15 April 2021

Hello Nokia, Goodbye Redmi!

Bloatware! Ya, bloatware merupakan penyakit kronis dari berbagai jenis ponsel, dari yang "murah meriah" hingga yang "premium". Masalah "bloatware" ini menyebabkan saya merencanakan untuk tidak lagi menjadi pengguna ponsel Redmi.
 
Android One merupakan seri ponsel yang diantaranya "menjanjikan" bebas bloatware. Hanya saja ponsel "standar/asli" Android ini, justru tidak banyak diproduksi! Selain itu, harganya relatif lebih mahal dibandingkan telepon murah-meriah seperti Redmi. Setelah GSGS (Google Sana, Google Sini), akhirnya menghasilkan pilihan antara Nokia 5.3 dan Nokia 5.4. Masing-masing, memiliki kelebihan tersendiri,

Akhirnya, memutuskan untuk membeli Nokia 5.3. Pertimbangannya, ialah telepon ini sudah beredar satu tahun sehingga seharusnya tidak ada lagi "bugs awal".

Nokia 5.3

 

Satu-satunya keluhan ialah sebelum ini belum pernah memiliki ponsel "PANJANG" 6.55 inch. Akibatnya, tidak muat dalam "tray" yang biasanya saya gunakan untuk meletakkan ponsel. Tidak seperti Redmi, baterenya hanya 4000 mAh. Namun itu cukup untuk saya yang rata-rata hanya menggunakan 20-30% batere per hari.

Apakah ini merupakan Nokia saya yang pertama? Bukan! Sebelum menjadi pengguna Blackberry (terakhir seri Q5/Android), saya pernah memiliki Nokia 5110 yang pada zamannya sering dijuluki sebagai "HP sejuta umat". Sebelumnya, juga pernah menggunakan Siemens C25.


DISKLAIMER


This is HOW Me Do IT! Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, serta belum tentu pula merupakan solusi terbaik, serta bukan untuk konsumsi Scopus :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.

Qapla, Jolan Tru!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar