24 Maret 2011

System Overloaded For Dummies

Ampun, kalau sistem lagi lemot... Salah satu cara penanggulangannya ialah:

PLAN A
/etc/init.d/apache stop
/etc/init.d/apache start

PLAN B
/etc/init.d/nginx stop
/etc/init.d/nginx start


PLAN C
<CTLR><ALT><DEL>

Grrr... memo blog berikut ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanya".

revisi 11.03.24-00

23 Maret 2011

Membedakan Debian dan Ubuntu

Bagaimana caranya membedakan antara UBUNTU dan DEBIAN? Secara sepintas kita dapat melihat isi dari berkas /etc/issue atau /etc/motd, namun kedua berkas tersebut mudah sekali dimodifikasi!

Mari kita mencari perbedaan isi dari beberapa berkas berikut ini:

BERKAS  /etc/issue

DEBIAN

Debian GNU/Linux 9 \n \l

UBUNTU

Ubuntu 18.04.3 LTS \n \l


BERKAS  /proc/version

DEBIAN

Linux version 3.16.0-10-amd64
(debian-kernel@lists.debian.org)
(gcc version 4.9.2 
(Debian 4.9.2-10+deb8u2))
#1 SMP Debian 3.16.72-1 
(2019-08-13)

UBUNTU

Linux version 4.15.0-58-generic
(buildd@lcy01-amd64-013)
(gcc version 7.4.0
(Ubuntu 7.4.0-1ubuntu1~18.04.1))
#64-Ubuntu SMP
Tue Aug 6 11:12:41 UTC 2019
 


BERKAS  /etc/apt/sources.list

DEBIAN

deb http://ftp.us.debian.org/debian/ jessie main contrib non-free 
deb http://security.debian.org/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free


UBUNTU

deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic main restricted
deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic universe multiverse
deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic-updates main restricted
deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic-updates universe multiverse
deb http://archive.canonical.com/ubuntu/ bionic partner
deb http://security.ubuntu.com/ubuntu/ bionic-security main restricted
deb http://security.ubuntu.com/ubuntu/ bionic-security universe multiverse



Demikianlah kira-kira, cara membedakannya!

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


19 Maret 2011

Windows Update: Lama Sekale?!

Pertama-tama, saya ini  pengguna MS Windows dengan lisensi, lho! Karena itu, dengan leluasa dapat melakukan "Windows Update!".
Kedua-dua, saya semakin jarang menggunakan MS Windows. Justru, lebih sering melakukan "Windows Update" dan "Antivirus Update", dari pada menggunakan untuk hal lain yang lebih produktif.
Ketiga-tiga, saya sering bertanya-tanya, mengapa "Windows Update" itu lama sekale?! Apakah si Bill Gates et. al. nggak pernah denger istilah:
"apt-get update; apt-get upgrade"
Cape deh!

revisi 11.03.19-00

Dua Tahun Kemudian

(untuk pembesaran, silakan klik foto di atas)
Apakah setelah dua tahun, terjadi kemajuan? Duh!

revisi 11.03.19-00

23 Februari 2011

CLONE Ke HardDisk Lebih Besar

Dari waktu ke waktu, terjadi peng-upgrade-an perangkat keras PC. Biasanya menjadi lebih canggih dengan DISK yang lebih besar. Catatan berikut ini ialah bagaimana caranya memindahkan isi DISK LAMA ke DISK BARU dengan sekalian memperbesar partisinya, tanpa harus install ulang.

1) Langkah pertama ialah mencopot disk BARU (KOSONG) serta dipasangkan ke PC LAMA. Apabila perangkat keras PC LAMA tidak memungkinkan untuk dua buah DISK, lakukan sebaliknya dengan mencopot disk LAMA untuk dipasangkan ke PC BARU.

2) Boot PC dengan dua DISK tersebut ke GNU/Linux. Lakukan penyesuaian isi /etc/fstab (jika diperlukan).

3) Umpama DISK LAMA terdiri dari tiga partisi: NTFS/Windows (/dev/sda1), Swap Linux (/dev/sda2), dan EXT4 (/dev/sda3). Kemudian, DISK BARU ialah /dev/sdb. Buatlah partisi DISK BARU dengan jumlah SAMA DENGAN atau lebih banyak dari pada DISK LAMA (Umpama, /dev/sdb1, /dev/sdb2, dan /dev/sdb3). Ukuran partisi sekurangnya SAMA atau lebih besar daripada partisi DISK LAMA. Silakan saja membuat partisi yang lebih kecil, asalkan memahami apa yang sedang diperbuat.

3) Format partisi /dev/sdb3 ke EXT4:
    # mkfs -t ext4 /dev/sdb3

4) Buat sistem swap /dev/sdb2:
    # mkswap /dev/sdb2

5) Mount /dev/sdb3:
    # mount /dev/sdb3 /mnt

6) Duplikasi isi /dev/sda3 ke /dev/sdb3:
    # nice -19 rsync -avx --delete / /mnt/

7) Perkenalkan partisi boot DISK BARU ke GRUB:
   # update-grub

8) Reboot ke mode Windows (DISK LAMA)

9) Download, lalu Install dan Jalankan  "EASEUS HOME EDITION" dari http://www.easeus.com/.

10) Lakukan "Partition Clone" sesuai dengan petunjuk gambar-gambar berikut ini. Jangan lupa memperbesar partisinya (lihat panah merah).


(untuk pembesaran, silakan klik foto di atas)
11) Reboot kembali ke GNU/Linux (DISK LAMA).

12) Supaya aman, jalankan:
    # grub-install /dev/sda
    # grub-install /dev/sdb

13) Copot kedua DISK serta pasangkan ke PC BARU. Atur BIOS agar BOOT mencari DISK BARU. Jika gagal, gunakan disk LAMA.

14) Coba BOOT ke WINDOWS mau pun GNU/Linux. Periksa apakah /etc/fstab dan swap sudah benar.

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi".
revisi 11.03.24-02