sirene pagi "ngaheong". Tidak ada yang tahu sejak kapan. Kalau penduduk ditanyai perihal "ngaheong", biasanya akan menjawab "Ngaheong itu sudah sejak sebelum aku lahir, bahkan sebelum orang tuaku lahir..." Bisa jadi sejak pertama kali setiap sekolah dibuka, standar waktu yang digunakan ialah WIN (Waktu Indonesia Ngaheong). No problemo....

Sekolah-sekolah terletak sekitar 20 km dari Fabrik. Berdasarkan teori rambatan suara (Fisika), sebetulnya "Ngaheong" pukul 07:00 pagi baru akan terdengar di sekolah-sekolah sekitar satu menit kemudian. Dengan kata lain sejak dulu kala, tradisi WIN itu berselisih sekitar satu menit dengan WIB yang digunakan diluar kampung tersebut.

Masalah yang timbul ialah, apakah sekolah akan tetap memanfaatkan WIN yang sudah turun temurun atau beralih menggunakan WIB? Hal ini menimbulkan perpecahan, sehingga ada sebagian murid masuk kelas jam 07:00, dan sisanya menyusul setelah mendengar sirene "Ngaheong".

Semua pihak ngotot dengan argumentasinya masing-masing. Pihak TRADISIONALIS berkukuh, bahwa sejak awal sekolah berbasis WIN, sehingga kalau pun mau dikonversi ke WIB, harus tetap mulai jam 07:01. Pihak lainnya yang menyebut diri dengan SEIKO-diah, mengatakan bahwa "Ngaheong" terjadi jam 07:00, sehingga sekolah seharusnya dimulai pada jam 07:00 tersebut. Nama kelompok SEIKO-diah berasal dari merek sebuah jam buatan Jepang. Menurut kabar terakhir, hingga kini, masalah ini belum terpecahkan.

Catatan:
Saya alumni Fisika (FI-2179007, TPB-0790204) pernah tinggal di jalan Taman Sari (sebelah Unisba) saat kuliah di Institut Tikungan Balubur. Setiap pagi mendengarkan sirene fabrik Kina "Ngaheong".



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

30 Maret 2011

Dirjen Gayus

Heran... Hare Gene masih menggunakan kertas dengan ukuran Folio! Apakah dirjen Gayus belum pernah mendengar bahwa kebanyakan rakyat menggunakan kertas ukuran A4?

Mengapa dirjen Gayus belum mampu menerima transfer bank biasa? Mengapa harus dengan formulir khusus yang harus diambil di kantor Gayus, tapi harus membayar ke Bank? Apa salahnya, kalau Bank menyediakan formulir pembayaran?

Kualitas dirjen Gayus tercermin dari kemampuan untuk membuat sebuah daftar lokasi "Drop Box" yang acak-acakan.

Yang pasti: Dirjen Gayus TIDAK MAJU! Semoga 2014 lebih baik!

Tertanda,

"The Pissed Off Tax Payer, Just Filled SPT 1770S for 2010"


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

25 Agustus 2010

Misteri Box Sampah



Pada foto di atas terlihat sebuah tempat sampah besar, sebidang meja, pengumuman agar "tidak menempatkan sampah di atas meja", (namun ada) sampah dalam wujud box bekas makan. Kira-kira apa yah, yang terfikir oleh pihak yang meletakkan box makanan tersebut?


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

31 Desember 2009

Believe It or Not: Indonesia

Susilo Bambang Yudhoyono

(c) 2010-06-09 Ripley Entertainment

Mud Volcano Sidoarjo


(c) 2009-12-31 Ripley Entertainment

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

07 April 2008

Fasilitas Penghapusan Sanksi PPh



Biar cuma satu LBDB, tapi bayar pajak dong!

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

14 April 2005

The other story of free Ubuntu 4.10 Warty Warthog CD (2004)

 The first GNU/Linux distribution (Ubuntu 4.10 Warty Warthog) appeared in 2004. We can even ask to be sent a CD (Compact Disk) at no cost, including shipping. However, because the shipment comes from abroad, it turns out to be subject to import duties! The following is a collection of comments at the time. See also the announcement.


[...]
tapi hikss... hikss... pajak dan bea masuknya gede juga untuk ukuran anak kuliahan.
[...]
(wa2n, 16 Dec 2004)

[...]
Sabtu kemaren juga menerima (saya di Jogja). Saya pesan 10 paket Ubuntu (jadi 20 keping cd karena satu paket ada dua yaitu Live CD dan Instalasi), "cuma" membayar Rp 7000,00. setahun lalu dapat kiriman 1 cd dari luar negeri, juga membayar Rp 7000,00. 1 keping sama 20 keping nggak ada bedanya yah???;
[...]
(gwijayas, 19 Dec 2004)

[...]
Doh... susah deh Indonesia mau maju ya, program udah dibikin gratis sama yang bikin, eh malah dipajakin sama pemerintah.
[...]
(Harry Sufehmi, 21 Dec 2004)

[...]
Saya pernah terima kaos gratis dari Google. Pada paketnya ada label yang menjelaskan bahwa paket tersebut gratis. Jadi saya hanya membayar uang administrasi, kalo nggak salah Rp 5.000,00.
[...]
Saya juga beberapa kali beli buku dan CD dari luar tapi belum pernah kena charge mahal-mahal. Bingung kalau berurusan dengan BUMN, suka tidak transparan.
[...]
(ERIK, 21 Dec 2004)

[...]
Grrr.... Mereka mau memalak Rp. 242.000.- untuk menembus CDROM Ubuntu. Rasa-rasanya, ini merupakan bukti cukup bahwa tidak ada gunanya berurusan dengan birokrat seperti I(diot)GOS!
[...]
(Rahmat M. Samik-Ibrahim, 11 Jan 2005)

[...]
Hehehee... setelah saya kena hampir seratus ribu untuk 20 paket. Ternyata ada yang disuruh bayar lebih mahal ;) nasiiibbb.... kantor pos :P
[...]
(wa2n, 12 Jan 2005)

[...]
Waduh, saya di sleman-jogjakarta, dapet kiriman ubuntu 5 pasang gak dimintain apa2 sama pak posnya.
[...]
(pilate, 13 Jan 2005)

[...]
Kantor posnya yang mana dulu? Saya terima 10 paket (20 cd) 7000. Sabtu lalu terima 2 paket (4 cd) juga masih 7000. Laban terima 60 paket (120 cd) juga 7000. Saya dan Laban tinggal di Jogja;-).
[...]
(gwijayas, 12 Jan 2005)

[...]
Kebetulan saya lebih beruntung seperti sebagian yang lain...saya hanya membayar Rp.7000 dari 20 paket (40 CD).
[...]
(za iza, 15 Jan 2005)

[...]
Pada minggu pertama bulan Januari paketnya datang. Aku cek bener 60 paket (== 120 CD). Dan aku cuma bayar Rp.7000,- untuk bea masuk (bea cukai), bayarnya di kantor pos..
[...]
(Okto Silaban, 30 Jan 2005)

Saya cerita deh kronologisnya soalnya di Solo saat ini baru saya yg pertama bisa mengeluarkan CD dari ubuntu ini tanpa kena "palak" pabean.
  • ditelepon dah 3x ke kantor tapi pas gak di kantor terus, pesen di CS kalo saya dapet kiriman CD dari Belanda
  • dapat surat panggilan untuk mengambil paket post yg isinya bla..bla...paket ini dapat diambil dengan membayar Rp. 1.544.473,- bla..bla.. WAHH.....
  • telp yg ke 4 kebeneran saya terima

pos: ada paket pak CD sejumlah 50 kapan mo diambil? (bayangin 4x telp plus surat panggilan.. intinya paket cepet diambil mereka cepet bagi² duit)

me: ya besok saya ambil tetapi kalau disuruh bayar segitu.. mending gak saya ambil buat bapak aja deh...temen² aja ngambil cuma 3000 perak soalnya itu kan gratis lagian untuk community & edukasi bla.. bla...

pos: kalau memang gitu kan ada suratnya, kalau bisa nunjukin suratnya bisa kira proses

me: OK saya akan ke kantor pos dan bawa suratnya (sambil mikir dari mana dapet suratnya yg menyatakan free ya?? apa print aja web shipit.ubuntulinux.org...)

- sambil baca-baca shipit.ubuntulinux.org ketemu ini
http://www.ubuntulinux.org/support/documentation/faq/shipit/ dibagian yg bawah ternyata si Benjamin Mako udah memprediksi di negara tertentu pasti terjadi masalah serupa dengan kita abis itu dapat tuh statmentnya tinggal print http://people.ubuntulinux.org/~mako/ubuntu_cds-customs_letter-generic.pdf plus data Account Ubuntu CD Distribution Database yg saya printscreen (soalnya gak bisa di copy) trus saya lampirkan buat data kalau saya tuh bener order 50CD.

- kekantor pos
me: saya mo ngambil paket bla...bla...ni suratnya yg menyatakan free pabean: gini mas bla..bla... dihitung tuh CD X bea bla..bla.. diturunin 1jt bla..bla.. diturunin 800rb bla..bla... (initinya berapapun asal dapet, dari pada gak :)))

me: (FULL Dramatisir..:)) saya gak dapet kontirbusi apa² dari adanya ini pak, apalagi duit malah saya repot harus mendistribusikan ini bagi² buat sosialisasi dan pembelajaran, ehh malah harus bayar, kalau memang harus gitu ya biar aja deh saya tinggal di sini aja tuh CD toh saya juga gak rugi malah gak perlu bagi²in ke orang², pokoknya kalau saya harus mengeluarkan biaya sepeserpun untuk ini saya gak bisa pak

pabean: OK deh gini aja khusus untuk mas kita bebaskan karena ada suratnya bla..bla.. (AKH.... sok birokratis), tapi tolong ya mas "sttt...jangan bilang keteman² mas yg lain kalau ambil ini gak kena bea" karena pada kesempatan yg sama ada juga yg order selain saya (dari saya gak dapet tapi dari yg lain mungkin msh bisa "gitu lho" :))

pabean: boleh saya minta 5 buah buat cobain (wong pake komp. aja gak bisa pada awal pembicaraan dia bilang :)))

me: boleh, silahkan saja (gak dapet duit CD Ubuntu buat gantung di pintu kamar gak apa-apa deh)

me: bapak (orang pos) juga mau nih saya kasih juga (1 saya kasih)

Akhirnya.... ambil di loket bayar Rp. 3000 (biaya bea lalu)+Rp. 4000 (biaya bungkus ulang)+potong 6CD.... sampai deh di kantor lagi.

(Cahyo, 1 Apr 2005)

[...]
Kalo utk daerah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.. bisa ambil gratis ke kantor saya.. saya kemarin dapet kiriman 234 paket.. hehehe :-D dan cuman bayar 7000rp tanpa basa-basi..
[...]
(Cahyo Darujati, 2 Apr 2005)

[...]
Di Jakarta ada yg malah dianter sampe rumah berarti kan ga keluar uang sama sekali?
[...]
(Arie Kusuma Atmaja, 2 Apr 2005)


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

07 Februari 2005

Gong Xi Fa Cai - Hong Bao Na Lai!

Ada tiga keheranan;

Pertama, mengapa Imlek lebih meriah dibandingkan Muharam?

Kedua, tahukah anda bahwa mengucapkan "Gong Xi Fa Cai" seharusnya dilakukan "menjelang/sebelum" tahun baru dimulai! Jadi, TERLAMBAT jika sudah tahun baru!

Ketiga, ejaan mana yang seharusnya digunakan untuk menulis "Gong Xi Fa Cai"? Mengapa menulis dengan dialek seperti  "Gung Hei Faat Coi", "Keong Hee Huat Chye", "Kiong Hee Huat Tsai", "Kiong Hi Hoat Chai", "Kung Hei Fat Choi", "Kung Hii Fatt Choi", ...

Lebih buruk, jika mengkombinasikan beberapa dialek sekali gus! 

Saya jadi teringat pompa "Zetpum" eh "Jetpam" eh "Zetpump" eh "SetFump"....

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!