28 April 2009

Paradigma Gratisan Masa Resesi

Dalam masa resesi ini telah terjadi pengetatan terhadap definisi "potensi menguntungkan", yaitu kegiatan-kegiatan yang tidak menghasilkan uang, namun dianggap memiliki harapan suatu hari akan untung. Kalau pada ujung era "dot com" ditandai dengan bangkrutnya usaha-usaha ecommerce skala "kecil", kini kebangkrutan -- setidaknya kerugian -- mulai menghantui usaha-usaha skala raksasa.
Di mana-mana mulai terdengar laporan penyusutan dan kerugian, yang tidak jarang dalam jumlah 10 angka dalam satuan dollar. Kita mulai "kebal" mendengar istilah rugi satu milyar dollar, yang sebetulnya jauh lebih besar dari pada gaji total bulanan dari sejuta pegawai negeri.
Korban pertama dari penyusutan ini ialah pengurangan/ penghapusan penggunaan Sumber Daya Manusia, yang diikuti dengan pengurangan/ penghapusan kegiatan yang tidak dianggap menguntungkan. Dan bubarlah "Geocities" -- salah satu pelopor penyedia webhosting -- yang ternyata dianggap merugi.
Dewasa ini, para pelaku bisnis di dunia maju mulai bertanya-tanya, apa gunanya memberi layanan gratis ke dunia ketiga, termasuk Indonesia. Tidak ada untungnya! Nihil! Zero! Yang terjadi hanyalah penghabisan bandwidth, dan server yang lamban. Sekali lagi, booming internet di dunia ketiga tidak meningkatkan keuntungan sama sekali. Jadi bersiap-siaplah, untuk tidak terlalu tergantung pada Facebook, Gmail, YouTube, dan gratisan lainnya!

revisi 10.11.02-01