16 November 2010

Memperpanjang STNK di SAMSAT CIPUTAT

2014

Tiba di SAMSAT pukul 09:10. Fasilitas parkir sudah penuh sehingga harus parkir di luar/ pinggir jalan raya.

Seperti tahun sebelumnya, menuju lapak foto kopi, mengisi formulir di lantai 1, serta menyerahkan berkas ke loket "2.3" dengan antrian no 269. Saat itu (09:29), yang sedang diproses ialah antrian nomor 220. Verifikasi BPKB jam 09:50, serta penyerahan notice pembayaran jam 10:00, pembayaran jam 10:15, dan penyerahan STNK jam 10:25.

Waktu total jika datang setelah loket buka (2014) = 1 jam 15 menit. Jadi datang pagi (2013) atau siangan dikit (2014), waktu prosesnya hampir sama.

2013

Setiba di gedung SAMSAT (jam 7:12) langsung menuju lapak foto kopi yang berada pas di samping luar gedung. Dengan biaya Rp. 5000, didapatkan sebuah "set standar" berisi fotokopi BPKB, foto kopi KTP, fotokopi STNK, foto kopi Surat Pajak, STNK asli, Surat Pajak asli, dan KTP asli. Set ini dijepit DI ATAS sebuah map.

Selanjutnya (7:23) mengambil formulir di lantai 1 untuk diisi serta dikumpulkan bersama map di lantai 2/ loket "2.3 Pelayanan Perpanjangan dan Pengesahan". JANGAN LUPA MEMBAWA PULPEN. Kalau anda berbaik hati, bawa beberapa pulpen cadangan karena banyak yang mau meminjam :).

Loket 2.3 baru akan buka jam 08:00; namun berkas-berkas yang "antri" mulai diambil dari jam 7:40. Karena menyerahkan sangat pagi, BPKB diverifikasi pada jam 08:04.

Pada loket berikutnya (08:15), mendapatkan "notice" pembayaran, yaitu sebesar Rp. 1 688 000. Lima belas menit kemudian (08:30) membayar, dan lima menit kemudian (08:35) prosesi perpanjangan STNK rampung.

Waktu total jika datang pagi sebelum loket buka (2013) = 1 jam 23 menit.

2010

Salah satu ritual tahunan ialah memperpanjang STNK. Ketika masih menggunakan kendaraan "D" (Bandung), ritual ini berbentuk PPPP (Pergi Pagi Pulang Petang), yaitu pagi-pagi ke Bandung, mampir di "biro jasa". Setelah menghabiskan waktu menunggu hingga sore, kembali ke "biro jasa" menjemput STNK perpanjangan. Jika mengurus sendiri, bisa-bisa harus menginap sehari karena surat-surat baru beres pada hari berikutnya.

Kini menggunakan kendaraan "B" Pamulang/Tangerang Selatan/Banten. Kantor SAMSAT  terdekat di Jl. R.E. Martadinata (Raya Parung), Ciputat. Entah apa yang dimaksud dengan "SAMSAT": ada yang mengatakan "berSAMa Satu ATap" atau "Sistem AdMinistrasi Satu ATap" atau ada yang klaim bahwa "M"-nya itu Manunggal). Berikut merupakan pengalaman mengurus perpanjangan STNK di SAMSAT Ciputat tersebut.

Tiba di SAMSAT Ciputat sekitar pukul 09:00 pagi. Lapangan parkir sudah penuh, namun kebetulan ada kendaraan yang keluar. Langkah pertama (09:03) ialah membuat kopi dari STNK, KTP, dan BPKB, serta dimasukkan ke dalam map bersama aslinya. Selanjutnya (09:06), mengambil formulir di lantai 1 untuk diserahkan bersama map ke loket pertama di lantai 2 (09:10). Entah apa fungsinya formulir tersebut, karena tidak perlu diisi. Pada dasarnya, proses perpanjangan STNK tidak perlu mengisi formulir apa pun! Sepertinya semua data sudah ada di dalam komputer, serta verifikasi dilakukan berbasis dokumen STNK/KTP/BPKB dalam map. Lalu apa gunanya foto kopi dokumen? Sepertinya sebagai arsip/ bukti perpanjangan STNK?!

Beberapa saat kemudian (09:15), BPKB asli dikembalikan. Lalu dimulailah proses menungguuuuuuuu... Sepertinya proses ini lebih lama, karena data yang ada dicocokkan dengan arsip dokumen yang ada. Baru jam 09:35, dari loket pertama didapatkan surat untuk membayar di loket berikutnya.
Proses membayar berlangsung cepat, dan setelah membayar menunggu pengambilan surat perpanjangan STNK. Pukul 09:45 semuanya beres, artinya total hanya 45 menit.

Kalau proses pemeriksaan manualnya dihilangkan, serta diperkenalkan prosedur SATU MEJA, mudah-mudahan di masa mendatang, proses perpanjangan STNK cukup berlangsung beberapa menit saja!

DISKLAIMER

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.