20 Agustus 2017

Copas Kilat

Copas

Beberapa copas yang sering digunakan
  • .bash_aliases
alias cl='clear'
alias h='history'
alias mv='mv -i'
alias rm='rm -i'
alias sss='. ~/.profile'
gitstat() {
git rev-parse --is-inside-work-tree &> /dev/null
[ "$?" == "0" ] && git status
ls -aF
printf "ZCZCNNNN ==== ===== PWD:%s\n" $(pwd)
}
export EDITOR=/usr/bin/vi
export HISTSIZE=2000
export HISTFILESIZE=2000
  • .gitconfig
# (c) 2016-2020 Rahmat M. Samik-Ibrahim
# This is a simple free git config file
# REV07 Mon Aug 10 05:44:58 WIB 2020
# START Thu Dec 22 19:10:42 WIB 2016 [user] email = rahmatm.samik-ibrahim@ name = Rahmat M. Samik-Ibrahim signingkey = XYZZY
[core]
editor = vi
[push] default = simple [http] postBuffer = 994288000 [https] postBuffer = 994288000 [credential] helper = cache --timeout=50000
  • shsh
 #!/bin/bash  
 # shsh:  
 # REV02: Fri Apr 28 19:48:23 WIB 2017  
 # REV01: Wed Sep 28 20:23:43 WIB 2016  
 # START: Wed Jun 27 XX:XX:XX WIB 2012  
 # Copyright (C) 2012-2017 Rahmat M. Samik-Ibrahim   
 # http://RahmatM.Samik-Ibrahim.vLSM.org/  
 # This program is free script/ software. This program is distributed in the hope   
 # that it will be useful, but WITHOUT ANY WARRANTY; without even the implied   
 # warranty of MERCHANTABILITY or FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE.  
 [ -f .shsh ] && {  
      /bin/bash .shsh $*  
      exit 0  
 }  
 echo "Where is the .shsh file???"  
 exit 1  
  • /etc/default/grub
GRUB_DEFAULT=saved
GRUB_SAVEDEFAULT=true
  • next



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

14 Agustus 2017

Android Studio di Ubuntu Linux

Masalah Android Studio


Ada tiga masalah dengan Android Studio. Pertama, masih belum semudah/sevisual "studio" yang "laen". Kedua, sangat boros, baik sumber daya perangkat keras maupun bandwidth jaringan. Ketiga, belum (tidak?) mendukung pengembangan aplikasi untuk IOS.

Android Studio untuk Windows sangat lemot. Jadi sebaiknya gunakan Ubuntu Linux saja. Berikut laporan penggunaan memori Linux sebuah notebook Intel i5 dengan memori 8 GB dan swap 2 GB:
  • Saat Linux start kondisi awal memori ialah: 8078612 total, 6905332 free, 629512 used, 543768 buff/cache.
  • Menghidupkan Studio tanpa membuka Project: 6200152 free, 1043344 used, 835116 buff/cache studio.
  • Load Project "Cobacoba": 5806580 free, 1287572 used, 984460 buff/cache.
  • Load Emulator: 2776112 free, 3534772 used, 1767728 buff/cache.
  • Load Chrome serta menjalankan Emulator beberapa kali: 296116 free, 5987156 used, 1795340 buff/cache.

Catatan


Terlihat semua memori (8GB) habis digunakan karena Linux cenderung untuk menggunakan "sisa memory" sebagai buffer/cache.



Tidak semua smartphone dapat digunakan untuk uji-coba. Contohnya, Andromax R tidak dapat digunakan karena terkunci (USB LOCK). Terdapat setidaknya dua smartphone yang sukses digunakan untuk uji-coba yaitu Samsung J1 mini dan ASUS Zenfone Z007.


Persiapan Ubuntu


Terdapat beberapa "aliran" perihal paket tambahan Ubuntu (deb) yang harus diinstall. Berikut merupakan salah satu pilihan:

sudo apt-get update

sudo apt-get install -y   \
bridge-utils              \
g++-multilib              \
gcc-multilib              \
lib32z1                   \
libc6-dev-i386            \
libc6:i386                \

lib64stdc++6:i386         \
libbz2-1.0:i386           \
libncurses5:i386          \
libstdc++6:i386           \
libvirt-bin               \
mesa-utils                \
openjdk-8-jre             \
openjdk-8-jdk             \
qemu-kvm                  \
virt-manager              \
ubuntu-vm-builder



Periksa Ubuntu

Sebelum menginstall Android Studio, periksa apakah Ubuntu telah siap. Cek versi dari JDK dan JRE yang digunakan. Lalu cek, apakah menggunakan prosesor Intel yang siap virtualisasi.

java -version
javac -version

kvm-ok

Jika menjalankan "kvm-ok", TIDAK OK, berarti bukan Intel atau belum dihidupkan opsi "virtualisasi" pada BIOS/UEFI.

Install Android Studio

Silakan download paket Android Studio untuk Linux di https://developer.android.com/studio/ lalu install ke folder "/opt".

cd /opt
sudo unzip -l wherever-the-zip-is/android-studio-ide-*-linux.zip
sudo unzip wherever-the-zip-is/android-studio-ide-*-linux.zip


Lalu jalankan dengan

/opt/android-studio/bin/studio.sh






































PS

  • Kalau "Device Emulator" tidak mau nongol; silakan coba

cd $HOME/Android/Sdk/emulator/lib64
mv libstdc++/ libstdc++.bak
ln -s /usr/lib64/libstdc++.so.6 libstdc++
  • Kalau "Device Emulator" hanya nongol sebentar ; silakan coba
    • TOOLS --> Androids --> AVD Manager
      • edit emulator
        • select "Emulated Performance Graphic" --> Software
  • (next)

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


04 Agustus 2017

Bahasa Indonesia

URLs




DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

31 Juli 2017

TAM: Akibat "memaksakan" sebuah teknologi

Inilah yang terjadi jika "memaksakan" sebuah teknologi baru di sebuah kantin "tradisional". Ada lapak yang selalu "ketinggalan" terminal POSnya, sebagai tanda "penolakan" penggunaan. Ada lapak yang mengalami kesulitan menggunakan terminal POS, akibat sistem yang kurang bersahabat (dan berbahasa Inggris).

Contoh 1: Seharusnya membayar Rp. 16000, namun hanya terekam Rp. 1600.

Contoh #2: Eh, salah pencet lagi... yang keluar malah "sejarah" penggunaan TAP-card Rp 1600 + penggunaan TOL.

Contoh #3: Hore sekarang betul membayar Rp. 16000! Eh, saya jadi tekor Rp. 1600 neh, LOL...

Udah deh, refund Rp. 1600 manual saja... pasti pas... pasti aman!

Apakah Structural Equation Modeling (SEM) dapat membantu? Partial Least Squares (PLS)? Covariance-based? Technology Acceptance Model (TAM)? Cape deh!

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


20 Juli 2017

Cara Menggunakan Open Mikro Samsung (Full Power)

Samsung Microwave


Tidak semua memahami "tombol simbol" pada open mikro Samsung. Berikut contoh cara mendidihkan air dengan "full power 800W".

Setiap watt akan menaikkan suhu satu derajat per detik. Setelah dipotong efisiensi, diperlukan sekitar 6 menit untuk mendidihkan 1 liter air.

Masukkan 1 liter air ke dalam open. HARAP MENGGUNAKAN BAHAN TAHAN OPEN MIKRO.



Tekan tombol "Full Power"


Akan muncul angka maksimum yang tergantung jenis open yang digunakan. Dalam contoh ini, ialah "800".


Pilih 6 menit, dengan menekan "1 min" sebanyak 6 kali.


Pada layar akan muncul angka "6:00".


Tekan "START" dan tunggu hingga selesai.


DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.