Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan

01 Januari 2017

Problem ttf-mscorefonts-installer Ubuntu

Jika mengalami masalah dengan ttf-mscorefonts-installer, sebaiknya install yang punya Debian saja:

sudo su -
cd /tmp/
wget -c http://ftp.de.debian.org/debian/pool/contrib/m/msttcorefonts/ttf-mscorefonts-installer_3.6_all.deb
dpkg -i ttf-mscorefonts-installer_3.6_all.deb


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Upgrade Ubuntu dari 14.04 ke 16.04

Read my lips: Ubuntu is a hopeless piece of sh*t!

Namun, suka atau tidak suka, saya adalah pengguna Ubuntu sejak Warty Warthog 4.10 (2004). Pada awalnya menggunakan variasi Kubuntu, kemudian beralih beberapa kali, karena tidak tahan beberapa problem yang sering timbul. Akhirnya, setia (stuck) dengan Ubuntu LTS (Long Term Support) sejak 2012. Ubuntu LTS terbit setiap awal tahun genap, serta didukung (dipelihara) hingga 5 tahun. Walau pun LTS terbit setiap awal tahun genap, instalasi baru akan dilakukan pada akhir tahun/ awal tahun berikutnya. Berikut laporan upgrade dari Ubuntu 14.04 ke 16.04.

Laporan Upgrade 16.04.1


Walau pun sukses mengupgrade dua workstation dan satu notebook, saya tidak merekomendasikan proses ini. Sebaiknya install dari awal dengan alasan berikut:

  • Proses download untuk mengganti hampir SEMUA paket, jauh lebih lama dari pada install baru melalui DVD. 
  • Proses reinstall dan rekonfigurasi lebih lama dibandingkan install baru.
  • Paket-paket tambahan dapat diinstall belakangan sehingga proses install baru menjadi lebih cepat.
  • Proses upgrade belum tentu selalu sukses. Dan jika gagal, belum tentu lebih cepat memperbaiki dari pada install baru.
Demikian laporan upgrade Ubuntu 16.04. Upgrade berikutnya diperkirakan akan dilakukan sekitar awal 2018 mendatang.

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

16 Oktober 2016

No date/clock at Ubuntu top panel

Kalau tanggalan hilang dari panel atas Ubuntu, lakukan:

$ sudo su -  
# dconf reset -f /com/canonical/indicator/datetime/  
# pkill -f datetime


SUMBER

  • user.dz@askubuntu.com (30-Apr-2014).

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

01 Mei 2016

Ubuntu dan NTFS

Terkadang, kita perlu "membereskan " sistem berkas "NTFS" melalui ubuntu. Caranya dengan menginstal paket "ntfs-3g" serta melink program "/bin/ntfsfix"  ke "/sbin/fsck.ntfs".


sudo apt-get install ntfs-3g
cd /sbin/
ln -s /bin/ntfsfix fsck.ntfs


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Ubuntu has experienced an internal error


Terkadang -- saat login -- mengeluarkan pesan yang sangat menyebalkan, yaitu: "Sorry, Ubuntu 1X.XX has experienced an internal error".

Saya tidak punya waktu untuk memahami sepenuhnya pesan tersebut. Sepengertian saya, apport berfungsi untuk merekam kejadian saat ada komponen mau crash.

Cara menghilangkan pesan tersebut ialah dengan menambahkan pada berkas "/etc/default/apport":


 
enabled=0


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

22 April 2015

Reset GRUB/UBUNTU setelah install WINDOWS

Kalau meng-install MS Windows pada sistem yang ada Ubuntu GNU/Linux, maka loader (GRUB) mungkin akan tertimpa. Untuk pengembalian seperti semula, perlu dilakukan langkah-langkah berikut:

a) Boot dari LiveCD/Installer UBUNTU
b) Mount sistem berkas (root file system) ke /mnt. Umpama, root file system ialah /dev/sda5:
c) Mounting devices lainnya:
d) CHROOT ke /mnt
e) Update konfigurasi GRUB:
f) Install GRUB

sudo mount /dev/sda5 /mnt/
for ii in /dev /dev/pts /proc /sys;
  do sudo mount -B $ii /mnt$ii/; done
sudo chroot /mnt/
sudo update-grub
sudo grub-install /dev/sda


RUJUKAN


Ask Ubuntu: Recovering GRUB after installing Windows 7

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

21 April 2015

PUTTY (ssh) ke NAT VMware Player

Grrr... cara setting VMware Player berubah terus setiap pergantian versi. "Taktik" untuk versi 5, tidak lagi berlaku untuk versi 6. Sedangkan untuk versi 7, ternyata berbeda lagi!

Jadi, bagaimanakah caranya membuat Ubuntu yang jalan di atas VMware Player (NAT) dapat diakses melalui PUTTY (ssh) dari Windows?

Setelah -- google sana, google sini -- selama beberapa hari, jawabannya TERNYATA: tidak usah diapa-apain! Tinggal masukkan alamat IP dari UBUNTU, dan si Windows langsung mengerti!

CATATAN

a) Mengapa VMWare dan bukan VirtualBox? Sepertinya virtualbox kurang stabil di Windows 7. Padahal, kebanyakan PC di Lab. masih menggunakan Windows 7.
b) Mengapa bukan qemu? Wah, sudah lama tidak main qemu.
c) Mengapa tidak menggunakan bridge? Ya, banyak yang menyarankan bridge. Artinya, musti ada tambahan satu "network device".

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

22 Februari 2015

Virtual Guest 2 Core 2G RAM 8G DISK

Berikut merupakan petunjuk untuk membuat "Virtual Guest" Linux 32 bit, 2 core, 2 GB RAM, serta 8 GB disk. "Virtual Host" menjalankan program Virtual Box pada  sebuah PC berbasis Windows 8.1. Diasumsikan, bahwa prosesor host sekurangnya 2 core, RAM sekurangnya 4 GB, serta sekurangnya ada sisa 16 GB disk.


Setelah menekan "NEW", Virtual Guest diberi nama "vguest32-228", berbasis Linux 32 bit.


Ukuran RAM 2048 MB.


Ukuran disk virtual = 8 GB.


Jenis berkas disk virtual: VDI.


Alokasi dinamis menyebabkan berkas disk virtual kecil saat isi disk sedikit.


Ukuran disk 8 GB. Langkah selanjutnya "Create"


"Setting" digunakan untuk modifikasi parameter virtual guest.










Berkas ubuntu ISO minimum (mini.iso 14.04) dapat diunduh di http://archive.ubuntu.com/ubuntu/dists/trusty/main/installer-i386/current/images/netboot/mini.iso dst.







RUJUKAN


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

07 Februari 2015

Problem FLASH di UBUNTU

Beberapa Catatan


URL: http://archive.canonical.com/pool/partner/a/adobe-flashplugin/

FOLDER:
/var/lib/update-notifier/

EXEC:
# pkexec /usr/lib/update-notifier/package-data-downloader
 

Tambahkan


sudo apt-get install pepperflashplugin-nonfree && sudo update-pepperflashplugin-nonfree --install
sudo add-apt-repository ppa:nilarimogard/webupd8 && sudo apt-get update && sudo apt-get install freshplayerplugin
 

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.



06 Juni 2014

Ubuntu dan VirtualBox

Jika Ubuntu anda mengeluarkan pesan serupa:

VirtualBox kernel modules [...]
No suitable module for running kernel found.

Pertama-tama, download paket deb yang sesuai langsung dari https://www.virtualbox.org/wiki/Linux_Downloads

Sambil menunggu download, silakan hapus segala paket virtualbox lama:

 
sudo apt-get purge virtualbox virtualbox-dkms virtualbox-ose virtualbox-ose-dkms


Selanjutnya, silakan install paket-paket berikut:

 
sudo apt-get install linux-headers-`uname -r` dkms build-essential


Terakhir, silakan install paket virtualbox hasil download:

 
sudo dpkg -i <paket-virtualbox.deb>


VirtualBox anda akan berfungsi kembali.  Ada kemungkinan anda perlu mengupdate berkar " VirtualBox Extension Pack" anda.


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!





24 Oktober 2013

Ubuntu 13.10

Selamat datang (upgrade ke) Ubuntu 13.10 Saucy Salamander.


Uh oh, ternyata masalah laten printer HP P1102 muncul kembali. Karena itu, install ulang HPLIB di http://rahmatm.samik-ibrahim.vlsm.org/2010/10/hp-laser-jet-p1102-untuk-ubuntu-1004.html

BTW, Ubuntu 13.10 sering membeku. Akhirnya balik ke Ubuntu 12.04.03 LTS! Lihat juga http://rahmatm.samik-ibrahim.vlsm.org/2014/01/kembali-ke-ubuntu-1204-lts.html.

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

13 April 2013

Install Ubuntu Hang/Freeze

Hingga awal April 2013 ini -- masih tetap ada bug saat install Ubuntu -- sistem akan membeku (freeze/hang) saat memeriksa disk dengan partisi yang sudah ada isinya.

Masalah ini dapat dihindari dengan me-"mount" semua partisi tersebut sebelum prosesi install dimulai. "Mount" dapat dilakukan dengan meng-"klik" gambar-gambar disk, atau dengan perintah "mount".

Perhatikan partisi-partisi yang sudah ter-mount dari "rmsbase.vlsm.org" berikut ini:


Langkah selanjutnya mengklik perintah "installer Ubuntu".


Pada saat ditanya "unmount" partisi, harap menjawab "NO".


Selanjutnya lakukan pemilihan partisi secara manual.



Kini, partisi-partisi tersebut dapat di-unmount. Lalu, langkah selanjutnya seperti biasa.

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

06 Februari 2012

*UBUNTU: Gara-gara NTFS

Apa yang mesti dilakukan jika pada saat *UBUNTU boot, muncul pesan "Serious errors were found while checking the disk drive for [AN NTFS]"? Pesan ini muncul karena NTFS (New Technology File System) bukan merupakan anggota keluarga kandung dari GNU/Linux.

Perhatikan isi  dari baris berkas "/etc/fstab" berikut:

/dev/sda1 /ntfs/1 ntfs defaults,unmask=007,gid=46 0 3

Karena mengisi kolom ke-6 dengan "3", maka pada saat boot sistem akan mencoba memeriksa partisi "/dev/sda1" dengan program "fsck.ntfs". Jika tidak menemukan program tersebut, maka akan keluar pesan seperti di atas.

Ada dua cara untuk mengatasi hal ini. Pertama, mengganti angka "3" tersebut dengan "0", sehingga partisi "/dev/sda1" tidak diperiksa. Atau, membuat link simbolis dari "/usr/local/bin/fsck.ntfs" menuju program seperti "/bin/ntfsfix".

BTW, kadang-kadang muncul komplain tidak bisa mount NTFS karena "Windows Fastboot" atau "Hibernasi". KALAU ANDA TIDAK SETTING HAL TERSEBUT, silakan mount berkas NTFS dengan:

sudo mount -a -o remove_hiberfile


Tentu dengan asumsi bahwa berkas NTFS tersebut sudah ada di /etc/fstab.


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

08 April 2011

Ubuntu Unity No -- Gnome Yes!

Bagi penggemar Andriod, atau smart-smartan yang laen, Unity mungkin sesuatu yang mantap.  Namun bagi yang sudah terbiasa Gnome Classic (setelah sebel dengan KDE4), nggak langsung terbiasa menggunakan interfes baru ini.
Dewasa ini, Ubuntu beralih ke Unity. Nah, bagemanakah caranya mengubah balik ke Gnome Classic?

Percobaan #1 (cara barbar): 
   /bin/rm -rf /home/myhomedir/
   mkdir /home/myhomedir/
Nggak bisa, gan! Dia tetap saja masih jadi unity.

Percobaan #2 (config):
   sudo apt-get install compizconfig-settings-manager
   ccsm
   (ngoprak-ngoprek)
Wah, ribet. Unitynya memang mati namun nggak balik jadi Gnome Classic.

Percobaan #3 (setup gdm):
Untuk Ubuntu 11.04, saat login, kita bisa milih "Ubuntu Classic" yang merupakan Gnome Asli. Tidak repot-repot sama sekale!



Percobaan #4 (gnome-shell)
Untuk Ubuntu 11.11, kita harus install "gnome-shell" agar ada pilihan GNOME Classic.
sudo apt-get install gnome-shell

Hanya saja belum ketemu tombol "show desktop". Untuk sementara, terpaksa menggunakan "CTRL-ALT-D".

Catatan
OK-OK, unity sekarang sudah lebih matang sehingga dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Saya beralih ke unity mulai versi 13.04... :)

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :).

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

20 Desember 2008

UBUNTU 8.10 Home Network (NAT)

Akhirnya sadar -- setelah google sini/google sana -- bahwa paket network-manager ubuntu mengabaikan konfigurasi di /etc/network/interfaces. Jika menginginkan alamat IP statik, terpaksa harus uninstall paket tersebut. Sisanya, seperti biasa... OK... OK..., saya akan menjabarkan konfigurasi dari 'pamulang3', sebuah Pentium4/HT yang mendistribusikan internet ke dalam rumah di Pamulang.

(1) Uninstall network-manager dan install dhcp3-server:
# apt-get remove network-manager
# apt-get install dhcp3-server

(2) Edit /etc/network/interfaces:
auto lo eth0 eth1
iface lo inet loopback
iface eth0 inet dhcp
iface eth1 inet static
network 192.168.0.0
address 192.168.0.1
broadcast 192.168.0.255
netmask 255.255.255.0
(3) Edit /etc/sysctl.conf ubah:
net.ipv4.ip_forward=1
(4) Edit /etc/dhcp3/dhcpd.conf; isi ISI-IP-DNS-1 dan ISI-IP-DNS-2 dengan alamat DNS server terkait.

option routers 192.168.0.1;
ignore client-updates;
option domain-name-servers ISI-IP-DNS-1, ISI-IP-DNS-2;
default-lease-time 1200;
max-lease-time 3600;
authoritative;
log-facility local7;
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.0.20 192.168.0.250;
option routers 192.168.0.1;
option ip-forwarding off;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option subnet-mask 255.255.255.0;
# static IP
host pamulang-mobile {
hardware ethernet 00:1b:38:da:5a:d6;
fixed-address 192.168.0.2;
}
}
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
}
subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {
}
(5) Edit /etc/rc.local:

#!/bin/sh -e
#
# rc.local
#
/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
/bin/sleep 1;
/sbin/iptables -A FORWARD -i eth0 -o eth1 -m state --state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT
/bin/sleep 1;
/sbin/iptables -A FORWARD -i eth1 -o eth0 -j ACCEPT
/bin/sleep 2;
(6) Reboot saja sekalian, mengecek apakah sysctl.conf-nya berfungsi.


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

22 November 2005

Ubuntu 5.10 (Breezy Badger): Notebook Touch Pad Synaptics

Cara modifikasi /etc/X11/xorg.conf agar touchpad tidak sensitif; ubah MaxTapTime dan MaxTapMove menjadi 0.

 
Section "InputDevice"
    Identifier "Synaptics Touchpad"
    Driver "synaptics"
    Option "SendCoreEvents" "true"
    Option "Device" "/dev/psaux"
    Option "Protocol" "auto-dev"
    Option "HorizScrollDelta" "0"
    Option "MaxTapTime" "0"
    Option "MaxTapMove" "0"
EndSection


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

14 April 2005

The other story of free Ubuntu 4.10 Warty Warthog CD (2004)

 The first GNU/Linux distribution (Ubuntu 4.10 Warty Warthog) appeared in 2004. We can even ask to be sent a CD (Compact Disk) at no cost, including shipping. However, because the shipment comes from abroad, it turns out to be subject to import duties! The following is a collection of comments at the time. See also the announcement.


[...]
tapi hikss... hikss... pajak dan bea masuknya gede juga untuk ukuran anak kuliahan.
[...]
(wa2n, 16 Dec 2004)

[...]
Sabtu kemaren juga menerima (saya di Jogja). Saya pesan 10 paket Ubuntu (jadi 20 keping cd karena satu paket ada dua yaitu Live CD dan Instalasi), "cuma" membayar Rp 7000,00. setahun lalu dapat kiriman 1 cd dari luar negeri, juga membayar Rp 7000,00. 1 keping sama 20 keping nggak ada bedanya yah???;
[...]
(gwijayas, 19 Dec 2004)

[...]
Doh... susah deh Indonesia mau maju ya, program udah dibikin gratis sama yang bikin, eh malah dipajakin sama pemerintah.
[...]
(Harry Sufehmi, 21 Dec 2004)

[...]
Saya pernah terima kaos gratis dari Google. Pada paketnya ada label yang menjelaskan bahwa paket tersebut gratis. Jadi saya hanya membayar uang administrasi, kalo nggak salah Rp 5.000,00.
[...]
Saya juga beberapa kali beli buku dan CD dari luar tapi belum pernah kena charge mahal-mahal. Bingung kalau berurusan dengan BUMN, suka tidak transparan.
[...]
(ERIK, 21 Dec 2004)

[...]
Grrr.... Mereka mau memalak Rp. 242.000.- untuk menembus CDROM Ubuntu. Rasa-rasanya, ini merupakan bukti cukup bahwa tidak ada gunanya berurusan dengan birokrat seperti I(diot)GOS!
[...]
(Rahmat M. Samik-Ibrahim, 11 Jan 2005)

[...]
Hehehee... setelah saya kena hampir seratus ribu untuk 20 paket. Ternyata ada yang disuruh bayar lebih mahal ;) nasiiibbb.... kantor pos :P
[...]
(wa2n, 12 Jan 2005)

[...]
Waduh, saya di sleman-jogjakarta, dapet kiriman ubuntu 5 pasang gak dimintain apa2 sama pak posnya.
[...]
(pilate, 13 Jan 2005)

[...]
Kantor posnya yang mana dulu? Saya terima 10 paket (20 cd) 7000. Sabtu lalu terima 2 paket (4 cd) juga masih 7000. Laban terima 60 paket (120 cd) juga 7000. Saya dan Laban tinggal di Jogja;-).
[...]
(gwijayas, 12 Jan 2005)

[...]
Kebetulan saya lebih beruntung seperti sebagian yang lain...saya hanya membayar Rp.7000 dari 20 paket (40 CD).
[...]
(za iza, 15 Jan 2005)

[...]
Pada minggu pertama bulan Januari paketnya datang. Aku cek bener 60 paket (== 120 CD). Dan aku cuma bayar Rp.7000,- untuk bea masuk (bea cukai), bayarnya di kantor pos..
[...]
(Okto Silaban, 30 Jan 2005)

Saya cerita deh kronologisnya soalnya di Solo saat ini baru saya yg pertama bisa mengeluarkan CD dari ubuntu ini tanpa kena "palak" pabean.
  • ditelepon dah 3x ke kantor tapi pas gak di kantor terus, pesen di CS kalo saya dapet kiriman CD dari Belanda
  • dapat surat panggilan untuk mengambil paket post yg isinya bla..bla...paket ini dapat diambil dengan membayar Rp. 1.544.473,- bla..bla.. WAHH.....
  • telp yg ke 4 kebeneran saya terima

pos: ada paket pak CD sejumlah 50 kapan mo diambil? (bayangin 4x telp plus surat panggilan.. intinya paket cepet diambil mereka cepet bagi² duit)

me: ya besok saya ambil tetapi kalau disuruh bayar segitu.. mending gak saya ambil buat bapak aja deh...temen² aja ngambil cuma 3000 perak soalnya itu kan gratis lagian untuk community & edukasi bla.. bla...

pos: kalau memang gitu kan ada suratnya, kalau bisa nunjukin suratnya bisa kira proses

me: OK saya akan ke kantor pos dan bawa suratnya (sambil mikir dari mana dapet suratnya yg menyatakan free ya?? apa print aja web shipit.ubuntulinux.org...)

- sambil baca-baca shipit.ubuntulinux.org ketemu ini
http://www.ubuntulinux.org/support/documentation/faq/shipit/ dibagian yg bawah ternyata si Benjamin Mako udah memprediksi di negara tertentu pasti terjadi masalah serupa dengan kita abis itu dapat tuh statmentnya tinggal print http://people.ubuntulinux.org/~mako/ubuntu_cds-customs_letter-generic.pdf plus data Account Ubuntu CD Distribution Database yg saya printscreen (soalnya gak bisa di copy) trus saya lampirkan buat data kalau saya tuh bener order 50CD.

- kekantor pos
me: saya mo ngambil paket bla...bla...ni suratnya yg menyatakan free pabean: gini mas bla..bla... dihitung tuh CD X bea bla..bla.. diturunin 1jt bla..bla.. diturunin 800rb bla..bla... (initinya berapapun asal dapet, dari pada gak :)))

me: (FULL Dramatisir..:)) saya gak dapet kontirbusi apa² dari adanya ini pak, apalagi duit malah saya repot harus mendistribusikan ini bagi² buat sosialisasi dan pembelajaran, ehh malah harus bayar, kalau memang harus gitu ya biar aja deh saya tinggal di sini aja tuh CD toh saya juga gak rugi malah gak perlu bagi²in ke orang², pokoknya kalau saya harus mengeluarkan biaya sepeserpun untuk ini saya gak bisa pak

pabean: OK deh gini aja khusus untuk mas kita bebaskan karena ada suratnya bla..bla.. (AKH.... sok birokratis), tapi tolong ya mas "sttt...jangan bilang keteman² mas yg lain kalau ambil ini gak kena bea" karena pada kesempatan yg sama ada juga yg order selain saya (dari saya gak dapet tapi dari yg lain mungkin msh bisa "gitu lho" :))

pabean: boleh saya minta 5 buah buat cobain (wong pake komp. aja gak bisa pada awal pembicaraan dia bilang :)))

me: boleh, silahkan saja (gak dapet duit CD Ubuntu buat gantung di pintu kamar gak apa-apa deh)

me: bapak (orang pos) juga mau nih saya kasih juga (1 saya kasih)

Akhirnya.... ambil di loket bayar Rp. 3000 (biaya bea lalu)+Rp. 4000 (biaya bungkus ulang)+potong 6CD.... sampai deh di kantor lagi.

(Cahyo, 1 Apr 2005)

[...]
Kalo utk daerah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.. bisa ambil gratis ke kantor saya.. saya kemarin dapet kiriman 234 paket.. hehehe :-D dan cuman bayar 7000rp tanpa basa-basi..
[...]
(Cahyo Darujati, 2 Apr 2005)

[...]
Di Jakarta ada yg malah dianter sampe rumah berarti kan ga keluar uang sama sekali?
[...]
(Arie Kusuma Atmaja, 2 Apr 2005)


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!