26 Agustus 2009

Logika Penjadwalan Kuliah

Dari tahun ke tahun -- setiap awal semester -- sering timbul permasalahan penjadwalan kuliah; yaitu waktu kuliah bentrok sehingga menyulitkan para mahasiswa yang mesti/ingin mengulang kuliah dan juga para mahasiswa yang ingin "menyodok" kuliah tingkat atas. Berikut merupakan sebuah draft usulan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Silakan memberikan tanggapan, terutama jika anda pernah mengalami hal ini, dan memiliki solusi alternatif.

Usulan ini berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi pertama ialah, bahwa ini merupakan penjadwalan S1 (total 8 semester), dengan beban reguler hingga 20 SKS per semester. Jika ada 5 hari kuliah per minggu, rata-rata beban setiap hari menjadi empat SKS. Asumsi kedua ialah, setiap hari ada sekurangnya 8 slot kuliah @ satu jam, yaitu pagi (08:00-12:00) dan sore (13:00-17:00). Asumsi ketiga ialah, dosennya pada penuh waktu sehingga seharusnya tidak ada alasan "bentrok dengan jadwal lain". Karena asumsi ketiga ini, asumsi berikutnya ialah bahwa para birokrat (dekan, kajur, sekretaris, sunat, dst.) tidak termasuk dosen penuh-waktu, dong! Lalu, pembahasan ini tidak termasuk jadwal ekstra kurikuler, responsi, dan asistensi.

Kuliah tingkat 1 dan tingkat 3 untuk selanjutnya disebut kuliah grup A. Sedangkan kuliah tingkat 2 dan tingkat 4 untuk selanjutnya disebut kuliah grup B. Berdasarkan asumsi di atas, berikut usulan penjadwalannya:

Kuliah dalam grup harus paralel, sedangkan kuliah antar grup harus serial. Umpamanya:
  • Senin Pagi: Grup A -- Senin Sore Grup B
  • Selasa Pagi: Grup B -- Selasa Sore Grup A
  • Rabu Pagi: Grup A -- Rabu Sore Grup B
  • Kamis Pagi: Grup B -- Kamis Sore Grup A
  • Jumat Pagi: Grup A -- Jumat Sore Grup B
Dengan demikian, kesempatan "mengulang" serta "menyodok" satu tingkat terbuka lebar sebab jadwal kuliah grup A dan grup B tidak pernah dibuat bentrok.

Masalah yang belum terselesaikan ialah penyelenggaraan mata kuliah pilihan. Untuk itu, diusulkan dua solusi pemecahan yang sama-sama "kurang enak".

Solusi pertama ialah menyelenggarakan kuliah pilihan yang tidak mengikuti kaidah grup A/B. Sayangnya, jadwal kuliah pilihan yang bentrok justru biasanya merupakan masalah penjadwalan yang serius.

Solusi kedua ialah dengan memperbanyak jumlah kuliah menjadi 10 slot per hari:
  • pagi (07:00-12:00)
  • sore (13:00-18:00)
Solusi ini menimbulkan beberapa masalah administratip seperti lembur karyawan, listrik penerangan, terutama bagi universitas yang sebelumnya beroperasi lebih pendek dari pada jadwal tersebut. Memang serba sulit jadinya.

Tentu saja, masih ada solusi "tradisional" yang hingga kini masih sering digunakan. Salahkan saja mengapa ada mahasiswa "yang kurang" sehingga harus mengulang, dan jangan lupa menyalahkan mahasiswa "yang terlalu pintar" sehingga menyodok segala.

God Bless Ahmad Albar, AKA Ucok Harahap.
Genesis Phil Collins, Lucifer's House For Sale.

revisi 10.11.02-01