16 Oktober 2011

The American Dream And The Indonesian Nightmare

"The American Dream" (TAD) merupakan sebuah cita-cita/ angan-angan yang menjanjikan kesempatan yang sama bagi siapa pun untuk mencapai kesuksesan terutama dalam kemakmuran di Amerika Serikat. Landasan utama TAD ialah kesempatan yang sama, tanpa prasyarat yang mengada-ada.

"The Indonesian Nightmare" (TIN) merupakan hal-hal yang muncul di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang menghambat terwujudnya semacam TAD. Salah satu TIN yang sangat menghambat ialah tidak ada larangan untuk menentukan prasyarat/ ketentuan yang mengada-ada. Banyak prasyarat yang berdasarkan jenis pendidikan formal yang pernah diraih.

Contoh, untuk menjadi anggota legislatif dipersyaratkan ijazah SMA, tanpa menjelaskan  relevansi antara ijazah yang diraih puluhan tahun sebelumnya, dan kompetensi yang kini dimiliki. Untuk menjadi pelayan rumah makan cepat saji, juga diperlukan ijazah SMA. Untuk menjadi pegawai Bank, dituntut memiliki ijazah sarjana. Industri rumah sakit hanya memilih pegawai yang D3.

TIN terjadi karena kita membiarkan ketidak-adilan ini. Semoga 2014 lebih baik!

2 komentar:

  1. Kita memang terbiasa untuk memilih orang berdasarkan gelar. Itu makanya orang di sini suka bikin gelar panjang2. Padahal, kalau di luar nama orang itu jarang disebut gelarnya kecuali perlu....

    BalasHapus
  2. Mungkin untuk memudahkan proses penyaringan. Karena kalau tidak ada syarat gelar, proses benchmark menjadi lebih sulit, parameternya jadi lebih kompleks. Walaupun tidak menutup kemungkinan terjadi exception (tak bergelar, tapi kompetensi tinggi).

    BalasHapus