07 Desember 2016

Layanan JORR



Sebagai pengguna harian JORR, di manakah saluran untuk menyampaikan keluhan?? Hampir setiap hari kerja, melalui JORR dari CIPUTAT ke Lenteng Agung pulang-pergi.

DAFTAR KELUHAN

 

1. Saluran Keluhan

Keluhan pertama ialah, JORR tidak menyediakan medium yang layak untuk menyampaikan keluhan:
  • WEB http://www.jlj.co.id/id/alamat-dan-telepon tidak mencantumkan informasi khusus cara menyampaikan keluhan.
  • Nomor 14080 akan menganjurkan untuk menghubungi 822 3232.
  • Saat menghubungi nomor 822 3232, HUMAS JLJ/JORR MENUTUP telepon begitu saya karena sepertinya TIDAK bersedia menerima keluhan (7 Desember 2016).
  • Email: layanan@jlj.co.id baru membalas setelah 2 x 24 jam. Tepatnya dua hari setelah penulisan blog ini, mendapatkan balasan melalui email (dalam proses).
  • Mungkin harus dengan FAX: 820 5151, kale?

2. BUKA / TUTUP TIDAK KONSISTEN

Gerbang dibuka dan ditutup secara tidak konsisten. Terkadang di gebang Ciputat 1 --- setelah jam 06:00 pagi --- belum semua pintu terbuka.

Sedangkan di gerbang Lenteng Agung 1, pintu ETOLL sering ditutup SEBELUM tepat jam 23:00!


3. LEBIH SUKA MENGGUNAKAN ETOLL

Jujur saja, saya lebih senang menggunakan gerbang ETOLL dari pada menghadapi petugas yang sering tidak bermuka ramah. Mungkin mereka bosan, mungkin capai, namun mereka sering menjalankan tugas sambil mengobrol dengan rekan lainnya, atau sambil membaca sesuatu.


4.  SAAT ETOLL TIDAK BERFUNGSI

Siapakah yang bertanggung jawab saat ETOLL tidak berfungsi? Sepertinya pihak JLJ/JORR tidak mau tahu.


5. Memberlakukan Tarif Baru

Mengapa memberlakukan tarif baru mulai jam 24:00 saat masih ramai? Mengapa tidak menunggu sampai jam 2:00 saat lebih sepi?


6. Jam / Clock Yang Tidak Akurat

Jam/Clock yang digunakan sistem sering melenceng lebih dari 10 menit! Ini sangat menjengkelkan kalau lewat pintu tol menjelang tarif baru. Lebih menjengkelkan, karena terkadang bahkan keluar di pintu Pondok Indah sebelum 24:00 WIB!


7. REST AREA

(Tambahan) OK, di JORR tidak ada REST AREA. Namun --- secara umum --- siapakah yang bertanggung jawab di REST AREA? Jangan-jangan tidak ada, dan saling lempar? Mengapa harus membayar di "WC Gratis"? Mengapa ada "Petugas Sukarela" (terkadang berseragam Pertamina) di gerbang WC?

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.