04 Mei 2021

Koleksi Populer: TAP MPR no II/1978

Saya menghimpun segala macam Peraturan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seperti Undang Undang Dasar 1945 (UUD 45), Undang Undang (UU), Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU), Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (PERMEN), dan Peraturan Presiden.
 
Agar tidak perlu download ber-ulang-ulang, dititipkan pada GitHub.com dengan link:


Ternyata, berkas yang paling populer pada koleksi saya ialah: TAP MPR no II/1978 perihal P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).
 
(Surprise!)

Penataran P4

BTW, ketika mengikuti penataran P4 abad lalu, makalah saya berjudul:


DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

02 Mei 2021

Dari Millennial, Untuk BabyBoomers



DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!


23 April 2021

Setelah Satu Tahun Dengan COVID-19

Saya biasanya belanja satu tahun satu kali untuk beberapa keperluan sehari-hari. Namun, setelah belanja tahunan bulan Maret 2020 lalu, musim COVID-19 dimulai! Berikut merupakan laporan inventaris setelah satu tahun di rumah saja.
 

Deodoran

 

 
Berhubung jarang sekali keluar rumah, stok 2020 nyaris masih utuh!
 
 

Cairan Kumur

 

Berhubung jarang sekali keluar rumah, stok 2020 nyaris masih utuh!
 
 

Sabun Mandi Cair

 


Ini stok terakhir tahun 2020 yang masih utuh/ tidak dibuka. Selama musim COVID, mandi biasanya cukup satu kali per hari plus setelah keluar rumah. Karena jarang keluar rumah, jarang mandi lebih dari satu kali!
 

Sabun "Serba Guna"

 
 


Ini merupakan stok baru (2021), sebab stok 2020 habis sesuai perkiraan. Sabun ini biasanya digunakan untuk saat prosesi "membuang hajat". COVID atau tidak COVID, terbukti jumlah buang hajat merupakan konstanta!
 
 

Pasta Gigi

 

 

Ini merupakan stok baru (2021), sebab stok 2020 habis sesuai perkiraan. 
 

Alat Cukur

 
 



Ini merupakan stok baru (2021), sebab stok 2020 habis sesuai perkiraan.


Fun Fact


Source: Verizon Media (ex Yahoo!)


Saham UNILEVER drop. Harap maklum.

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

19 April 2021

FaceBook is Watching You!

 
 
Perhatikan panah merah di kiri bawah dan kanan atas!
 
 
 
Tahukah anda, bahwa komplotan FaceBook melacak keberadaan anda walau pun TANPA mengunjungi situs tersebut?!
 
Pada dasarnya, setiap situs yang mencantumkan logo "F" (lihat panah kiri bawah) akan melapor ke FaceBook keberadaan anda!

Untuk itu, kini Firefox menyediakan fasilitas "Facebook Container" yang mencegah pelaporan tersebut. 

Setiap kali ada upaya pelacakan oleh Facebook, maka akan muncul peringatan PAGAR UNGU pada pojok kanan atas (lihat panah).

Lihat juga:

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!


15 April 2021

Hello Telegram, Goodbye WhatsApp!

 
GoodBye WhatsApp!

 
Pertama-tama, saya BUKAN penggemar Privacy Sh*t buatan European Union. Setelah beratus tahun mencoba mendominasi dan merusak dunia, kini komplotan European Union berusaha memaksakan kebijaksanaan internet mereka terhadap dunia! Kalau mau privacy, ya JANGAN menggunakan Internet, titik!

Yang membuat saya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan WhatsApp ialah:
  • Pemilik WhatsApp yang baru mengabaikan ketentuan lama dari pemilik lama.
  • Pemilik WhatsApp yang baru dengan sombongnya mengatakan: "Take It" or "Leave It". OK, I will leave it! Sialan betul kau, SuckerBug!

 

Now What?

 
Apakah ada alternatif senyaman WhatsApp? Ternyata tidak! Setelah GSGS (Google Sana, Google Sini), pilihan jatuh antara Signal dan Telegram. Kedua APP tersebut, TIDAK senyaman WhatsApp. Oh MAAP ya, Palapa tidak masuk pertimbangan karena hingga saat ini, TIDAK banyak yang menggunakan. Atau tepatnya, tidak banyak yang berada dalam daftar CONTACT saya yang menggunakan Palapa.

Walau pun katanya Signal sangat mengutamakan privacy, ternyata saya tidak menemukan cara untuk memfilter SPAM yang berasal dari SMS. Ini menyebabkan saya tidak akan memasang Signal pada ponsel utama.

Lalu, ditemukan banyak sekali ketidak-nyamanan pada Telegram. Sebagian karena tidak biasa, sebagian karena rancangan Telegram memang begitu. Hal yang paling menjengkelkan ialah LAMBATNYA pengiriman berkas lampiran seperti foto.

Untuk sementara waktu, saya masih akan menggunakan satu akun WhatsApp karena masih ada beberapa "tetua"/"kerabat" yang belum menggunakan Telegram.


URLs

 

 

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!