15 April 2021

Hello Telegram, Goodbye WhatsApp!

 
GoodBye WhatsApp!

 
Pertama-tama, saya BUKAN penggemar Privacy Sh*t buatan European Union. Setelah beratus tahun mencoba mendominasi dan merusak dunia, kini komplotan European Union berusaha memaksakan kebijaksanaan internet mereka terhadap dunia! Kalau mau privacy, ya JANGAN menggunakan Internet, titik!

Yang membuat saya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan WhatsApp ialah:
  • Pemilik WhatsApp yang baru mengabaikan ketentuan lama dari pemilik lama.
  • Pemilik WhatsApp yang baru dengan sombongnya mengatakan: "Take It" or "Leave It". OK, I will leave it! Sialan betul kau, SuckerBug!

 

Now What?

 
Apakah ada alternatif senyaman WhatsApp? Ternyata tidak! Setelah GSGS (Google Sana, Google Sini), pilihan jatuh antara Signal dan Telegram. Kedua APP tersebut, TIDAK senyaman WhatsApp. Oh MAAP ya, Palapa tidak masuk pertimbangan karena hingga saat ini, TIDAK banyak yang menggunakan. Atau tepatnya, tidak banyak yang berada dalam daftar CONTACT saya yang menggunakan Palapa.

Walau pun katanya Signal sangat mengutamakan privacy, ternyata saya tidak menemukan cara untuk memfilter SPAM yang berasal dari SMS. Ini menyebabkan saya tidak akan memasang Signal pada ponsel utama.

Lalu, ditemukan banyak sekali ketidak-nyamanan pada Telegram. Sebagian karena tidak biasa, sebagian karena rancangan Telegram memang begitu. Hal yang paling menjengkelkan ialah LAMBATNYA pengiriman berkas lampiran seperti foto.

Untuk sementara waktu, saya masih akan menggunakan satu akun WhatsApp karena masih ada beberapa "tetua"/"kerabat" yang belum menggunakan Telegram.


URLs

 

 

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

Hello Nokia, Goodbye Redmi!

Bloatware! Ya, bloatware merupakan penyakit kronis dari berbagai jenis ponsel, dari yang "murah meriah" hingga yang "premium". Masalah "bloatware" ini menyebabkan saya merencanakan untuk tidak lagi menjadi pengguna ponsel Redmi.
 
Android One merupakan seri ponsel yang diantaranya "menjanjikan" bebas bloatware. Hanya saja ponsel "standar/asli" Android ini, justru tidak banyak diproduksi! Selain itu, harganya relatif lebih mahal dibandingkan telepon murah-meriah seperti Redmi. Setelah GSGS (Google Sana, Google Sini), akhirnya menghasilkan pilihan antara Nokia 5.3 dan Nokia 5.4. Masing-masing, memiliki kelebihan tersendiri,

Akhirnya, memutuskan untuk membeli Nokia 5.3. Pertimbangannya, ialah telepon ini sudah beredar satu tahun sehingga seharusnya tidak ada lagi "bugs awal".

Nokia 5.3

 

Satu-satunya keluhan ialah sebelum ini belum pernah memiliki ponsel "PANJANG" 6.55 inch. Akibatnya, tidak muat dalam "tray" yang biasanya saya gunakan untuk meletakkan ponsel. Tidak seperti Redmi, baterenya hanya 4000 mAh. Namun itu cukup untuk saya yang rata-rata hanya menggunakan 20-30% batere per hari.

Apakah ini merupakan Nokia saya yang pertama? Bukan! Sebelum menjadi pengguna Blackberry (terakhir seri Q5/Android), saya pernah memiliki Nokia 5110 yang pada zamannya sering dijuluki sebagai "HP sejuta umat". Sebelumnya, juga pernah menggunakan Siemens C25.


DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

28 Maret 2021

Ubuntu: Blank Activity Icon

Somehow, my VirtualBox Activity icon is always BLANK!


After Google Here, There, and Everywhere... the icon is still BLANK!
Somehow, after tried:

apt-get install --reinstall breeze ubuntu-desktop -y < /dev/null
dpkg --configure -a

Sometimes, the icon will appear!




Any idea?

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

10 Maret 2021

Jon Postel at INET 1995




































DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

07 Maret 2021

Ubuntu: Failed to load module "canberra-gtk-module"

Bertemu:
Failed to load module "canberra-gtk-module"?

Ya:
apt install -y libcanberra-gtk-module libcanberra-gtk3-module dbus-x11



DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!