22 Maret 2005

Ibu H.K.

(Oleh Dr. Manfred AR)

Waktu itu salju turun bertaburan dari langit kota Cologne. Hedwig Clara perawat gigi dokter Manfred bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Alat-alat gigi sudah disterilkan, segala cawan porselen ludah telah dibasuh bersih-bersih. Tiba-tiba muncul seorang Auslander agaknya dari Asia Tenggara, dengan bahasa Jerman belepotan mengatakan giginya sakit. Kerena pelajaran di sekolah perawat gigi mengatakan bahwa menolong orang yang sakit itu pahalanya berlimpahruah, maka dengan sukacita Hedwig Clara, menyuruh pemuda asia itu duduk di kursi pemeriksaan gigi. Prosedur tetap menetapkan sebelum dokter memeriksa, terlebih dahulu si perawat yang mengotak atik mulut pasiennya.

Dan Hedwig pun menyuruh si pasien menyebut "aaaa", anak muda mantan tukang pukek dari Amping Parak itu menyebut "aaaaaaa". Berkali-kali Hedwig memain-mainkan sendok cerminnya mencari kalau-kalau ada gigi yang bolong, tapi astaga, gigi auslander ini bagusnya tidak terkira, kalau pun ada flak-flak itu cuman remah-remah sisa "Berliner" yang menyelip disela-sela giginya.
"Anda tidak sakit apa-apa Tuan!"
"Tapi gigi saya sakit loh, Fraulein"
"Nggak!"
"Yaa!"
"Nggak!"
"Yaa!"
Pertengkaran perawat gigi dengan Auslander itu tak habis-habisnya, kalau tidak dilerai dokter Manfred. Dokter Manfred akhirnya memutuskan keduanya harus jadi suami-istri. Maka nikahlah mereka, dan sekarang sudah beranak pinak. Hedwig Clara itu tanggal 4 Maret ulang tahun. Dan kami dari Linggarjati mengucapkan Herzlichen Geburstag Uni Astrid!

revisi 10.10.11-01