22 Agustus 2021

So, what is LuaLaTeX anyway?

Have you ever tried to run LaTeX on an IBM PC/XT 5160?  I have! You can have lunch as well as taking a nap until the job is done. Have you ever tried to print a DVI file on an Epson Dot Matrix printer? I have! It will take about 5 minutes to print a "high res" A4 page! However, just because I have tried to use an IBM PC/XT 5160, it does not mean doing it daily. My first LaTeX related works were on an Encore Multimax 510 with multiprocessors. And, the printer was (AFAIK) a Xerox Star. I have been doing LaTeX for a long-long time. 

Because of the "ain't broke, don't fix it" principle, I have been doing it almost the same way for 35 years. Suddenly, I realized that I became a LaTeXsaurus. There exist more and more packages that do not work with the way I am using LaTeX. There has been existed for more than ten years, something called LuaLaTeX. Unfortunately, getting information about LaTeX is as shitty as it was 35 years ago! Less informed fellows have no clue on how to get information. Well-informed fellows are complaining about the lack of knowledge of the less informed one.

So, what is LuaLaTex, anyway?


According to Wikipeida, it is a TeX-based computer typesetting system which started as a version of pdfTeX with a Lua scripting engine embedded.


What (more) bloated things that I have to install?


Using a Debian 11 Server, you need these following packages:

aptitude
dbus-x11
evince
fonts-sil-scheherazade
libcanberra-gtk-module
libcanberra-gtk3-module
texlive-binaries
tex-gyre
texlive-fonts-recommended
texlive-lang-arabic
texlive-latex-base
texlive-latex-recommended
texlive-latex-extra
texlive-luatex
texlive-pictures
vim
x11-apps


MWE (Minimal Working Example), please




LINKS



DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

21 Agustus 2021

What are pliers doing on this working desk?!


What are pliers doing on this working desk?!



AHA!


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!

19 Agustus 2021

Dr. RAK Samik-Ibrahim (1928 -- 2006)

Almarhum bapak saya, dikenal dengan nama:

Dr. RAK Samik-Ibrahim

Tidak banyak yang tahu singkatan RAK serta mengapa ada "strip" (hyphen) antar "Samik" dan "Ibrahim". Tulisan ini mencoba menjelaskan asal-usul dari nama tersebut.

Pada zaman NOW, nama yang tercantum di KTP harus persis dengan yang tercantum di ijazah SMA. Sedangkan nama di ijazah SMA harus persis dengan yang di akta kelahiran, TITIK! Kalau zaman dahulu, tidak perlu! Setiap orang bebas menentukan siapa namanya, dan bagaimana cara menulisnya. 

Ketika saya masih SMA di tahun 1970-an, kita masih bebas "menentukan" bagaimana kita dipanggil serta bagaimana cara menulisnya! Walaupun namanya "Yusuf", dalam "daftar absen kelas" yang bersangkutan dapat saja tertulis dengan nama "Ucup Yusuf", Zainudin menjadi "Udin Zainudin", Mansyur menjadi "Acun Mansyur", serta Komariah menjadi "Kokom Komariah". Hal ini biasa-biasa saja, tidak ada yang protes atau mempermasalahkan cara penulisan nama mau pun ejaannya.

Almarhum ayah saya lahir di Amping Parak, Sumatera, pada tahun 1928 lalu. Namun, pada kebanyakan dokumen resmi, tertulis lahir pada tahun 1929. Ketika itu, jarang ada yang membuat akta kelahiran. Nama "ASLI" bapak saya --- atau nama "pertama" --- ialah Abu Bakar. Kakek saya, sepertinya sudah merencanakan untuk menamakan anak-anak lelakinya dengan nama sahabat utama Nabi. Almarhum ayah merupakan anak pertama. Nama adik-adik lelakinya, berturut-turut "Umar" (1933-1991), "Usman" (1934-1936), "Ali" (1948-2020) dan "Razak" (1953-2012).

Hanya saja, "Abu Bakar" bukan merupakan nama yang lazim pada saat tersebut. Nama ini juga memiliki konotasi "Abu" hasil "pemBAKARan". Mungkin saja banyak yang "menentang" nama tersebut, sehingga kakek saya mengubah nama tersebut menjadi "Ahmad Qusyasyi". Nama ini merupakan salah satu ulama tarekat Syattariyah yang ternama. Bagaimana cara mengeja nama tersebut? Kakek saya -- berdasarkan dokumen yang ada -- menulis nama ayah saya dengan "Ahmad Khusjasji". Sedangkan ayah saya, "menyederhanakan" ejaan tersebut menjadi 

"Ahmad Kusasi".

Walau pun namanya "Ahmad Kusasi", sejak kecil, biasanya dipanggil dengan nama "Rahmat". Juga "Amai" -- panggilan untuk nenek saya -- memanggil dengan nama Rahmat! Dengan demikian, almarhum dikenal dengan nama: 

"Rahmat Ahmad Kusasi".

Kakek saya bernama "Samik". Ayah dari kakek saya memiliki gelar "Khatib Ibrahim". Juga, kakek dari kakek saya memiliki gelar yang sama yaitu  "Khatib Ibrahim". Gelar ini mungkin saja mengikut nama  "Ibrahim al-Kurani" yang merupakan ulama yang diakui oleh tarekat Syattariah mau pun tarekat Naqsyabandiyah. Karena itu, nama kakek saya menjadi "Samik Ibrahim". Mungkin pada awalnya, kakek saya menjadi pengikut tarekat Syattariah atau Naqsyabandiyah. Hanya saja sejak tahun 1930an, kakek saya turut merintis gerakan Muhammadiyah di Pesisir Selatan.  

Berdasarkan tradisi dunia barat, nama seseorang terdiri dari dua bagian yaitu "Nama Kecil" dan "Nama Besar/Nama Keluarga". Karena itu --- ketika kuliah di Uni-Koeln --- nama ayah menjadi:

Rahmat Ahmad Kusasi Samik-Ibrahim

Karena terlalu panjang, Rahmat Ahmad Kusasi disingkat menjadi "RAK". Agar nama keluarga bukan hanya "Ibrahim", maka antara "Samik" dan "Ibrahim" diberi sambungan strip (hyphen). Setelah mendapatkan gelar S3, ayah lazimnya dikenal dengan:

Dr. RAK Samik-Ibrahim

Tulisan ini ditutup dengan beberapa foto masa lalu.


Olah Raga


Bersama Ayah Gaek dan Amai di Jalan Palinggam 14, Padang.

Sekeluarga


Naik Haji


Bersama Amai dan Adik-Adik


Bersama Bapak Pembangunan RI


Universitas Yarsi




DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!










16 Agustus 2021

Debian 11 has been released


Debian 11 has been released. This morning --- while watching YouTube --- I tried to install Debian 11 on VirtualBox. See also Operating Systems Programming For DISS.





Known Quirks (From 10 to 11)

  1. Terminal does not paste "newline" (do:  bind 'set enable-bracketed-paste off')
  2. Git needs a default pull configuration (do:  git config pull.rebase false)
  3. Phyton3 is not recognized (add the python-is-python3 package).


DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!


14 Agustus 2021

Dispenser Odol




Dispenser odol seperti ini banyak tersedia secara online. Murah, meriah, dan lumayan praktis.






DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!