13 Februari 2021

Dukung Independensi Tempo?!

Dukung Independensi Tempo

 
Zaman membeli koran/majalah di pinggir jalan telah lama berlalu! Dahulu, di setiap simpang lampu merah yang padat, terdapat puluhan penjual! Dalam setiap jalur saja terkadang ada dua penjual: satu dekat lampu merah dan yang satu lagi di ujung jauh. Jadi pada jalan dengan tiga jalur, berpotensi ada hingga 3 x 2 x 4 = 24 penjaja! Tentu saja dapat dimaklumi, jika judul muka (headline) dibuat sensasional agar menarik perhatian.

Saya SANGAT TIDAK SENANG dengan judul-judul sensasional, pendapat satu pihak, dan tidak jelas, apa lagi kalau HARUS MEMBAYAR untuk itu. Internet itu sudah penuh dengan CLICK BAIT seperti itu, tanpa harus membayar. Saya juga SANGAT TIDAK SENANG jika BACAAN YANG SAYA BAYAR, sering BERPIHAK pada sebuah opini / faham dari PENERBIT tersebut. Belum lagi, jika QC (Quality Control) yang amburadul tanpa pernah ada upaya perbaikan yang nyata. Kalau ada penerbit berkualitas Washington Post dan/ atau Reuters.TV; mengapa saya harus mendukung penerbit berbayar yang tidak mau berbenah?

Orang tua saya (dahulu) berlangganan Tempo sejak awal terbit di tahun 1970an. Saya (dahulu) membeli koran Tempo di pinggir jalan. Saya (sekarang) berlangganan koran Tempo digital hingga 27 Agustus 2023.

NAMUN, jika tidak ada kemajuan/perubahan nyata...  kita lihat saja nanti!



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

29 Januari 2021

UBUNTU: Snap Permission Sh*t

Goodbye Ubuntu, Hello Debian?!

 
Gr.... semakin lama menggunakan Ubuntu, semakin ingin berpisah! Banyak "kejutan" muncul, setelah pindah dari 18.04 ke 20.04!
 
Problem terakhir ialah, (sepertinya) GIMP (snap) tidak dapat membaca / menulis ke directory yang di luar $HOME? Ini termasuk folder yang dibentuk dengan symbolic link!

Gr... masih belum berhasil setelah beberapa kali Google Sana, Google sini!
 
 


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

27 Januari 2021

UBUNTU: Slow Shutdown

Slow Shutdown


Dua hal yang dapat dilakukan jika Ubuntu sulit / lambat shutdown:

Pertama, edit berkas "etc/default/grub":

 
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="acpi=force"


(kemudian "update-grub").

Kedua, edit / ubah berkas "/etc/systemd/system.conf":

 
DefaultTimeoutStopSec=4s


Rujukan


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

24 Januari 2021

GIMP: menolak CROP TO SELECTION

Karena satu dan lain hal, jika gimp tiba-tiba menolak untuk "Crop to Selection":

GIMP: Crop to selection


Perhatikan pilihan berikut "Select Tool" berikut:


Kalau posisinya pada "Ellipse Select Tool", ubah menjadi "Rectangle Select".

Rectangle Select


Seharusnya anda bisa "Crop to Selection" kembali.

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Windows 10: VirtualBox tidak bisa Print Screen

Terkadang keluaran VirtualBox tidak dapat ditangkap dengan tombol Print Screen. Untuk itu, diperlukan sedikit perubahan pada VirtualBox:

Virtual Box


Pada VirtualBox Manager, lakukan:

File --> Preferences --> Input

Kemudian, hapus pilihan (deselect)  "Auto Capture Keyboard" pada pojok kiri bawah.



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

17 Januari 2021

UBUNTU: Hack Dependencies Package DEB

Terkadang, ada masalah dependencies pada paket installasi. Umpamanya pada paket "Brackets.Release.1.14.1.64-bit.deb" masih tergantung pada paket "libcurl3". Padahal, paket tersebut sudah diganti dengan "libcurl4".

 

1. Buka paket DEB tersebut:

 
dpkg-deb -R Brackets.Release.1.14.1.64-bit.deb Brackets

    • Perhatikan berkas "Brackets/DEBIAN/control"

2. Ganti secara manual "libcurl3" menjadi "libcurl4", atau:

 
sed -i 's/libcurl3/libcurl3 | libcurl4/' Brackets/DEBIAN/control


3. Tutup kembali paket DEB:


 
dpkg-deb -b Brackets Brackets-BARU.deb


4. Install paket BARU:

 
dpkg -i Brackets-BARU.deb


RUJUKAN



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!


13 Januari 2021

UBUNTU: Menambah Nama Hari Pada Desktop

Saya menginstall-ulang UBUNTU setiap dua tahun, yaitu 8 bulan setelah LTS beredar. Kini saatnya upgrade ke Ubuntu 20.04. Keunggulan install ulang ada dua:

  • ternyata lebih cepat daripada upgrade (dari 18.04).
  • sekalian bersih-bersih paket-paket yang tidak dimanfaatkan.

Namun salah satu masalah ialah harus melakukan setting ulang/ modifikasi hal-hal yang spesifik. Diantaranya, agar ada nama hari pada bar tanggalan.

Caranya ialah:


 
gsettings set org.gnome.desktop.interface clock-show-weekday true
gsettings set org.gnome.desktop.interface clock-show-seconds true


GUI


Tentu saja, juga ada


 
sudo apt-get install gnome-tweaks



dengan menjalankan


 
gnome-tweaks




RUJUKAN


https://askubuntu.com/questions/1261262/how-to-show-the-day-of-the-week-on-the-desktop-date-with-ubuntu-20-04-lts


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

UBUNTU: Update BIOS Lenovo ThinkPad E135

Lenovo ThinkPad E135

Notebook ini sudah tidak diproduksi dan sudah tidak lagi mendapatkan dukungan pemeliharaan. Dua masalah yang mungkin dihadapi ialah:

  • Driver WIFI (Broadcom WLAN 43142)
  • BIOS

 

Driver WIFI (Broadcom WLAN 43142)

Driver WIFI ini dapat diupdate dengan paket Non-Free yang tersedia SETELAH sistem operasi terinstall.

 

BIOS (Versi terakhir 2.58)


UBUNTU

  • Install paket

 
sudo apt-get install genisoimage

 
  • Extract ISO image


 
geteltorito -o /tmp/bios.img hmuj10wd.iso

  • Masukkan Flashdisk (umpama /dev/sdc)

 
sudo dd if=/tmp/bios.img of=/dev/sdc bs=512


  • Boot flashdisk tersebut untuk update BIOS.


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

08 Januari 2021

How to contact Rahmat M. Samik-Ibrahim

  • My email domains are either 
    • G: @gmail.com, (or)
    • U: @ui.ac.id
  • If you attend my class or I am your academic advisor, send email to: rms46@U 
    • Always introduce yourself! 
    • State your 
      • “Name”
      • “Student ID”
      • "Class" (if applicable)
      • "GitHub ID" (if applicable)
      • "SSO/UI email" (if applicable)
  • Else, my email is
    • rmsi.vlsm.org@G
  • DO NOT TEXT / CALL ME at 0881 XXX XXXX. And never ever text / call me at 0812 XXX XXXX  nor 08111 XXXXXX.    
  • May the fork() be with you!


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

21 Oktober 2020

Teknologi Informasi Indonesia 2010-2020

Teknologi Informasi Indonesia 2010-2020

Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia 2010-2020. Langkah awalnya, posting judulnya saja.

Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Teknologi Informasi Indonesia 2000-2010

Teknologi Informasi Indonesia 2000-2010

Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia 2000-2010. Langkah awalnya, posting judulnya saja.

Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Teknologi Informasi Indonesia 1990-2000

Teknologi Informasi Indonesia 1990-2000

Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia 1990-2000.

 

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Teknologi Informasi Indonesia 1980-1990

Teknologi Informasi Indonesia 1980-1990


Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia 1980-1990. Langkah awalnya, posting judulnya saja.

Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!


Peristiwa 1980-an yang jarang dibahas:
* AUSEAnet
* CoSy
* Dial Up BBSs
* Email/Pesan/Mikas/Lodan
* Ethernet
* Fidonet
* KA9Q
* Novell Netware
* PackSatNet
* Program Pendidikan Jarak Jauh Indonesia Timur
* Uninet
* UUCP
* TCP/IP
* X.25 SKDP
* WordStar (MicroPro Corp.) merupakan Word Processor perintis.  Secara sangat perlahan digunakan di Indonesia mulai pertengahan tahun 1980an. Perangkat lunak berjalan diatas CP/M (Apple), dan DOS (PC).



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Teknologi Informasi Indonesia 1970-1980

Teknologi Informasi Indonesia 1970-1980


Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia 1970-1980. Langkah awalnya, posting judulnya saja.

Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!


MEMO

  • Pada tahun 1970an, sistem utama di PUSKOM ITB ialah keluarga IBM 140X.
  • Kapasitas maksimum CPU IBM 1401 ialah 16000 words.
  • Mahasiswa membawa program bahasa Fortran IV dalam bentuk "punch card" (Hollerith Card). Sebuah "punch card" dapat berisi satu baris maksimum 80 karakter.
  • Ukuran record basis data mahasiswa ITB pada saat itu ialah 80 karakter (= 1 punch card).
  • Kalau "kursus" komputer di akhir tahun 1970an, makan akan belajar bahwa komputer "kecil" memorinya hingga 16kB. Komputer "sedang" memorinya antara 16-64kB. Dan komputer "besar" memorinya diatas 64 kB.
  • Biaya sewa komputer Comodore PET ialah Rp. 2000 per jam.
  • Nilai US$ 1 sebelum 1978 setara Rp. 415. Setelah KNOP-15, US$ 1 = Rp. 630.







DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

Teknologi Informasi Indonesia Sebelum 1970

Teknologi Informasi Indonesia Sebelum 1970 Niatnya sih, ini akan merupakan tempat pengumpulan posting seputar Teknologi Informasi Indonesia Sebelum 1970. Langkah awalnya, posting judulnya saja. Entah kapan, posting ini akan diisi. Apalagi, entah kapan, tulisan ini akan rampung!

DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

27 September 2020

Pemeliharaan Bookmarks

Terdapat 1001 cara untuk memelihara bookmarks. Silakan memelihara bookmarks sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Berikut, merupakan tiga cara yang pernah saya coba. Tentunya, masih ada 998 cara lain yang tidak akan dijelaskan di sini!

Browser

Cara termudah ialah dengan menyimpan bookmark pada browser. Umumnya pada browser modern terdapat cara EXPORT/IMPORT bookmarks dari browser satu ke browser lainnya. Tentunya bookmark baru dapat dimanfaatkan, jika sudah melakukan proses export/import tersebut!


Blogger.com

Bikin saja bookmark pada blogger! Contoh:



GitHub.com


Dengan menggunakan fasilitas GitHub, akan didapatkan:





DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

04 September 2020

Sistem Operasi: Kisah IBM

Saya merencanakan untuk membuka kuliah Sistem Operasi dengan meminta mereka mempelajari sejarah IBM. IBM merupakan perusahaan yang membesarkan DUA anak macan sekali gus:
  1. Intel
  2. Microsoft
Pada zaman dahulu, yang namanya Sistem Operasi utama ialah perangkat lunak yang mengendalikan perangkat komputer IBM. Sekarang, Sistem Operasi merupakan perangkat lunak yang mengendalikan ponsel. Walau pun demikian, buku text Sistem Operasi cenderung masih berorientasi pada komputer zaman dahulu. 



Ada komentar?

PS:

Zaman dahulu ada banyak Sistem Operasi karena setiap pembuat komputer mengembangkan Sistem Operasi-nya masing-masing. Sekarang, tiga besar yang tersisa ialah Windows, MacOS, atau GNU/Linux. Namun, berikut daftar 12 Sistem Operasi alternatif:





DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

30 Agustus 2020

Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman

Kolam Susu

Menurut Yok Koeswoyo (Kolam Susu, Koes Plus volume 8, 1973),
Orang bilang tanah kita tanah surga,
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.
Apa betul tongkat kayu (singkong) bisa jadi tanaman? Berikut merupakan percobaan untuk membuktikan teori Koes Plus tersebut.

Hari H=0 (30 Agustus 2020)

Tiga batang singkong dipilih secara acak berdasarkan theory Mambo Jumbo [Who Cares, 2020]. Batang pertama ditanam secara normal. Batang kedua, ditanam terbalik. Dan, batang ketiga dipotong 3 dengan panjang yang bervariasi. Semua batang ditanam dalam pot.


 

Hari H=1 (31 Agustus 2020)

XYZZY, nothing happens.




Hari H=3 (2 September 2020)

Mulai bersemi. Namun, harus menggunakan kaca pembesar :).




Hari H=5 (4 September 2020)

Sebetulnya (kalau dicabut), akarnya sudah tumbuh beberapa centimeter!






Hari H=7 (6 September 2020)

Kalau dicabut, terdapat bentol-bentol (akar). Hanya saja belum muncul dipermukaan.







Hari H=8 (7 September 2020)


Mulai tumbuh...





Hari H=15 (14 September 2020)

Split






15 September 2020

Sambil menunggu Singkong tumbuh, bagaimana kalau menanam Alpukat? Pertama-tama pesan bibit. Ternyata, penjual yang di sekitar Jabodetabek tidak melayani kalau hanya pesan satu bibit. Jadi, pesan bibit Alpukat Miki (?) ke Semarang. 



17 September 2020

Semarang - Tangerang Selatan = 2 hari. 


Unboxing Alpukat I



Didiamkan terlebih dahulu beberapa hari...




07 Oktober 2020









Alpukat I

22 April 2021


Alpukat I


Alpukat II


Alpukat III


Singkong Terlantar



Agustus 2021


Alpukat I


Alpukat II


Alpukat III


Juli 2022


Alpukat I


Alpukat II


Alpukat III




Januari 2023


Alpukat I


Alpukat II


Alpukat III



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google Here, There, and Everywhere". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

This is the Way!

26 Agustus 2020

Jalan Kaki Dari Bandung Ke Bogor (1976)













 

 

 

 


Siapakah Mereka?


Foto ini diambil di tengah malam di atas jembatan Rajamandala (lama). Mutu kamera seadanya, serta pencahayaannya kurang. Pada zaman tersebut (1976) belum ada kamera ponsel. Biasanya foto diambil dalam kelipatan 36 (= 1 roll). Hanya foto tersebut yang selamat. Sepertinya foto-foto lain hilang, atau rusak, atau dimakan rayap, atau tersembunyi. Tidak jelas, siapa yang mengambil foto tersebut, serta kamera siapa yang digunakan. Pihak yang terekam pada foto, berturut-turut dari kiri ke kanan: Mas Endang, mbak Harjani (Nani), mbak Nining,  mbak Hayati, Gono, mbak Tinne, dan Saya. Foto tersebut merupakan satu-satunya "bukti", bahwa saya pernah "jalan kaki" dari Bandung ke Bogor via Cianjur. Saat itu (1976), saya baru kelas satu di SMA Negeri 1 Bogor.

Peristiwa ini sudah lama sekali, serta banyak hal yang sudah lupa. Sebelum lupa total, berikut beberapa catatan "sekeingatan". Jalan kaki ini merupakan kegiatan dari kelompok pencinta alam "Caracara", Bogor. Kakak saya (Hayati) menjadi anggota kelompok tersebut. Entah mengapa, saya diajak untuk ikut. Ada kemungkinan, agar kakak saya mendapat "izin ikut" dari orang tua kami. Mungkin kelompok tersebut masih exists. Setidaknya -- katanya sih -- WhatsApp Group "Caracara" masih exists.

Kami berangkat pagi-pagi dari Bogor menuju Jalan Merak, Bandung. Rumah tersebut milik saudara sepupu Tinne, Dr. Boyke Setiawan (almarhum). Menjelang sore hari, kami berangkat dari Jalan Merak. Berhubung kebanyakan jalan di Bandung tanpa trotoar, serta untuk menghindari menjadi perhatian orang, diputuskan agar perjalanan dimulai dari batas kota. Jadi, perjalanan baru dimulai dari sekitar jalan Rajawali, Bandung. 

Menjelang tengah malam, baru sampai jembatan (lama) Rajamandala.  Otot paha mulai pegel, dan alas kaki mulai lecet. Pagi harinya, baru sampai Ciranjang. Masuk Cianjur, sebelum tengah hari. Kami menumpang istirahat di rumah neneknya Nina. Nina juga anggota "Caracara",  namun tidak ikut karena ada acara keluarga.

Malam harinya, berangkat menuju Bogor.  Tengah malam, saat melintas Cipanas betul betul kedinginan! Menjelang pagi, baru melintas Puncak. Sampai Tajur menjelang magrib. Sementara para peserta lain melanjutkan perjalanan menuju ke sekretariat "Caracara" di jalan Bangka (Bogor), saya mendapat tugas untuk memberi tahu bahwa kami sudah sampai Bogor, serta minta dijemput. Pada saat itu, belum banyak yang memiliki pesawat telepon.

Keesokan harinya, baru terasa kaki bengkak-bengkak dan pegal-pegal. Rasa tersebut baru hilang beberapa hari kemudian! Demikianlah kisah seputar sebuah foto di atas jembatan. Menurut perhitungan mas Harjoko, rata-rata kecepatan kami sekitar 4 - 5 km per jam. Cara menghitung ialah dengan menghitung jumlah PAL KM yang dilalui setiap jam. Dengan kecepatan 4 km per jam, jalannya agak santai dan kalau 5 km agak cepat langkahnya.


Dimanakah Mereka Sekarang?




Sejak jembatan baru Rajamandala diresmikan (1979), jembatan lama menjadi terlantar dan tidak terpelihara. Pada tahun 1986, jembatan lama tersebut direnovasi menjadi seperti yang terlihat pada foto (DETIK).

Endang, pada saat itu (1976) anggota Caracara namun dari SMA berbeda. Informasi terakhir (awal 2000), mas Endang adalah seorang perwira TNI Angkatan Udara yang berdinas di Dinas Psikologi TNI Angkatan Udara. Penulis belum berhasil mengkontak yang bersangkutan.

Harjani, sekarang tinggal di Taman Yasmin, Bogor.

Nining,  sekarang tinggal di Baranangsiang Indah, Bogor

Rahmah Hayati Samik-Ibrahim, sejak 2018 pensiun dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Sekarang tinggal di Bogor.

Prof. Dr. Gono Semiadi, Cibinong. Peneliti Mamal dan Pengelolaan Satwa Liar, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Tinne Karnia, sekarang tinggal di Jakarta.

Rahmat M. Samik-Ibrahim, VauLSMorg, Pamulang. Semester ganjil 2020/2021 ini akan mengajar Sistem Operasi dan Sistem Programing.


Tidak Ada di Foto


Beberapa peserta jalan kaki yang tidak ada dalam foto di atas.



Moelani, sejak 2015 pensiun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sekarang tinggal di Gunung Putri, Bogor.

Iwan Sidharta, pensiun dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Sekarang tinggal d Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Febby Prabawati, pensiun dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Provinsi DKI Jakarta. Terakhir, tinggal di Kayu Putih, Jakarta Timur. Wafat pada tanggal 15 Juli 2021 di Jakarta.

Haryoko, pensiunan TNI Angkatan Darat. Sekarang tinggal di Kompleks Kodam Cibubur, Jakarta Timur.



Seputar Kelompok Pencinta Alam "Caracara"


Berikut merupakan rangkuman informasi seputar "Caracara" yang disampaikan melalui WhatsApp.

Menurut Febby, keanggotaannya umum, bukan saja dari SMAN 1 Bogor. Pertemuan biasanya dilakukan pada akhir pekan secara bergantian di salah satu anggota. Seringnya, para anggota "Caracara" berkumpul di jalan Malabar (rumah ketua, Jody Tasno?). "Caracara" merupakan organisasi yang dicari para anak muda Pecinta Alam di Bogor. Di situ, diajarkannya hal-hal seperti pengetahuan tentang alam seperti cara mengenal / melihat / memelihara alam sekitarnya. Pendaftaran dan perkenalan melalui pendakian gunung disertai jurit malam.  Jurit malam menguji keberanian mental, karena dalam pendakian pendakian selanjutnya sering terlihat berbagai mahluk halus, katanya. Kakak-kakak pembinanya profesional dan sabar. 

Tinne menambahkan, kegiatan "Caracara" lebih sering naik gunung, seperti gunung Gede dan Pangrango. Kalau sudah senior, biasanya naik gunung yang lebih tinggi di daerah. Sekarang kalau tidak salah, katanya kegiatan lebih fokus ke penanaman pohon (penghijauan).

Menurut Nina, yang mencetus ide jalan kaki Bandung-Bogor ialah Tinne. Konon, acara jalan kaki seperti itu, juga diteruskan oleh para junior generasi selanjutnya. Sekretariat Caracara di Jalan Bangka yaitu rumahnya mas Hedy (Umba).

Sekedar informasi, "Caracara" itu sendiri merupakan anggota keluarga Elang yang hidup di Amerika Latin.

(c) Joseph C Boon - CC BY-SA 3.0.



Ucapan Terimakasih


Terimakasih banyak untuk semua terutama yang berkenan meluangkan waktu untuk memberikan masukan:
Ahmad Baidowi,
Febby Prabawati,
Gini Semiati,
Prof. Gono Semiadi,
Harjani,
Haryoko,
Iwan Sidharta,
Moelani,
Nina Surianata - Denis,
Nining,
Rahmah Hayati Samik-Ibrahim,
Tinne Karnia,
dan lainnya.








DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!