13 Juni 2012

Kapan Merdekanya, Gan?

Beberapa ratus tahun lalu, sebuah kumpeni swasta bermodalkan beberapa kapal layar memproklamasikan bahwa hanya merekalah yang memiliki hak berniaga di seluruh persada Nusantara. Segelintir pengusaha kumpeni tersebut, melakukan "outsourcing" pekerjaan kotor serta adu domba sehingga mereka tinggal ongkang kaki menerima hasil "bersihnya" saja. Tidak tanggung-tanggung, para penguasanya pun mendapatkan gaji bulanan dari kumpeni tersebut.

Itu dulu...

Beberapa tahun yang lalu, cerita lama di atas terulang kembali! Namun kini, para pengusaha menggunakan istilah baru, yaitu "konglomerat". Tanpa malu-malu, mereka menguasai hampir semua sektor keperluan hidup orang banyak, seperti terigu, semen, beras, cengkeh, jeruk, dst.

Hm....

Eh belakangan ini, muncul segelintir pengusaha mengklaim memiliki apa yang mereka sebut dengan "hak menyelenggarakan nonton bareng" tanpa sama sekali mengutip/ menunjukkan peraturan dan perundangan yang berlaku di negara kesatuan republik ini!

Terlalu?

Mungkin juga tidak, karena para penguasanya sudah terbiasa membuat peraturan tanpa memperhatikan perundangan  yang ada....

Semoga 2014 lebih baik...