25 Maret 2011

CDROM "PALSU" HP P1102 (UBUNTU)

untuk pembesaran, silakan klik foto ini

Belakangan ini, mulai marak perangkat yang dilengkapi sekalian kemampuan "tancap dan install" (via USB), seperti umpamanya Ponsel, Printer, FlashDisk, dst. Sayang sekali, hanya dapat untuk ditancap ke sistem operasi "You Know What".

Pada GNU/Linux hal ini malah merepotkan, sebab sistem akan menyangka bahwa yang ditancap adalah "CDROM drive". Akibatnya, printer menjadi berhenti berfungsi!

Berikut merupakan contoh  yang terjadi pada sistem GNU/Linux distro Ubuntu 10.04. Entah karena apa, pada desktop muncul lambang "CDROM" palsu, serta printer HP Laser Jet P1102 berhenti bekerja!

Penanggulangan masalah ini ialah dengan menyuruh si printer sok tahu berhenti berperan sebagai CDROM palsu! Sayang sekali, kita harus menggunakan utilitas dari sistem operasi "You Know What".

Karena itu, terpaksa deh masuk ke mode "You Know What", serta menjalankan "HP Smart Install Utility" (SIUtililty). Printer harus dalam keadaan menyala dan siap cetak.:
untuk pembesaran, silakan klik foto ini

Setelah kita memilih "kotak" PRINTER, akan ditanyakan perihal jenis printer. Lalu, printer melaporkan bahwa telah mematikan kemampuan auto installnya.
untuk pembesaran, silakan klik foto ini

BTW,  HP P1102 ternyata dapat "membersihkan diri sendiri". Sekalian saja dimanfaatkan!
untuk pembesaran, silakan klik foto ini

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


4 komentar:

  1. Setelah membaca segala posting bapak tentang Linux dibandingkan dengan "You Know What", akhirnya saya putuskan untuk menggunakan "You Know What" dan membuang partisi Linux di komputer saya untuk hal yang lebih produktif. Saya tidak ada waktu untuk "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi" setiap kali menghadapi problem. Otak saya juga sudah tidak muat lagi untuk menghafal berbagai trik dan perintah2 "aneh" di Linux. Saja juga pakai OS "You Know What" dengan Lisensi, dan saya bisa fokus ke kerjaan tanpa harus dipusingkan dg hal2 teknis yg tidak perlu. Kalau ada masalah, ya tinggal minta techsup Microsoft saja. Gitu aja koq repot.

    BalasHapus
  2. 1) Sudah baca http://rahmatm.samik-ibrahim.vlsm.org/2011/03/windows-update-lama-sekale.html ?
    2) Hal yang paling mengerikan pada "You Know What" ialah virus yang jahat-jahat. Cape deh...

    BalasHapus
  3. Ya, saya jarang mengupdate Windows saya kecuali untuk update/patch yg bener2 penting (opsi automatic update saya matikan). Di sisi lain, karena saya pakai koneksi internet dg modem wireless yg saya tidak tahu bagaimana caranya supaya bisa jalan di Linux, jadi Linux saya bener2 tidak bisa diupdate, kecuali (painstakingly) secara manual lewat "you know what". Soal virus, saya pakai anti virus standar saja, selanjutnya perbanyak amal ibadah dan berdo'a semoga dijauhkan dari segala cobaan dunia :D. No offesnse ya pak, cuma sekedar tukar pikiran, hehe.

    BalasHapus
  4. Top 5 Reasons Why You should choose Ubuntu over Windows
    1. Price
    2. Viruses
    3. Software
    4. Compatibility
    5. Community Support
    (URL: http://tips-linux.net/en/linux-ubuntu/linux-articles/top-5-reasons-why-you-should-choose-ubuntu-over-windows )

    BalasHapus