31 Juli 2017

TAM: Akibat "memaksakan" sebuah teknologi

Inilah yang terjadi jika "memaksakan" sebuah teknologi baru di sebuah kantin "tradisional". Ada lapak yang selalu "ketinggalan" terminal POSnya, sebagai tanda "penolakan" penggunaan. Ada lapak yang mengalami kesulitan menggunakan terminal POS, akibat sistem yang kurang bersahabat (dan berbahasa Inggris).

Contoh 1: Seharusnya membayar Rp. 16000, namun hanya terekam Rp. 1600.

Contoh #2: Eh, salah pencet lagi... yang keluar malah "sejarah" penggunaan TAP-card Rp 1600 + penggunaan TOL.

Contoh #3: Hore sekarang betul membayar Rp. 16000! Eh, saya jadi tekor Rp. 1600 neh, LOL...

Udah deh, refund Rp. 1600 manual saja... pasti pas... pasti aman!

Apakah Structural Equation Modeling (SEM) dapat membantu? Partial Least Squares (PLS)? Covariance-based? Technology Acceptance Model (TAM)? Cape deh!

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.