10 Desember 2017

Berselingkuh dengan Acer Travelmate 6292

Kisah nyata berhadapan dengan Acer Travelmate 6292 yang pernah populer dasawarsa yang lalu. Pemilik Notebook ini tidak dapat menjelaskan mengapa instalasi Windows XP (asli) telah berubah (diubah) menjadi Windows 7 (tidak asli). Mungkin karena sebelum saya, banyak pihak yang pernah mencoba menangani Notebook tersebut?!

Problem yang timbul ialah BLUESCREEN. Dengan tulisan ini, mudah-mudahan, ada pihak yang dapat memberikan pencerahan, permasalahan dari notebook tersebut.

Problem #1: Gagal install Ubuntu 16.04. Mungkin karena masalah parameter yang tidak cocok, atau mungkin ada masalah hardware?!

Problem #2: Gagal install ulang Windows 7! Nah lo?! Apakah hardware telah sah menjadi pihak terdakwa?

Problem #3: Selalu BlueScreen saat upaya "memperbaiki" sistem Windows 7 yang ada! Apakah ini masalah hardware, atau ada "Malware" yang melindungi perangkat Windows tidak asli?!

Setelah berkutat sepanjang akhir pekan, berikut merupakan "jalan damai" yang saya tawarkan:

Karena potensi masalah timbul setiap kali ada upaya "perbaikan", ya mungkin sebaiknya hindari perbaikan seperti "windows update", "registry repair", "anti malware", dst. Hindari semua anti virus extra, dan cukup gunakan Windows Defender saja.

Kalau pun terjadi BlueScreen:


BLUESCREEN

Silakan masuk ke "Repair Your Computer" mode dengan "F8" saat boot.


 Lalu, masuk ke "System Recovery Options".


 Login dengan akun "admin". Pada contoh, "ztester" merupakan akun admin.


 Lakukan "Startup Repair"


 Yada... yada... yada... beberapa menit.


  Yada... yada... yada... beberapa menit.


Finish, karena problem biasanya "menghilang".

Mungkin ada yang punya usulan lebih baik?

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


30 November 2017

Pertamax Naek Daihatsu Ayla XAT 1200 (Pinjaman!)





  •  Gr... di mana kuplingnya??? Beberapa kali kaki kiri kebablasan kebiasaan menginjak kupling...
  • Rem... rem... rem... sebentar-sebentar injak rem sebab mobil tidak mengurangi kecepatan saat gas dilepas.
  • Telmi (telat mikir)... tidak responsif saat tekan gas.
  • Tut... tut... tut... tombol klaksonnya terlalu jauh dari jangkauan jempol saat mengemudi.
  • Kapok... kapok... kapok... pengemudi sejati menggunakan tiga pedal! Mumpung belum kecanduan matik.


DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


28 September 2017

Dari Kolonel menjadi Jenderal Sanders: Berkat Mi Ayam Bawang Asli!




(untuk pembesaran, silakan klik foto ini)


DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


15 September 2017

ATM Abal-Abal

Sekarang ada ATM di kantin Fasilkom (gedung C), hore?! Di kantin?! Ya, di kantin dekat meja-meja makan. Artinya, sambil menikmati santapan, kita dapat mengintip yang lagi menggunakan ATM: si "Ini" sisa duitnya tinggal Rp. 1000.-; si "Itu" tajir amat, duitnya lebih dari satu M. Dst... dst. Selain ATM, sekarang lapak-lapak penjaja makanan menerima pembayaran dengan BNI TapCash. Akan tetap, itu cerita lain lagi.

Masalahnya, ketika mencoba mengisi TapCash, ATMnya crash! Bukan sekali; namun empat kali berturut-turut dalam tiga hari!

Mula-mula keluar pesan "Temporary Out of Service!"

Lalu masuk ke mode "Windows 7"

Logging Off

Shutting Down

Akhirnya....

BLANK



Oh, Wincor Nixdorf, toh?!
Sekedar informasi, bulan Juli 2016 yang lalu, sejumlah ATM Wincor Nixdorf kena "hack". Para pembobol ATM tersebut berasal dari Rusia, Latvia, dan Rumania. Bulan berikutnya, Wincor Nixdorf bubar, dengan bergabung dengan Diebold membentuk Diebold Nixdorf.

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


20 Agustus 2017

LXD Memo

Memo



untuk pembesaran, silakan klik foto ini

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


Sirkulasi Surat Kabar Indonesia

Berapakah sirkulasi total surat kabar di Indonesia? Informasi yang beredar agak simpang siur. Yang jelas semakin menyusut. Kalau 20 tahun yang lalu kita akan menemukan sekurangnya satu penjaja surat kabar di setiap persimpangan utama jalanan. Kini (2017), bahkan banyak persimpangan yang sudah tidak lagi ada penjaja surat-kabarnya!

Lalu, siapakah yang masih membaca surat kabar? Menurut beberapa sumber yang kurang dapat dipercaya -- perkantoran pemerintah mau pun swasta, terutama HUMAS -- masih berlangganan surat kabar. Para "pimpinan" generasi lama masih membaca surat kabar. Konon, kalau mereka kelak pensiun, langganan surat kabar pun akan dihentikan.

Setelah google sana, google sini, diperkirakan sirkulasi koran sebagai urut abjad berikut (tidak janji akurat, ya!):
  • Kelas 500.000 per hari:
    • Jawa Pos
    • Kompas
  • Kelas 200.000 per hari:
    • Kedaulatan Rakyat
    • Koran Tempo
    • Media Indonesia
    • Pikiran Rakya
    • Pos Kota
    • Rakyat Merdeka
    • Republika
    • Suara Merdeka
    • Suara Pembaharuan
Sekali lagi (sebelum ada yang mencak-mencak menyangka di atas merupakan ranking), daftar di atas diurut menurut abjad! Juga, jumlah tersebut hanya kira-kira hasil Google sini, Google sana. Yang pasti, berapa pun angkanya, sirkulasi secara konsisten menyusut.


DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


Copas Kilat

Copas

Beberapa copas yang sering digunakan
  • alias
HISTSIZE=2000
HISTFILESIZE=2000  
alias h='history'  
alias mv='mv -i'  
alias rm='rm -i'  
  • .gitconfig
# (c) 2016-2017 Rahmat M. Samik-Ibrahim  
# This is a simple free git config file  
# REV00 Mon Jun 19 01:20:17 WIB 2017  
# START Thu Dec 22 19:10:42 WIB 2016  
[user]  
     email = rahmatm.samik-ibrahim@  
     name = Rahmat M. Samik-Ibrahim  
[push]  
     default = simple  
[http]  
     postBuffer = 994288000  
[https]  
     postBuffer = 994288000  
[credential]  
     helper = cache --timeout=50000  
  • shsh
#!/bin/bash  
# shsh:  
# REV02: Fri Apr 28 19:48:23 WIB 2017  
# REV01: Wed Sep 28 20:23:43 WIB 2016  
# START: Wed Jun 27 XX:XX:XX WIB 2012  
# Copyright (C) 2012-2017 Rahmat M. Samik-Ibrahim   
# http://RahmatM.Samik-Ibrahim.vLSM.org/  
# This program is free script/ software. This program is distributed in the hope   
# that it will be useful, but WITHOUT ANY WARRANTY; without even the implied   
# warranty of MERCHANTABILITY or FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE.  
[ -f .shsh ] && {  
     /bin/bash .shsh $*  
     exit 0  
}  
echo "Where is the .shsh file???"  
exit 1  
  • next
  • DISKLAIMER
<br />untuk pembesaran, silakan klik foto ini<br /><br />  
<h3>DISKLAIMER</h3>  
<br />Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk <b>KEPERLUAN SENDIRI</b>. Tulisan ini berbasis "<i>Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi</i>". Entah ini <b>PLAGIAT</b>, entah ini <b>RISET</b>, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.<br /><br />  
<div style="text-align: right;"><a   
href="http://rahmatm.samik-ibrahim.vlsm.org/p/revisi-laman-blog.html">revisi   
00--20-Aug-2017</a></div><br />  


PS: menggunakan code-formater.

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.


14 Agustus 2017

Android Studio di Ubuntu Linux

Masalah Android Studio


Ada tiga masalah dengan Android Studio. Pertama, masih belum semudah/sevisual "studio" yang "laen". Kedua, sangat boros, baik sumber daya perangkat keras maupun bandwidth jaringan. Ketiga, belum (tidak?) mendukung pengembangan aplikasi untuk IOS.

Android Studio untuk Windows sangat lemot. Jadi sebaiknya gunakan Ubuntu Linux saja. Berikut laporan penggunaan memori Linux sebuah notebook Intel i5 dengan memori 8 GB dan swap 2 GB:
  • Saat Linux start kondisi awal memori ialah: 8078612 total, 6905332 free, 629512 used, 543768 buff/cache.
  • Menghidupkan Studio tanpa membuka Project: 6200152 free, 1043344 used, 835116 buff/cache studio.
  • Load Project "Cobacoba": 5806580 free, 1287572 used, 984460 buff/cache.
  • Load Emulator: 2776112 free, 3534772 used, 1767728 buff/cache.
  • Load Chrome serta menjalankan Emulator beberapa kali: 296116 free, 5987156 used, 1795340 buff/cache.

Catatan


Terlihat semua memori (8GB) habis digunakan karena Linux cenderung untuk menggunakan "sisa memory" sebagai buffer/cache.



Tidak semua smartphone dapat digunakan untuk uji-coba. Contohnya, Andromax R tidak dapat digunakan karena terkunci (USB LOCK). Terdapat setidaknya dua smartphone yang sukses digunakan untuk uji-coba yaitu Samsung J1 mini dan ASUS Zenfone Z007.


Persiapan Ubuntu


Terdapat beberapa "aliran" perihal paket tambahan Ubuntu (deb) yang harus diinstall. Berikut merupakan salah satu pilihan:

sudo apt-get update

sudo apt-get install -y   \
bridge-utils              \
g++-multilib              \
gcc-multilib              \
lib32z1                   \
libc6-dev-i386            \
libc6:i386                \

lib64stdc++6:i386         \
libbz2-1.0:i386           \
libncurses5:i386          \
libstdc++6:i386           \
libvirt-bin               \
mesa-utils                \
openjdk-8-jre             \
openjdk-8-jdk             \
qemu-kvm                  \
virt-manager              \
ubuntu-vm-builder



Periksa Ubuntu

Sebelum menginstall Android Studio, periksa apakah Ubuntu telah siap. Cek versi dari JDK dan JRE yang digunakan. Lalu cek, apakah menggunakan prosesor Intel yang siap virtualisasi.

java -version
javac -version

kvm-ok

Jika menjalankan "kvm-ok", TIDAK OK, berarti bukan Intel atau belum dihidupkan opsi "virtualisasi" pada BIOS/UEFI.

Install Android Studio

Silakan download paket Android Studio untuk Linux di https://developer.android.com/studio/ lalu install ke folder "/opt".

cd /opt
sudo unzip -l wherever-the-zip-is/android-studio-ide-*-linux.zip
sudo unzip wherever-the-zip-is/android-studio-ide-*-linux.zip


Lalu jalankan dengan

/opt/android-studio/bin/studio.sh






































PS

  • Kalau "Device Emulator" tidak mau nongol; silakan coba

cd $HOME/Android/Sdk/emulator/lib64
mv libstdc++/ libstdc++.bak
ln -s /usr/lib64/libstdc++.so.6 libstdc++
  • Kalau "Device Emulator" hanya nongol sebentar ; silakan coba
    • TOOLS --> Androids --> AVD Manager
      • edit emulator
        • select "Emulated Performance Graphic" --> Software
  • (next)

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.