17 Juli 2018

REUNI X

Ah, tidak terasa kembali memasuki musim reuni {X | X = TK, SD. SMP. SMA, ...}. Rasanya, reuni sebelumnya baru saja kemarin terselenggara, dan kini sudah ada acara reuni-ria kembali!

Tulisan ini mencoba untuk mengungkapkan beberapa hal seputar reuni. Besar harapan, ini menjadi masukan bagi panitia-panitia reuni yang telah bersusah-payah meluangkan waktu untuk mengkoordinasikan kegiatan tersebut.

1) Problem apa yang ingin diselesaikan?

Apakah hanya karena pernah bersama dalam {X} -- PULUHAN TAHUN LALU -- dapat dijadikan dasar/alasan untuk mengadakan REUNI? Mungkin banyak yang setuju, namun mungkin ada juga yang kurang setuju. Lalu, apakah yang kurang setuju perlu di-BULLY hingga berubah pendapat menjadi "setuju"?

2) Kalau reuni-reuni sebelum ini nyaris tidak meninggalkan dampak, mengapa reuni akan berbeda?

Reuni merupakan kegiatan yang "sinkon". Artinya, semua harus hadir dalam waktu yang sama di suatu tempat yang sama. Sedangkan komunikasi elektronik seperti -- contohnya -- WhatsApp merupakan kegiatan yang "asinkron". Artinya, masing-masing dapat memilih waktu yang tepat untuk mengikut WhatsApp, pada tempat yang tidak perlu sama. Apakah tidak sebaiknya, merapihkan komunikasi "asinkron" sebelum melakukan pertemuan "sinkron"?

Bagaimana kalau komunikasi "asinkron" hanya berisi lulucon garing dan basi, hoax, "selamat ulang tahun XYZ" (metoo... metoo..), dst.?


3a) Bagaimana dengan lokasi reuni?
3b) Bagaimana transportasi bagi yang berasal dari luar kota?
3c) Apakah sering macet menuju lokasi tersebut?
3d) Apakah ukuran tempat parkir memadai?

4) Apakah acara akan didominasi oleh monolog-monolog dan kata-kata sambutan (yang tidak ada yang mendengarkan)?

5) Apakah perlu "dress-code" yang aneh-aneh?

6) Apakah duduk menghadap ke depan, sehingga sesama peserta reuni menjadi sulit saling berinteraksi?

Mungkin ini dulu sebagai pembuka diskusi...


DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.