25 Februari 2013

Cell Phone Charging: On or Off?

Saya mengalami kesulitan mencari judul bahasa Indonesia yang ringkas. Dari pada setengah Inggris, setengah Indonesia, saya memilih judul yang sepenuhnya berbahasa Inggris.

OK, ini kira-kira terjemahan dari judul Inggris di atas: Kalau men-"cas" atau meng-"isi" ponsel, apakah harus dimatikan, atau boleh tetap dalam keadaan hidup?

Menurut keyakinan dan kepercayaan yang banyak beredar, ponsel sebaiknya (harus) dimatikan saat di-cas. Kalau tidak percaya, silakan tanyain para "pakar penjaja ponsel" di gerai-gerai mall...  Namun hingga kini, saya belum pernah mendapatkan satu pun, dokumen bonafit yang mendukung keyakinan tersebut.

Kesimpulan:
SILAKAN MENGISI (CAS) PONSEL YANG TETAP AKTIF!
Tentu saja, "syarat dan ketentuan" berlaku. Gunakan "charger" yang asli (ori) untuk ponsel tersebut. Jika menggunakan yang abal-abal -- termasuk menggunakan port USB-- pastikan bahwa memiliki arus (ampere) yang rata dan cukup. Arus yang tidak rata tidak pernah baik untuk sebuah perangkat elektronis, sedangkan arus yang tidak cukup mengakibatkan jangka waktu lama untuk mengisi ponsel.

Selanjutnya, apakah harus "lowbat" terlebih dahulu, sebelum diisi ulang?

Jawabnya, "Ya" dan "Tidak".  "Ya" karena batere ponsel menjadi relatif lebih awet, namun "Tidak" karena terkadang tidak praktis jika menunggu ponsel sampai "lowbat" sebelum diisi. Selain itu, memang juga tergantung dari jenis baterenya. Batere lama -- terutama yang denga Cd -- cenderung memiliki memori sehingga ada baiknya baru diisi menjelang "lowbat".

Selain itu, memang ada baiknya, dalam perioda waktu tertentu -- umpama sekali sebulan -- ponsel baru diisi saat mencapai "lowbat".

Kesimpulan:
ISI (CAS) PONSEL ANDA DENGAN JADWAL YANG TERATUR.
Umpama, setiap sore pulang kantor.

Terakhir, apakah ada masalah jika ponsel di-cas semalam suntuk? Jawabnya, walau pun sistem ponsel modern memiliki pelindung arus lebih (overcharge), ada baiknya jangan men-cas ponsel yang sudah penuh.

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :).


07 Februari 2013

Hidangan Tanpa Nama

Di tahun 1980, di ujung jalan Bagusrangin, Bandung -- arah UNPAD -- terdapat sebuah komplek pertokoan. Salah satu diantaranya sebuah rumah makan bernama "Hidangan Tanpa Nama". Kini lokasi tersebut telah tergusur habis, menjadi jalan Japati dan "Monumen Perjuangan Rakyat Jabar".

Apakah ada yang tahu, jika rumah makan tersebut masih eksis, serta tergusur ke mana?


revisi 13.02.07-00

05 Februari 2013

Kecepatan Tulis Flashdisk

Sejumlah flashdisk berikut ini "dihapus" dengan menjalankan perintah:

# dd if=/dev/zero of=/dev/sdX1 bs=1M count=YYYY

Nilai YYYY berturut-turut 1900 (2GB), 3800 (4GB), 7300 (8GB), 14600 (16GB); disesuaikan dengan kapasitas flashdisk. Identitas flashdisk didapatkan dengan menjalankan perintah:

# lsusb

Kecepatan penulisan yang tercatat berturut-turut:
  1. VGEN NTAC1 (8GB): 11 MBps
  2. VGEN NTAC2 (8GB): 9.6 MBps
  3. VGEN NTAC3 (8GB): 9 MBps
  4. Kingston Technology (16GB): 8 MBps
  5. Transcend (8GB): 6.5 MBps
  6. Kingston Data Traveler (4GB): 6.3 MBps
  7. SanDisk Cruzer Blade (4GB): 5 MBps
  8. SanDisk Cruzer Micro (8GB): 3.9 MBps
  9. SIS Super Flash (2GB): 3.6 MBps
  10. Transcend Jet Flash (2GB): 2.5 MBps
Perlu dicatat; pertama: semua flashdisk di atas adalah bekas pakai, serta mungkin saja barang palsu! Kedua --- sebagai perbandingan --- Hardisk Seagate 2 TB USB/3.5"; kecepatan transfer mencapai 31.9 MBps.




DISCLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... this blog memo is mainly written for OWN PURPOSES. This post is based on "Google There, Google Here, Try That, Try This, Then Ask". Whether this is PLAGIARY or RESEARCH, there has never been a claim that this is an original work, nor is it necessarily the best solution, and not for Scopus consumption :). Please provide feedback, especially if you have alternative explanations. Hopefully, this note will be helpful in the future when you have forgotten how to solve this trivia problem.


DISKLAIMER


INIlah yang KUlakukan! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla!