14 Juli 2015

Bensin Oktan Berapa: 88, 90, 92, 95?

Sebuah SPBU (Sumur Pompa Bensin Umum) menyediakan bensin dengan beberapa jenis oktan. Pertamina, umpamanya, memasarkan bensin beroktan 88, 90, 92, dan 95 berturut-turut dengan nama "Premium", "Pertalite", "Pertamax", dan "Pertamax Plus".

Setiap kendaraan memerlukan bensin dengan oktan tertentu. Umpamanya Daihatsu Xenia 1.0 (1000cc), direkomensasikan untuk menggunakan bensin beroktan 90, umpamanya Pertamina Pertalite. Yang menjadi pertanyaan, mana yang lebih baik: menggunakan oktan di atas atau di bawah spesifikasi? Informasi yang tersedia lumayan simpang-siur. Ada yang mengatakan bensin beroktan tinggi hanya menghabiskan uang. Namun ada yang mengatakan bahwa bensin beroktan tinggi menghemat biaya. Nah, lo!

Sesuai dengan petunjuk bapak Richard Feynman (1918-1988), sebaiknya dilakukan percobaan sendiri dari pada mengandalkan rujukan yang simpang siur. Percobaan "sederhana" ini bertujuan mengukur secara "kasar" perbandingan jarak tempuh kendaraan Daihatsu Xenia 1.0 terhadap jumlah BBM (Bahan Bakar Minyak) yang digunakan.

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi keakuratan pengukuran:

  1. Jarak tempuh diukur berdasarkan odometer kendaraan. Diketahui bahwa ada perbedaan sekitar 5% antara nilai odometer dan nilai dari perangkat lunak WAZE.
  2. Setiap pengisian BBM selalu penuh (full tank). Definisi "penuh" bervariasi dari satu SPBU dengan yang lainnya.
  3. Keakuratan perangkat SPBU juga bervariasi karena secara legal, toleransi perbedaan yang diizinkan ialah hingga 10%,
Berikut merupakan data berapa jenis BBM:

Shell V-Power (95)

Antara bulan Mei hingga Juli 2015 menempuh 3540.0 km dengan menggunakan bahan bakar Shell V-Power (oktan 95) sebanyak 294.2 liter. Jadi, rata-rata 1 liter menempuh 12.0 km. Pengisian biasanya dilakukan di SPBU Shell Jagorawi Km 21, TB Simatupang dan Ciputat Raya.

Berhubung hasil yang menyimpang, dilakukan uji-coba ulang. Antara bulan April hingga Juni 2016 menempuh 3601 km dengan menggunakan bahan bakar sebanyak 282.1 liter. Jadi, rata-rata 1 liter menempuh 12.9 km. Pengisian biasanya dilakukan di SPBU Shell Jagorawi Km 21, TB Simatupang, Bintaro, dan Ciputat Raya.

Shell Super (92)

Antara bulan Juli hingga September 2015 menempuh 4057.0 km dengan menggunakan bahan bakar Shell Super (oktan 92) sebanyak 322.9 liter. Jadi, rata-rata 1 liter menempuh 12.4 km. Pengisian biasanya dilakukan di SPBU Shell Jagorawi Km 21, TB Simatupang dan Ciputat Raya.

Pertamina Pertamax Plus (95)

Antara bulan Maret hingga April 2016 menempuh 2769 km dengan menggunakan bahan bakar Pertamina Pertamax Plus (oktan 95) sebanyak 212.8 liter. Jadi, rata-rata 1 liter menempuh 13.0 km. Pengisian biasanya dilakukan di SPBU COCO 31.126.01 Lenteng Agung (ex Petronas) dan Jagorawi/Sentul.

Sekedar catatan tambahan, sepertinya Pertamax Plus merupakan produk yang paling tidak laku, sehingga hanya ada di SPBU tertentu.

Pertamina Pertamax (92)

Antara bulan September hingga November 2015 menempuh 3533.7 km dengan menggunakan bahan bakar Pertamina Pertamax (oktan 92) sebanyak 281.9 liter. Jadi, rata-rata 1 liter menempuh 12.6 km. Pengisian biasanya dilakukan di SPBU COCO 31.126.01 Lenteng Agung (ex Petronas) dan Portal/Pamulang.

Pertamina Pertalite (90)

Antara bulan November 2015 hingga Januari 2016 menempuh 3607 km dengan menggunakan bahan bakar Pertamina Pertalite (oktan 90) sebanyak 291.5 liter. Jadi, rata-rata 1 liter menempuh 12.4 km. Pengisian biasanya dilakukan di SPBU COCO 31.126.01 Lenteng Agung (ex Petronas) dan Portal/Pamulang.

Pengulangan antara bulan Juli hingga November 2016 menempuh 7313 km dengan menggunakan bahan bakar Pertamina Pertalite (oktan 90) sebanyak 591.2 liter. Jadi, rata-rata 1 liter menempuh 12.4 km. Pengisian hanya dilakukan di SPBU COCO 31.126.01 Lenteng Agung (ex Petronas).

Pengulangan antara bulan Januari hingga [masih berlangsung (2017)] menempuh [7294] km dengan menggunakan bahan bakar Pertamina Pertalite (oktan 90) sebanyak [579.3] liter. Jadi, rata-rata 1 liter menempuh [12.6] km. Pengisian hanya dilakukan di SPBU COCO 31.126.01 Lenteng Agung (ex Petronas).

Pertamina Premium (88)

Antara bulan Januari 2016 hingga Februari 2016 menempuh 1428 km dengan menggunakan bahan bakar Pertamina Premium (oktan 88) sebanyak 113.1 liter. Jadi, rata-rata 1 liter menempuh 12.6 km. Pengisian biasanya dilakukan di SPBU COCO 31.126.01 Lenteng Agung (ex Petronas) dan Portal/Pamulang.

PEMBAHASAN


Berdasarkan hasil pengamatan di atas, tidak didapatkan perbedaan menyolok saat menggunakan bahan bakar minyak yang berbeda. Namun, sangat terasa perbedaan tenaga yang dihasilkan, terutama saat menggunakan Premium.

Percobaan ini dilakukan pada kendaraan Daihatsu Xenia 1000cc keluaran tahun 2012. Lain kendaraaan mungkin lain pula hasilnya.

RUJUKAN

DISKLAIMER

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.




08 Juli 2015

Hole Punch

untuk pembesaran, silakan klik foto ini
Kapan paling akhir pernah menggunakan "Hole Punch"? Saya sudah lupa! Dewasa ini, semakin jarang "mengarsip" kertas berlubang. Oleh sebab maka dari itu, dengan ini -- secara resmi -- "Hole Punch" dinyatakan pensiun!

DISKLAIMER

Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.