14 Agustus 2017

Android Studio di Ubuntu Linux

Masalah Android Studio


Ada tiga masalah dengan Android Studio. Pertama, masih belum semudah/sevisual "studio" yang "laen". Kedua, sangat boros, baik sumber daya perangkat keras maupun bandwidth jaringan. Ketiga, belum (tidak?) mendukung pengembangan aplikasi untuk IOS.

Android Studio untuk Windows sangat lemot. Jadi sebaiknya gunakan Ubuntu Linux saja. Berikut laporan penggunaan memori Linux sebuah notebook Intel i5 dengan memori 8 GB dan swap 2 GB:
  • Saat Linux start kondisi awal memori ialah: 8078612 total, 6905332 free, 629512 used, 543768 buff/cache.
  • Menghidupkan Studio tanpa membuka Project: 6200152 free, 1043344 used, 835116 buff/cache studio.
  • Load Project "Cobacoba": 5806580 free, 1287572 used, 984460 buff/cache.
  • Load Emulator: 2776112 free, 3534772 used, 1767728 buff/cache.
  • Load Chrome serta menjalankan Emulator beberapa kali: 296116 free, 5987156 used, 1795340 buff/cache.

Catatan


Terlihat semua memori (8GB) habis digunakan karena Linux cenderung untuk menggunakan "sisa memory" sebagai buffer/cache.



Tidak semua smartphone dapat digunakan untuk uji-coba. Contohnya, Andromax R tidak dapat digunakan karena terkunci (USB LOCK). Terdapat setidaknya dua smartphone yang sukses digunakan untuk uji-coba yaitu Samsung J1 mini dan ASUS Zenfone Z007.


Persiapan Ubuntu


Terdapat beberapa "aliran" perihal paket tambahan Ubuntu (deb) yang harus diinstall. Berikut merupakan salah satu pilihan:

sudo apt-get update

sudo apt-get install -y   \
bridge-utils              \
g++-multilib              \
gcc-multilib              \
lib32z1                   \
libc6-dev-i386            \
libc6:i386                \

lib64stdc++6:i386         \
libbz2-1.0:i386           \
libncurses5:i386          \
libstdc++6:i386           \
libvirt-bin               \
mesa-utils                \
openjdk-8-jre             \
openjdk-8-jdk             \
qemu-kvm                  \
virt-manager              \
ubuntu-vm-builder



Periksa Ubuntu

Sebelum menginstall Android Studio, periksa apakah Ubuntu telah siap. Cek versi dari JDK dan JRE yang digunakan. Lalu cek, apakah menggunakan prosesor Intel yang siap virtualisasi.

java -version
javac -version

kvm-ok

Jika menjalankan "kvm-ok", TIDAK OK, berarti bukan Intel atau belum dihidupkan opsi "virtualisasi" pada BIOS/UEFI.

Install Android Studio

Silakan download paket Android Studio untuk Linux di https://developer.android.com/studio/ lalu install ke folder "/opt".

cd /opt
sudo unzip -l wherever-the-zip-is/android-studio-ide-*-linux.zip
sudo unzip wherever-the-zip-is/android-studio-ide-*-linux.zip


Lalu jalankan dengan

/opt/android-studio/bin/studio.sh






































PS

  • Kalau "Device Emulator" tidak mau nongol; silakan coba

cd $HOME/Android/Sdk/emulator/lib64
mv libstdc++/ libstdc++.bak
ln -s /usr/lib64/libstdc++.so.6 libstdc++
  • Kalau "Device Emulator" hanya nongol sebentar ; silakan coba
    • TOOLS --> Androids --> AVD Manager
      • edit emulator
        • select "Emulated Performance Graphic" --> Software
  • (next)

DISKLAIMER


Grrr... memo blog ini terutama ditulis untuk KEPERLUAN SENDIRI. Tulisan ini berbasis "Google Sana, Google Sini, Coba Itu, Coba Ini, Lalu Tanya-tanyi". Entah ini PLAGIAT, entah ini RISET, yang jelas tidak pernah ada klaim bahwa ini merupakan karya asli, dan belum tentu pula merupakan solusi terbaik :). Mohon kiranya memberikan tanggapan, terutama jika memiliki solusi alternatif. Semoga catatan ini akan bermanfaat di masa mendatang, saat sudah lupa cara menyelesaikan masalah trivia ini.