15 April 2011

Review: AHAtouch CDMA


Produk AHAtouch ini merupakan versi CDMA (AHA/Esia) untuk Huawei IDEOS U8150: murah-meriah, hanya 1.5 jeti sudah bisa bermain Andriod Froyo 2.2.

Dapat dibeli di agen Esia jalan Margonda Depok, seberang UI, sehingga tidak usah jauh-jauh ke "Trade Center". Hm... memang mulai ada Android dibawah 1 jeti. Namun, masih was-was karena mungkin nasib mereka serupa kasus banjir sepeda motor murah beberapa tahun lalu...

Secara umum, produk ini dapat dikatakan MEMUASKAN. Alamat kontak mereka, "AHAcare@aha.co.id" -- pun cukup responsive. Tentu saja, janganlah membandingkan produk ini dengan yang harganya jauh lebih mahal, dong!


Problem

Tentu saja, ada beberapa kekurangan dari produk ini:

Pertama, tidak dilengkapi "User Manual" yang memadai. Mungkin Bakrie Con berasumsi, bahwa yang beli HaPe dengan harga segitu tidak bisa membaca manual, hah?! Untung, ini Froyo 2.2 tulen, sehingga bisa download "Android User's Guide" yang versi generik.

Kedua, jarak antara "tombol" kebod virtual-nya sangat sempit, sehingga sangat tidak nyaman. Pada saat awal penggunaan, tingkat kegagalan/nyasar bisa mencapai 50%!

Ketiga, ketika mencoba fesbuk, semua "temen-temen" secara otomatis masuk ke dalam "contact". Padahal, sebagian besar dari mereka tidak mencantumkan nomor telepon. Sepertinya ini masalah "salah pencet saat konfigurasi", dan bukan masalah spesifik dari AHA Touch.

Keempat, walau pun kamera 3.15 Mpixel, namun hasilnya burem banget. Nggak level, kalau sudah terbiasa dengan produk Sony Ericsson, walau pun hanya 2 Mpixel!

Setting Awal

  • Mengubah dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris
    • PELUNCUR --> Pengaturan --> Bahasa & Papan Tombol --> Pilih Bahasa --> English
    • BACK
  • Short Cut "Settings"
    • LAUNCHER --> tekan lama "Settings" --> lepaskan di halaman muka.
  • Mematikan Fitur-fitur Pemakan Batere
    • Settings --> Display --> Brightness --> minimum
    • Settings --> Display --> Animation --> No Animation
    • Settings --> Display --> Screen Time Out --> 15 seconds
    • Settings --> Wireless & Networks --> WiFi --> OFF
    • Settings --> Wireless & Networks --> Bluetooth --> OFF
    • Settings --> Wireless & Networks --> Tethering --> USB --> OFF
    • Settings --> Wireless & Networks --> Tethering --> HotSpot --> OFF
    • Settings --> Accounts & Sync --> Background Data --> OFF
    • Settings --> Accounts & Sync --> Auto Sync --> OFF
    • Settings --> Location & Security --> Wireless Network --> OFF
    • Settings --> Location & Security --> GPS --> OFF


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

08 April 2011

Ubuntu Unity No -- Gnome Yes!

Bagi penggemar Andriod, atau smart-smartan yang laen, Unity mungkin sesuatu yang mantap.  Namun bagi yang sudah terbiasa Gnome Classic (setelah sebel dengan KDE4), nggak langsung terbiasa menggunakan interfes baru ini.
Dewasa ini, Ubuntu beralih ke Unity. Nah, bagemanakah caranya mengubah balik ke Gnome Classic?

Percobaan #1 (cara barbar): 
   /bin/rm -rf /home/myhomedir/
   mkdir /home/myhomedir/
Nggak bisa, gan! Dia tetap saja masih jadi unity.

Percobaan #2 (config):
   sudo apt-get install compizconfig-settings-manager
   ccsm
   (ngoprak-ngoprek)
Wah, ribet. Unitynya memang mati namun nggak balik jadi Gnome Classic.

Percobaan #3 (setup gdm):
Untuk Ubuntu 11.04, saat login, kita bisa milih "Ubuntu Classic" yang merupakan Gnome Asli. Tidak repot-repot sama sekale!



Percobaan #4 (gnome-shell)
Untuk Ubuntu 11.11, kita harus install "gnome-shell" agar ada pilihan GNOME Classic.
sudo apt-get install gnome-shell

Hanya saja belum ketemu tombol "show desktop". Untuk sementara, terpaksa menggunakan "CTRL-ALT-D".

Catatan
OK-OK, unity sekarang sudah lebih matang sehingga dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Saya beralih ke unity mulai versi 13.04... :)

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :).

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

30 Maret 2011

Dirjen Gayus

Heran... Hare Gene masih menggunakan kertas dengan ukuran Folio! Apakah dirjen Gayus belum pernah mendengar bahwa kebanyakan rakyat menggunakan kertas ukuran A4?

Mengapa dirjen Gayus belum mampu menerima transfer bank biasa? Mengapa harus dengan formulir khusus yang harus diambil di kantor Gayus, tapi harus membayar ke Bank? Apa salahnya, kalau Bank menyediakan formulir pembayaran?

Kualitas dirjen Gayus tercermin dari kemampuan untuk membuat sebuah daftar lokasi "Drop Box" yang acak-acakan.

Yang pasti: Dirjen Gayus TIDAK MAJU! Semoga 2014 lebih baik!

Tertanda,

"The Pissed Off Tax Payer, Just Filled SPT 1770S for 2010"


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

29 Maret 2011

Mari Bermain Android

Saya biasanya membeli kamera yang ada "HP"-nya. Dewasa ini, Sony Ericsson Elm: lumayan murah meriah dengan resolusi 5M pixel. Besar kemungkinan, kamera mendatang bersistem operasi Andriod. Untuk sementara, mau belajar menggunakan emulator terlebih dahulu!

Pertamax, periksa terlebih dahulu apakah sudah terinstall Java SDK di komputer:
java -version
OpenJDK Runtime Environment (IcedTea6 1.9.7) (6b20-1.9.7-0ubuntu1~10.04.1)
OpenJDK Server VM (build 19.0-b09, mixed mode)

OK!

Selanjutnya mencari dan donlod paket Android SDK di http://developer.android.com/sdk/.
OK

Selanjutnya dibuka berkas tar tersebut.
OK

Kini yang terinstall ialah Android SDK Tools, revision 10.
Kita jalankan update dengan perintah:
tools/android update sdk

Maka akan ter-donlod:
Downloading Android SDK Platform-tools, revision 5
Installing Android SDK Platform-tools, revision 5
'adb kill-server' failed -- run manually if necessary.
Installed Android SDK Platform-tools, revision 5
Downloading Documentation for Android SDK, API 12, revision 1
Installing Documentation for Android SDK, API 12, revision 1
Installed Documentation for Android SDK, API 12, revision 1
Downloading SDK Platform Android 3.1, API 12, revision 2
Installing SDK Platform Android 3.1, API 12, revision 2
Installed SDK Platform Android 3.1, API 12, revision 2
Downloading SDK Platform Android 3.0, API 11, revision 1
Installing SDK Platform Android 3.0, API 11, revision 1
Installed SDK Platform Android 3.0, API 11, revision 1
Downloading SDK Platform Android 2.3.3, API 10, revision 1
Installing SDK Platform Android 2.3.3, API 10, revision 1
Installed SDK Platform Android 2.3.3, API 10, revision 1
Downloading SDK Platform Android 2.3.1, API 9, revision 2 (Obsolete)
Installing SDK Platform Android 2.3.1, API 9, revision 2 (Obsolete)
Installed SDK Platform Android 2.3.1, API 9, revision 2 (Obsolete)
Downloading SDK Platform Android 2.2, API 8, revision 2
[...]
Installed Google APIs by Google Inc., Android API 3, revision 3
Updated ADB to support the USB devices declared in the SDK add-ons.
(bersambung?)



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

28 Maret 2011

Wacana Fasilitas Antar Jemput Pasien

Catatan Tambahan: Pada tahun 2011 belum ada transportasi "online".
 
Wacana ini hanya berlaku bagi kota-kota yang belum memiliki sarana taksi yang memadai seperti umpamanya, kota Bogor. Bagi yang tinggal di Bogor, serta berkendara ke Jakarta untuk mencari nafkah, berarti meninggalkan keluarga di rumah tanpa sarana transportasi. Kecuali tentu saja, jika memiliki lebih dari satu kendaraan, serta ada supir atau yang ditinggal di rumah dapat menjalankan kendaraan. Hal ini dapat menjadi masalah jika ada yang ingin berpergian, terutama jika sedang sakit.

Usulannya sederhana, yaitu bagaimana kalau pihak Rumah Sakit menyediakan fasilitas kendaraan NON-AMBULAN sebagai sarana antar jemput? Ini akan sangat membantu menanggulangi permasalahan transportasi dari pihak pasien! Fasilitas antar-jemput ini sekali gus juga akan mengatasi permasalahan kesulitan sarana parkir, karena pasiennya tidak perlu datang dengan kendaraan.

Ada baiknya, fasilitas ini jangan langsung dimasukkan ke dalam pos "usaha", karena proses sosialisasi fasilitas ini mungkin akan membutuhkan waktu yang lama.

Bagaimana?


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!