16 Juli 2012

Kubuntu: Failure to download extra data files

Kadang-kadang, kubuntu mengeluarkan pesan menjengkelkan seperti "Failure to download extra data files".
Cara sementara untuk mengatasi hal ini ialah menghapus berkas-berkas terkait di:
/var/lib/update-notifier/ 
Sayang sekali, pesan tersebut tidak akan hilang begitu saja...

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :). 


24 Juni 2012

Backup Apa Saja?

Berikut merupakan daftar harta digital yang sebaiknya di-backup. Silakan memberi komentar, jika punya ide/ pendapat lainnya.

1) BLOGGER

Bayangkan jika host blog kita tiba-tiba bangkrut, atau tiba-tiba memutuskan account secara sepihak... Cape deh! Sebaiknya kita memiliki salinan dari semua blog yang pernah ditulis. Info lanjut untuk membackup blogspot ada di http://rahmatm.samik-ibrahim.vlsm.org/2011/02/cara-backup-blogger-blogspot.html.

2) EMAIL (GMAIL)

Sudah keenakan memanfaatkan fasilitas email seperti Gmail? Bagaimana kalau Google Account anda tiba-tiba dicabut secara sepihak? Untuk info lanjut, silakan lihat http://rahmatm.samik-ibrahim.vlsm.org/2011/02/cara-back-gmail.html.

3) Contact dan Address Book

Walau pun banyak yang mulai melaksanakan backup ini secara online, tidak ada salahnya memiliki salinan (berkala) dari contact dan address book.

4) Environment dan Script

Merasa jengkel karena setiap setup account baru, perlu memodifikasi berkas-berkas seperti .profile, .bash_rc, .bash_aliases? Mengapa tidak di-backup saja?

5) RESTORE

Tentu saja, jangan lupa mempelajari, bagaimana caranya RESTORE berkas-berkas yang telah di-backup ini. Kalau tidak, ya cape deh...

Bagaimana strategi backup-nya? Silakan ikuti http://rahmatm.samik-ibrahim.vlsm.org/2012/06/strategi-backup-berkala.html

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :). 


Strategi Backup Berkala

Marilah (kita) secara berkala, mem-backup harta digital yang dimiliki. Walau pun dewasa ini, mulai banyak pilihan backup secara online, sebaiknya memperhitungkan bahwa perusahaan tersebut sewaktu-waktu dapat bangkrut, dan sewaktu-waktu dapat memutuskan hubungan sesukanya. Sebaiknya kita sedia payung sebelum hujan, dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Teknologi yang dapat digunakan sekurangnya sebuah disk eksternal (USB) serta flashdisk (USB).

Silakan memilih disk yang sesuai dengan selera, keyakinan, dan kepercayaan masing-masing. Umpamanya, disk eksternal 3.5" lebih murah dibandingkan ukuran 2.5". Namun, lebih merepotkan karena selain ukurannya, juga biasanya menggunakan power (listrik) eksternal. Ukuran satu Tera (= 1000GB) itu lebih dari cukup, kecuali jika memiliki hobi mengumpulkan berkas Audio-Video. Disk ini akan digunakan untuk backup yang bersifat lebih permanen.

Disk eksternal dapat dibagi menjadi beberapa partisi. Umpamanya, sebuah partisi untuk sistem berkas berbasis GNU/Linux, sebuah partisi untuk berkas-berkas NTFS, dan sebuah partisi (kecil) untuk membackup flashdisk.

Biasanya, isi backup disk eksternal ini juga ada dalam sebuah folder di hardisk komputer. Secara berkala, isi disk eksternal diselaraskan dengan isi folder pada komputer tersebut.

Untuk hal yang bersifat sementara, serta untuk backup harian, cukup menggunakan flashdisk. Dewasa ini, saya menggunakan ukuran 32 GB, namun dapat juga digunakan ukuran yang lebih kecil, tergantung dari keperluan.

Flashdisk digunakan untuk menyelaraskan isi (sebagian) dari home folder dari semua komputer yang digunakan, umpama desktop di kantor, desktop di rumah, dan note book. Langkah pertama setiap akan menggunakan sebuah komputer ialah menyelaraskan isi home folder dari flashdisk. Lalu sebaliknya, setiap selesai menggunakan komputer, isi dari flashdisk diselaraskan dengan isi dari home folder komputer tersebut.

Program penyelarasan yang digunakan ialah "rsync"; dengan perintah seperti:
rsync -auv --delete --delete-after /share/ /media/disk/share/

Apa saja yang perlu di-backup? Silakan mengikuti http://rahmatm.samik-ibrahim.vlsm.org/2012/06/backup-apa-saja.html

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". BTW: kalau nyontek dari satu situs, istilahnya PLAGIAT; namun kalau nyontek dari beberapa situs, disebut RISET :). 


21 Juni 2012

Selamat Tinggal Kamus Meja


Kamus meja? Ya, kamus setebal hampir 700 halaman ini ternyata sudah non-aktif selama beberapa tahun ini. Hm... membuka kamus merupakan sesuatu dari masa lalu... Sudah saatnya kamus ini menyingkir dari "lokasi utama". Selamat Tinggal Kamus Meja "Oxford Desk Dictionary"  (1995).

Kini peranan tersebut telah tergantikan oleh search engine internet. Tinggal memasukkan kata yang tidak dimengerti... Tidak perlu menggunakan kamus elektronis segala...

13 Juni 2012

Kapan Merdekanya, Gan?

Beberapa ratus tahun lalu, sebuah kumpeni swasta bermodalkan beberapa kapal layar memproklamasikan bahwa hanya merekalah yang memiliki hak berniaga di seluruh persada Nusantara. Segelintir pengusaha kumpeni tersebut, melakukan "outsourcing" pekerjaan kotor serta adu domba sehingga mereka tinggal ongkang kaki menerima hasil "bersihnya" saja. Tidak tanggung-tanggung, para penguasanya pun mendapatkan gaji bulanan dari kumpeni tersebut.

Itu dulu...

Beberapa tahun yang lalu, cerita lama di atas terulang kembali! Namun kini, para pengusaha menggunakan istilah baru, yaitu "konglomerat". Tanpa malu-malu, mereka menguasai hampir semua sektor keperluan hidup orang banyak, seperti terigu, semen, beras, cengkeh, jeruk, dst.

Hm....

Eh belakangan ini, muncul segelintir pengusaha mengklaim memiliki apa yang mereka sebut dengan "hak menyelenggarakan nonton bareng" tanpa sama sekali mengutip/ menunjukkan peraturan dan perundangan yang berlaku di negara kesatuan republik ini!

Terlalu?

Mungkin juga tidak, karena para penguasanya sudah terbiasa membuat peraturan tanpa memperhatikan perundangan  yang ada....

Semoga 2014 lebih baik...