15 April 2021

Hello Telegram, Goodbye WhatsApp!

 
GoodBye WhatsApp!

 
Pertama-tama, saya BUKAN penggemar Privacy Sh*t buatan European Union. Setelah beratus tahun mencoba mendominasi dan merusak dunia, kini komplotan European Union berusaha memaksakan kebijaksanaan internet mereka terhadap dunia! Kalau mau privacy, ya JANGAN menggunakan Internet, titik!

Yang membuat saya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan WhatsApp ialah:
  • Pemilik WhatsApp yang baru mengabaikan ketentuan lama dari pemilik lama.
  • Pemilik WhatsApp yang baru dengan sombongnya mengatakan: "Take It" or "Leave It". OK, I will leave it! Sialan betul kau, SuckerBug!

 

Now What?

 
Apakah ada alternatif senyaman WhatsApp? Ternyata tidak! Setelah GSGS (Google Sana, Google Sini), pilihan jatuh antara Signal dan Telegram. Kedua APP tersebut, TIDAK senyaman WhatsApp. Oh MAAP ya, Palapa tidak masuk pertimbangan karena hingga saat ini, TIDAK banyak yang menggunakan. Atau tepatnya, tidak banyak yang berada dalam daftar CONTACT saya yang menggunakan Palapa.

Walau pun katanya Signal sangat mengutamakan privacy, ternyata saya tidak menemukan cara untuk memfilter SPAM yang berasal dari SMS. Ini menyebabkan saya tidak akan memasang Signal pada ponsel utama.

Lalu, ditemukan banyak sekali ketidak-nyamanan pada Telegram. Sebagian karena tidak biasa, sebagian karena rancangan Telegram memang begitu. Hal yang paling menjengkelkan ialah LAMBATNYA pengiriman berkas lampiran seperti foto.

Untuk sementara waktu, saya masih akan menggunakan satu akun WhatsApp karena masih ada beberapa "tetua"/"kerabat" yang belum menggunakan Telegram.


URLs

 

 

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

Hello Nokia, Goodbye Redmi!

Bloatware! Ya, bloatware merupakan penyakit kronis dari berbagai jenis ponsel, dari yang "murah meriah" hingga yang "premium". Masalah "bloatware" ini menyebabkan saya merencanakan untuk tidak lagi menjadi pengguna ponsel Redmi.
 
Android One merupakan seri ponsel yang diantaranya "menjanjikan" bebas bloatware. Hanya saja ponsel "standar/asli" Android ini, justru tidak banyak diproduksi! Selain itu, harganya relatif lebih mahal dibandingkan telepon murah-meriah seperti Redmi. Setelah GSGS (Google Sana, Google Sini), akhirnya menghasilkan pilihan antara Nokia 5.3 dan Nokia 5.4. Masing-masing, memiliki kelebihan tersendiri,

Akhirnya, memutuskan untuk membeli Nokia 5.3. Pertimbangannya, ialah telepon ini sudah beredar satu tahun sehingga seharusnya tidak ada lagi "bugs awal".

Nokia 5.3

 

Satu-satunya keluhan ialah sebelum ini belum pernah memiliki ponsel "PANJANG" 6.55 inch. Akibatnya, tidak muat dalam "tray" yang biasanya saya gunakan untuk meletakkan ponsel. Tidak seperti Redmi, baterenya hanya 4000 mAh. Namun itu cukup untuk saya yang rata-rata hanya menggunakan 20-30% batere per hari.

Apakah ini merupakan Nokia saya yang pertama? Bukan! Sebelum menjadi pengguna Blackberry (terakhir seri Q5/Android), saya pernah memiliki Nokia 5110 yang pada zamannya sering dijuluki sebagai "HP sejuta umat". Sebelumnya, juga pernah menggunakan Siemens C25.


DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

28 Maret 2021

Ubuntu: Blank Activity Icon

Somehow, my VirtualBox Activity icon is always BLANK!


After Google Here, There, and Everywhere... the icon is still BLANK!
Somehow, after tried:

apt-get install --reinstall breeze ubuntu-desktop -y < /dev/null
dpkg --configure -a

Sometimes, the icon will appear!




Any idea?

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

10 Maret 2021

Jon Postel at INET 1995




































DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

07 Maret 2021

Ubuntu: Failed to load module "canberra-gtk-module"

Bertemu:
Failed to load module "canberra-gtk-module"?

Ya:
apt install -y libcanberra-gtk-module libcanberra-gtk3-module dbus-x11



DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

03 Maret 2021

SHA256SUM Debian ISO/OVA untuk VirtualBox

Jika mengalami masalah saat install Debian (ISO) atau import Debian (OVA) pada VirtualBox, langkah pertama ialah memeriksa apakah berkas ISO atau OVA yang digunakan sama dengan yang aslinya. Mungkin saja, berkas tersebut mengalami perubahan saat download.

BERKAS ISO

Pada saat download image Debian, jangan lupa untuk download berkas checksum seperti SHA256SUM.

$ ls -F debian-10.8.0-amd64-netinst.iso SHA256SUMS.txt 
debian-10.8.0-amd64-netinst.iso  SHA256SUMS.txt

$ grep debian-10.8.0-amd64-netinst.iso SHA256SUMS.txt 
396553f005ad9f86a51e246b1540c60cef676f9c71b95e22b753faef59f89bee  debian-10.8.0-amd64-netinst.iso

$ sha256sum debian-10.8.0-amd64-netinst.iso 
396553f005ad9f86a51e246b1540c60cef676f9c71b95e22b753faef59f89bee  debian-10.8.0-amd64-netinst.iso

$

Terlihat bahwa hasil sha256sum berkas ISO sama dengan isi berkas SHA256SUM.

BERKAS OVA

Pada saat download OVA Debian, jangan lupa juga download berkas README (https://bit.ly/3dszYmt).

$ ls -F DEB10-OS211*
DEB10-OS211.ova  DEB10-OS211-README.txt
$ grep DEB10-OS211.ova DEB10-OS211-README.txt 
fa02966ce1a8ab05e0dc04db01550015cccc9fe78b7d9cc939514946f1771c39  DEB10-OS211.ova
$ sha256sum DEB10-OS211.ova 
fa02966ce1a8ab05e0dc04db01550015cccc9fe78b7d9cc939514946f1771c39  DEB10-OS211.ova

Terlihat bahwa hasil sha256sum berkas OVA sama dengan isi berkas README.


DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

25 Februari 2021

GSGS: Git Sana Git Sini



TBA




DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

24 Februari 2021

Jika Kuota Google (15 GB) Mau Habis

Ukuran kuota bebas penyimpanan Google cukup besar yaitu 15 GB. Cepat atau lambat, mungkin anda akan mencapai batas kuota tersebut.  Penyimpanan yang biasanya tumbuh ialah Gmail (dan nantinya Google Photos). Fokus tulisan ini ialah Gmail. Kuota penyimpanan dapat dilihat di bagian bawah dari penampilah Gmail anda.


Jika klik informasi kuota tersebut, maka muncul penjelasan lebih rinci komposisi pemanfaatan penyimpanan tersebut.


Terlihat, bahwa kuota dibagi bersama dengan:
  • Google Drive,
  • Gmail, dan
  • Google Photos.
Selain itu, mungkin juga masih mesti berbagi dengan akun Android anda.

Apa yang dapat dilakukan jika kuota Google habis? Pertama, membeli kuota tambahan. Kedua, mereduksi isi penyimpanan Google anda.

Terdapat berbagai cara mereduksi ukuran penyimpanan. Cara yang paling sederhana ialah menghapus email-email yang paling tua. Pilih "All Mail" lalu sortir email berdasarkan email yang paling tua (Oldest).



Selanjutnya, silakan pilih berapa banyak email lama yang ingin dihapus.




Dalam contoh ini, "terlihat" kumpulan email (bohongan) dari tahun 1994 dan 1995 yang lalu. Silakan anda pilih (Select All), maka 100 email PALING TUA akan dihapus.

Tentu saja ada 1001 cara lain! Umpamanya, dengan menggunakan "Search". Cari saja email dengan kata kunci "before:1996"; maka akan muncul daftar semua email sebelum 1996.



Sekali lagi, ada 1001 pilihan "Search" pada Google. Umpamanya, cari semua email sebelum tahun 2018 yang ukuran lampirannya di atas 128 kbyte.


Dan seterusnya. Silakan mencoba!

DISKLAIMER

 
This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!


17 Februari 2021

Tempo Group: Koran, Majalah, dst...

Tempo Group: Koran, Majalah, dst...

Ini merupakan tulisan ketiga dari "trilogi Tempo". Tulisan sebelumnya:

Cara Komplain Modern

Baru-baru ini, seorang warga Kalifornia --- Aaron Epstein --- mengirim komplain ke penyelenggara internet AT&T melalui iklan di harian Wall Street Journal. Untuk itu, yang bersangkutan membayar $ 10000. Wow!


Saya tidak punya duit sebanyak itu, euy! Jadi, komplainnya melalui blog saja, ya!

Untuk Tempo Yang Mana?

Untuk semuanya: Koran, Majalah, Web, App, et al.

KOMPLAIN #1: Jadwal terbit Koran Tempo tidak janji

Maunya sih, saya membaca koran setelah sholat Subuh. Sampai sekarang, saya tidak pernah tahu, jadwal terbit Koran Tempo.

KOMPLAIN #2: Tata Letak APP Tempo

2a) Berikut tata letak APP Tempo (17 Feb 2021). Kita akan disambut dengan halaman "PILIHAN ANDA" yang penuh gambar mati.




(18 Feb 2021) Ternyata berita pilihan kosong terjadi karena kategori berita yg dipilih sebagian sdh tidak update.



Setelah update, muncul kembali.




 
Terimakasih banyak untuk bapak Jajang Jamaludin (Tempo) atas bantuannya.




2b) Laman berikutnya merupakan Financial Times yang berisi berita basi 2 minggu lalu (30 Jan 2021)!



2c) Laman berikutnya, ialah Majalah Tempo. Padahal terbitnya setiap minggu.



2d) Baru, koran Tempo



KOMPLAIN #3: Navigasi

Secara umum, navigasi Tempo buruk sekali dibandingkan penerbitan luar negeri. Hal ini menyulitkan untuk KEMBALI ketempat semula (untuk melanjutkan pembacaan). Sekali-sekali, bandingkanlah Tempo dengan penerbit lainnya.
 

KOMPLAIN #4: Screen Capture

Apa manfaatnya mematikan "Screen Capture" selain membuat jengkel para pembaca APP ponsel?! Saya memahami TUJUAN dari screen capture tersebut. Pertanyaannya, apakah tujuan tersebut dapat tercapai? Bagaimana caranya mematikan screen capture PC?

Screen Capture Dari PC (18 Feb 2021)


KOMPLAIN #5: Quality Control (QC) / Proof Read

Apa salahnya, jika QC ditingkatkan. Dahulu saya masih suka memberitahukan Tempo. Tapi lama-lama, cape deh! Lihat juga trilogi pertama.

KOMPLAIN #6: Head Line Sensasional

Saya dapat memaklumi head line sensasional pada penerbitan kertas (agar laku). Namun, janganlah sensasional pada penerbitan berbayar!  Sudah banyak penerbit sensasional yang tidak bayar untuk hal tersebut.

KOMPLAIN #7: KEBERPIHAKAN

Saya memahami bahwa Tempo memiliki pandangan dan keberpihakan tertentu. Namun jangan ditampilkan di penerbitan berbayar, dong! Buatlah berita yang seimbang. Jangan berita yang hanya berisi opini dari seorang "pengamat abal-abal" (plus head line sensasional).

Mari kita baca komentar-komentar pada APP Android Tempo:
  • (RS) The reason I give "1" star because it is not possible to give "0" star.
  • (ZS) Tempo intended to provide false provocative news then made corrections with another false report.
  • (DA) The app still slow response because of too many ads.
  • (A) Wish I could give lower than "1" star.
  • (PS) Tempo used to be a credible investigative reporting media.
  • (AAA) The current Tempo is too commercially inclined and no longer a neutral entity with the "cover-both-sides" principle.
  • (CY) Shocked by the cover lately, seems like pretty much subjective and cheap.
  • Etc.


KOMPLAIN #8: KONTAK TIDAK AKURAT

Beberapa nomor-nomor berikut sudah LAMA SEKALI tidak berfungsi.



Katanya bapak Jajang Jamaludin (Tempo), nomor 0882-1030-2525 dan 0877-1146-002 sudah tidak aktif. Terimakasih banyak.

Sudah lama Tempo tahu masalah ini! Masalahnya, berapa lama lagi diperlukan hingga App Versi 1.1.67 TEMPO tersebut di-update? Mari kita cek secara berkala:
  • 19 Feb 2021 (App Version 1.1.67): masih belum.
  • 25 Feb 2021 (App Version 1.1.67): masih belum.
  • 10 Mar 2021 (App Version 1.1.67): masih belum.
  • CEPE DEH!


KOMPLAIN #9: Customer Service: Hanya Ya atau Tidak?!

Setiap kali setelah kontak "Customer Service", akan ditanya: "Bagaimana penilaian Anda terhadap dukungan yang Anda terima?". Hanya saja, hanya disediakan dua jawaban:
1) Bagus, saya puas
2) Buruk, saya tidak puas
Bagaimana kalau saya ingin menjawab berbeda?



KOMPLAIN #10: APP ANDROID TIDAK PERNAH DIUPDATE

Sudah bertahun-tahun, APP TEMPO tidak dapat memproses karakter "&nbsp;" (NON-BREAKING SPACE). Dan, dibiarkan saja.












CONTOH

Lalu, seperti apa yang saya inginkan?
  1. Reuters TV. Sekali-sekali tontonlah ini untuk lebih memahami apa yang saya maksud.
  2. Washington Post. Ini baru lumayan, buat foya-foya, kalau di Nirwana, cihuy!

PENUTUP


Yang tidak jelas, apakah Tempo TIDAK MAMPU atau TIDAK MAU memperbaiki diri. Namun, apa bedanya.


DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!


13 Februari 2021

Dukung Independensi Tempo?!

Dukung Independensi Tempo


Zaman membeli koran/majalah di pinggir jalan telah lama berlalu! Dahulu, di setiap simpang lampu merah yang padat, terdapat puluhan penjual! Dalam setiap jalur saja terkadang ada dua penjual: satu dekat lampu merah dan yang satu lagi di ujung jauh. Jadi pada jalan dengan tiga jalur, berpotensi ada hingga 3 x 2 x 4 = 24 penjaja! Tentu saja dapat dimaklumi, jika judul muka (headline) dibuat sensasional agar menarik perhatian.

Saya SANGAT TIDAK SENANG dengan judul-judul sensasional, pendapat satu pihak, dan tidak jelas, apa lagi kalau HARUS MEMBAYAR untuk itu. Internet itu sudah penuh dengan CLICK BAIT seperti itu, tanpa harus membayar. Saya juga SANGAT TIDAK SENANG jika BACAAN YANG SAYA BAYAR, sering BERPIHAK pada sebuah opini / faham dari PENERBIT tersebut. Belum lagi, jika QC (Quality Control) yang amburadul tanpa pernah ada upaya perbaikan yang nyata. Kalau ada penerbit berkualitas Washington Post dan/ atau Reuters.TV; mengapa saya harus mendukung penerbit berbayar yang tidak mau berbenah?

Orang tua saya (dahulu) berlangganan Tempo sejak awal terbit di tahun 1970an. Saya (dahulu) membeli koran Tempo di pinggir jalan. Saya (sekarang) berlangganan koran Tempo digital hingga 27 Agustus 2023.

NAMUN, jika tidak ada kemajuan/perubahan nyata...  kita lihat saja nanti!


DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

29 Januari 2021

UBUNTU: Snap Permission Sh*t

 

Goodbye Ubuntu, Hello Debian?!

 
Gr.... semakin lama menggunakan Ubuntu, semakin ingin berpisah! Banyak "kejutan" muncul, setelah pindah dari 18.04 ke 20.04!
 
Problem terakhir ialah, (sepertinya) GIMP (snap) tidak dapat membaca / menulis ke directory yang di luar $HOME? Ini termasuk folder yang dibentuk dengan symbolic link!

Gr... masih belum berhasil setelah beberapa kali Google Sana, Google sini!
 
 

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

27 Januari 2021

UBUNTU: Slow Shutdown

Slow Shutdown


Dua hal yang dapat dilakukan jika Ubuntu sulit / lambat shutdown:

Pertama, edit berkas "etc/default/grub":
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="acpi=force"
(kemudian "update-grub").

Kedua, edit / ubah berkas  "/etc/systemd/system.conf":
DefaultTimeoutStopSec=4s


Rujukan




DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

24 Januari 2021

GIMP: menolak CROP TO SELECTION

Karena satu dan lain hal, jika gimp tiba-tiba menolak untuk "Crop to Selection":

GIMP: Crop to selection


Perhatikan pilihan berikut "Select Tool" berikut:


Kalau posisinya pada "Ellipse Select Tool", ubah menjadi "Rectangle Select".

Rectangle Select


Seharusnya anda bisa "Crop to Selection" kembali.



DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

Windows 10: VirtualBox tidak bisa Print Screen

Terkadang keluaran VirtualBox tidak dapat ditangkap dengan tombol Print Screen. Untuk itu, diperlukan sedikit perubahan pada VirtualBox:

Virtual Box


Pada VirtualBox Manager, lakukan:

File --> Preferences --> Input

Kemudian, hapus pilihan (deselect)  "Auto Capture Keyboard" pada pojok kiri bawah.


DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

17 Januari 2021

UBUNTU: Hack Dependencies Package DEB

Terkadang, ada masalah dependencies pada paket installasi. Umpamanya pada paket "Brackets.Release.1.14.1.64-bit.deb" masih tergantung pada paket "libcurl3". Padahal, paket tersebut sudah diganti dengan "libcurl4".

 

  1. Buka paket DEB tersebut:
    •  dpkg-deb -R Brackets.Release.1.14.1.64-bit.deb Brackets
    • Perhatikan berkas "Brackets/DEBIAN/control"
  2. Ganti secara manual "libcurl3" menjadi "libcurl4", atau:
    • sed -i 's/libcurl3/libcurl3 | libcurl4/' Brackets/DEBIAN/control
  3. Tutup kembali paket DEB:
    • dpkg-deb -b Brackets Brackets-BARU.deb
  4. Install paket BARU:
    • dpkg -i Brackets-BARU.deb


RUJUKAN




DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

13 Januari 2021

UBUNTU: Menambah Nama Hari Pada Desktop

Saya menginstall-ulang UBUNTU setiap dua tahun, yaitu 8 bulan setelah LTS beredar. Kini saatnya upgrade ke Ubuntu 20.04. Keunggulan install ulang ada dua:

  • ternyata lebih cepat daripada upgrade (dari 18.04).
  • sekalian bersih-bersih paket-paket yang tidak dimanfaatkan.

Namun salah satu masalah ialah harus melakukan setting ulang/ modifikasi hal-hal yang spesifik. Diantaranya, agar ada nama hari pada bar tanggalan.

Caranya ialah:

gsettings set org.gnome.desktop.interface clock-show-weekday true

gsettings set org.gnome.desktop.interface clock-show-seconds true


GUI


Tentu saja, juga ada

sudo apt-get install gnome-tweaks

dengan menjalankan

gnome-tweaks


RUJUKAN


https://askubuntu.com/questions/1261262/how-to-show-the-day-of-the-week-on-the-desktop-date-with-ubuntu-20-04-lts

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

UBUNTU: Update BIOS Lenovo ThinkPad E135

Lenovo ThinkPad E135

Notebook ini sudah tidak diproduksi dan sudah tidak lagi mendapatkan dukungan pemeliharaan. Dua masalah yang mungkin dihadapi ialah:

  • Driver WIFI (Broadcom WLAN 43142)
  • BIOS

 

Driver WIFI (Broadcom WLAN 43142)

Driver WIFI ini dapat diupdate dengan paket Non-Free yang tersedia SETELAH sistem operasi terinstall .

 

BIOS (Versi terakhir 2.58)


UBUNTU

  • Install paket
    •  sudo apt-get install genisoimage
  • Extract ISO image
    • geteltorito -o /tmp/bios.img hmuj10wd.iso
  • Masukkan Flashdisk (umpama /dev/sdc)
    • sudo dd if=/tmp/bios.img of=/dev/sdc bs=512
  • Boot flashdisk tersebut untuk update BIOS.


DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

08 Januari 2021

How to contact Rahmat M. Samik-Ibrahim

  • My email domain is 
    • @vlsm.org
  • My email is
    • RahmatM.Samik-Ibrahim  (plus my domain)
  • If you attend my class, email
    • OperatingSystems (plus my domain)
  • If I am your academic advisor, email 
    • Perwalian (plus my domain)
  • DO NOT TEXT / CALL ME at 0881 XXX XXXX. And never ever text / call me at 0812 XXX XXXX  nor 08111 XXXXXX  nor 0888 XXXXXX.    
  • May the fork() be with you!

 

DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!